nav-left cat-right
cat-right

Penelitian UISU

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2016, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on May 16, 2017 in Publikasi, Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2016, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

ANALISIS USAHATANI BELIMBING (Averhoa carambola) (STUDI KASUS : DESA  NAMORIAM KECAMATAN PANCUR BATU, KABUPATEN DELI SERDANG) 

Nursaimatussaddiyah

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah

Jl. SM Raja No. 10 Km 5,5 Medan

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penentuan lokasi penelitian ini ditetapkan secara purposive (disengaja) karena di daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil belimbing di Sumatera Utara yang dikenal dengan Belimbing Sembiringnya, dimana belimbing ini merupakan salah satu varietas unggul yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian adalah 1) untuk menguji faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi belimbing di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. 2) Untuk menguji tingkat kelayakan usahatani belimbing di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Faktor yang mempengaruhi produksi adalah  luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk dan peptisida berpengaruh nyata terhadap produksi belimbing didaerah penelitian dengan tingkat efesiens sebesar 93,3%. Usahatani belimbing didaerah penelitian masih layak untuk diusahan karena nilai R/C – nya sebesar 4,68.

Kata Kunci : Faktor Produksi, Tingkat Kelayakan, Usahatani Belimbing

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGUASAAN RELASI MAKNA DENGAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KALIMAT KELAS IX SMP NEGERI 3 BARUSJAHE 

Ernawati Br. Bangun

Dosen Tetap Yayasan Arta Kabanjahe

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menggambarkan penguasaan relasi makna dan kemampuan menggunakan kalimat pada aspek penggunaan sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf, hiponim, dan polisemi. Selain itu juga bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara penguasaan relasi makna dengan kemampuan meng-gunakan kalimat siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe. Data diperoleh dari 84 orang siswa kelas IX, dengan instrumen tes objektif. Melalui metode deskriptif, data diolah menggunakan rumus korelasi Product Moment :

Berdasarkan rumus di atas, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :

1.    Penguasaan relasi makna siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe dikategorikan B (baik) dengan nilai rata-rata 71,19.

2.    Kemampuan menggunakan kalimat siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe dikategorikan B (baik) dengan nilai rata-rata 70,77.

3.    Hubungan antara penguasaan relasi makna dengan kemampuan menggunakan kalimat bersifat positif dan hubunan antara kedua variabel tersebut cukup/ sedang dengan indeks korelasi 0,454.

4.    Semakin tinggi penguasaan relasi makna siswa, maka semakin baik kemampuan siswa menggunakan kalimat.

Kata Kunci :     Bahasa Indonesia, Penguasaan Relasi, Instrumen Tes Objektif

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PERTUMBUHAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN KARYAWAN DI HOTEL MEGA PERMATA KOTA PADANGSIDIMPUAN

Sulhana Lely Lubis¹ dan Adi Gunawan Ashari²

¹Dosen Dpk FE Universitas Graha Nusantara

²Alumni FE Universitas Graha Nusantara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan pelanggan terhadap pelayanan karyawan di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang menginap di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan pada akhir bulan Oktober 2014 berjumlah 1204 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling atau teknik penarikan sampel secara kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian atau Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan. Kuesioner dibagikan kepada pelanggan yang sudah menginap melalui wawancara awal yang dilakukan penulis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan pelanggan adalah keunggulan, dan penambahan tingkat pelayanan yang efektif dan berbagai jenis fasilitas, yang keseluruhannya ber-pengaruh terhadap tingkat pertumbuhan pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan uji F-statistik yang menunjukkan bahwa variabel Keunggulan (X1), Pelayanan (X2) dan Fasilitas (X3) secara bersama–sama berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pertumbuhan Pelanggan di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan.

Kata Kunci :     Tingkat Pertumbuhan Pelanggan, Pelayanan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS X MA SWASTA NUR IBRAHIMY  RANTAUPRAPAT TAHUN AJARAN 2015/2016

Rahma Muti’ah

Program Studi Pendidikan Matematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Labuhanbatu

Jln. Sisingamangaraja No. 126A, KM, 3.5 Aek Tapa Rantauprapat Kampus ULB

E-mail : r.muthea@yahoo.co.id

ABSTRAK

Persepsi siswa tentang kompetensi guru ini sangat diperlukan dalam pengajaran matematika dewasa ini, agar dapat semakin meningkatkan pemahaman siswa tentang makna matematika yang nantinya akan berpengaruh terhadap minat belajar matematika dan pada baiknya prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan penjabaran masalah diatas maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Kelas X MA Swasta Nur Ibrahimy Rantauprapat Tahun Ajaran 2015/2016”. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Berdasarkan hasil persamaan koefesien regresi linier berganda diperoleh Y = 6.223 + 1.541X1 + 1.233X2 + e. 2) F tabel = 1.84 sedangkan F  hitung 2.135  jadi F tabel lebih kecil dari F hitung, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru  dan prestasi belajar siswa  pada taraf kepercayaan 95% dan Alpha 5% dapat diterima. Selain itu untuk tingkat minat belajar siswa  F tabel = 1.84 sedangkan F hitung 15.331  jadi F tabel lebih kecil dari F hitung, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa  pada taraf kepercayaan 95% dan Alpha 5% dapat diterima. 3) Dari  hitung diatas dapat diketahui  sebesar 3.130  dengan t tabel sebesar 2.75, maka t tabel lebih kecil dari t hitung. Hipotesis ada pengaruh positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa dapat DITERIMA pada taraf signifikansi 0.05 atau kepercayaan H1 diterima 95%. Sedangkan  hitung diatas dapat diketahui  sebesar 10.913 dengan t tabel sebesar 2.75, maka t tabel lebih kecil dari t hitung. Hipotesis ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar  terhadap prestasi belajar siswa dapat DITERIMA pada taraf signifikansi 0.05 atau kepercayaan H2 diterima 95%. 4) Hasil output SPSS model Summary besarnya Adjusted R Square adalah 0.900. Hal ini berarti hanya 90% variabel persepsi siswa terhadap kompetensi guru dan minat belajar  dalam memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa  di kelas X MA Swasta Nur Ibrahimy Rantauprapat pada tahun ajaran 2015/2016 sedangkan sisanya  (100% – 90% = 10%) dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, persepsi siswa terhadap kompetensi guru, fasilitas belajar, dukungan orangtua dan lain-lain.

Kata Kunci : Kompetensi Guru dan Sikap Terhadap Matematika

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

ANALISIS KESULITAN BELAJAR PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI SMP ABDI

NEGARA ASAM JAWA

Nurhakima Ritonga

Dosen STKIP Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan mengetahui kesulitan belajar pada materi pokok sistem pernapasan manusia di SMP Abdi Negara Kelas VIII Tahun Pembelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juni s/d 8 Juni 2016 SMP Abdi Negara Asam Jawa kec Torgamba Kab. Labuhanbatu Selatan. Populasi adalah kelas VIII yang terdiri dari 2 lokal dan yang di jadikan sampel adalah seluruh kelas VIII  sebanyak 70 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket sebanyak 20 soal dan tes diagnostik sebanyak 20 soal. Data dari menggunakan tes diagnostik mengenai tingkat kesulitan belajar siswa di SMP Abdi Negara yaitu niali siswa bervariasi ada yang tingkat kesulitannya rendah dan ada yang tingkat kesuliatannya sedang yaitu 100-60 dengan kategori rendah dan sedang. Sedangkan dengan menggunakan angket nilai rata-rata siswa yaitu 76.82 artinya selalu terdapat kesulitan belajar dalam pembelajaran biologi di SMP Abdi Negara kelas VIII

Kata Kunci : Analisis Kesulitan Belajar, Kesulitan Belajar

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

PEMBERDAYAAN  SUMBERDAYA MANUSIA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA 

Yanhar Jamaluddin

yanharja-ii@uisu.ac.id

 Dosen tetap FISIP Universitas Islam Sumatera Utara – Medan, dan sedang menempuh studi program Doktor pada bidang Ilmu Administrasi Publik Universitas Padjadjaran – Bandung

ABSTRAK

BPD merupakan lembaga perwakilan dari penduduk desa, yang akan menentukan keberlangsungan dan keberwujudan pemerintahan Desa yang demokratis, partisipatif, transparan dan akuntabel. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berfungsi Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa ; Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan ; Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.  BPD dalam melaksanakan fungsinya BPD belum menunjukkan peran yang optimal, disebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia BPD. Oleh karena-nya pemberdayaan atau penguatan aspek sumberdaya manusia BPD sangat diperlukan. Strategi pemberdayaan aspek sumberdaya manusia Badan Permusyawaratan Desa, dapat dilakukan dengan cara Mengembangkan kompetensi, Meningkatkan pengetahuan, Pengembangan sikap / prilaku, Menumbuhkan motivasi, dan Menerapkan penilaian kinerja. Untuk menjamin berhasilnya pelaksanaan strategi tersebut harus diperhatikan faktor kepemimpinan,  organisasi, dan  sumberdaya manusia serta  keterlibatan  pihak luar.

Kata Kunci :     Pemberdayaan, Sumberdaya Manusia, Badan Permusyawaratan Desa

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

MOTIVASI HIJRAHNYA RASULULLAH MUHAMMAD SAW DARI MAKKAH KE MADINAH 

Abdul Hakim

NIP. 195512111984031002

Staf pengajar Kopertis Wil.I dpk FKIP-UISU Medan

ABSTRAK

Secara etimologi hijrah, bermakna berpindah tempat atau suasana yang tidak baik kepada yang lebih baik. Sedangkan secara terminology adalah; Perpindahan Rasulullah Muhammad saw. bersama pengikutnya dari Kota Mekkah ke Kota Yasrib yang sekarang Kota Medinah yang di laksanakannya pada tahun 622 M yaitu tiga belas tahun selepas Rasulullah Muhammad saw. diutus Allah menjadi Rasul-Nya. Hijrahnya Rasulullah Muhammad saw. akibat ketidak senangan kaum Quraisy Mekkah terhadap dakwah yang dilakukan Rasulullah saw. yaitu; mengajak masyarakat untuk merubah sikap mental penyembahan dari menyembah berhala kepada menyembah Allah swt. mentauhidkan Allah, yaitu satu-satunya Tuhan yang patut disembah yang lainnya tidak pantas. Program mentauhidkan Allah (monoteisma) ini merupakan sikap hidup (tauhid) para nabi-nabi terdahulu sejak nabi Adam as, sampai nabi Isa as. Artinya bahwa Muhammad Rasulullah saw. berjuang untuk melanjutkan atau melestarikan sikap tauhid para rasul sebelumnya. Oleh sebagian masyarakat Quraisy Mekkah tidak menerima dan menentang dakwah Rasulullah saw. ini, karena mereka adalah penyembah berhala. Berbagai cara pendekatan kaum Quraisy untuk menghadang dakwah Rasulullah saw. agar meninggalkan dakwahnya, namun Rasulullah saw. menyatakan dalam perjuangannya, bahwa menyembah berhala itu tidak sesuai dengan sembahan yang diperintahkan Allah dan para nabi yang mendahuluinya. Akibatnya muncul berbagai tindakan yang mengancam kehidupan Rasulullah saw. beserta sahabatnya, mulai dari teror mental (fitnah, caci-maki, pelemparan kotoran) embargo ekonomi (makanan  minuman, jual beli dll) politik (adanya putusan kaum musyrik untuk membunuh Rasulullah saw.) dan banyak hal yang membuat Rasulullah saw. tidak nyaman hidup di Negeri Makkah saat itu. Dari sekian banyak teror tersebut, Rasulullah saw. tidak pernah berucap  dari dirinya untuk membumi hangaskan masyarakat Makkah, ia hanya bersikap sabar. Dari kondisi yang demikian konflik yang dihadapi Rasulullah saw. akhirnya turun perintah Allah agar beliau dan para sahabatnya supaya berhijrah ke Medinah al-Munawwarah. Perintah Allah ini mereka laksanakan dengan penuh yakin dan sabar sampai pada tujuan. Masyarakat Madinah ternyata sudah menanti kedatangan beliau beserta sahabatnya, mereka menyambut Rasulullah dengan ungkapan syair: Telah datang pemimpin yang kami dambakan, yang dapat memberikan kenyamanan dan kemakmuran bagi kami  dst. Maka oleh Rasulullah Muhammad saw. sampailah ia dengan para sahabatnya di Kota Madinah. Dan dari Madinah ini Rasulullah saw. memulai kembali dakwahnya mengajak manusia menyembah Allah swt. mentauhidkan Allah, tidak ada Tuhan selain Allah. Oleh masyarakat Madinah dengan senang hati semua menerimanya. Rasulullah Muhammad saw.pun merubah nama dari Kota Yasrib menjadi Kota Madinah al-Munawwarah, sampai sekarang, dan dari Kota Madinah inilah Islam terpancar ke seantero dunia ini. Subhanallah.

Kata Kunci : Hijrah, Berjuang

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

THE SIGNIFICANCE OF LITERATURE IN ENGLISH LEARNING PROCESS 

Sri Wulan

Faculty of Literature Islamic University of North Sumatra

swulan@gmail.com 

ABSTRAK

Bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang. Mereka tidak dapat dipisahkan. Belajar bahasa berarti bersandar sastra secara otomatis. Jadi, bahasa Inggris sebaiknya dipelajari tidak hanya sebagai bahasa tetapi juga sebagai bagian dari sastra. Dalam belajar satra, ada banyak keuntungan baik bagi siswa ataupun bagi proses belajar itu sendiri. Menurut Collie and Slater (1990) dan Maley (1989), ada beberapa alasan pentingnya belajar sastra. Melalui karya sastra, siswa tidak hanya belajar membaca tetapi juga belajar menafsirkan dan ketrampilan menggunakan bahasa. Ini berarti belajar sastra pada proses belajar bahasa Inggris membuat siswa tidak hanya mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, tetapi juga terampil untuk menafsirkannya sebagai elemen estetika dalam interaksi sosial. Kesimpulannya, belajar sastra dalam proses belajar – mengajar bahasa Inggris sangat penting mengingat betapa banyaknya manfaat yang diperoleh..

Kata Kunci :     Sastra Inggris, Belajar Bahasa, Manfaat, Belajar Bahasa Inggris

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN HANDOUT DAN JOB SHEET PADA PEMBELAJARAN MATERI SADARI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2014 

Eliya Wardayani

Staf Pengajar Akademi Kebidanan Sentral Padangsidimpuan

ABSTRACT

To find out the the effective usage of Handout and jobsheet in learning subject SADARI towards students’ learning result at AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN. This study were using pre experiment design with one group  pre test post test. The sample of population in this study is all   the students of D-3 midwifery program at AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN and the data gained by purposive sampling technique 40 students in the 2nd semester. Data were collected from the pre test and post test then analyzed by one way different test and Duncan test. This study shown that there was a significant improvement of learning result by using handout and job sheet 198.90% (56.97), job sheet 135.51% (47,43), hand out 116,60% (34,98) while without handout and job sheet 136,4% (33.83). The use of handout and job sheet (p,0.05) was significantly increase the students’ learning result. In teach subject which put stress on Psychomotoric such as SADARI lesson, the use of job sheet is more effective than hand out on increasing students learning result.

Keyword: Effectivity, Hand Out,  Job Sheet, Learning Result

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 LAHEWA KECAMATAN LAHEWA KABUPATEN NIAS UTARA 

Agusman Zebua

SMP Negeri 1 Lahewa

Kecamatan  Lahewa Kabupaten Nias Utara

ABSTRAK

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kehadiran dan Kinerja Guru di Smp Negeri 1 Lahewa Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara. Penelitian di-laksnakan di SMP Negeri 1 Lahewa Kabupaten Nias Utara. Pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dengan jumlah 30 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kehadiran dan kinerja guru adalah mencapai angka 82,55%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: kepemimpinan kepala sekolah ber-pengaruh signifikan terhadap kehadiran dan kinerja guru hal ini dibuktikan dengan mencapai angka 82,55%.

Kata Kunci :     Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kehadiran, Kinerja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS DI DESA PERTUMBUKEN KECAMATAN BARUSJAHE KABUPATEN KARO TAHUN 2015

Harry Dito Meliala

Dosen tetap Yayasan Arta Kabanjahe

ABSTRAK

Pada masa remaja terjadi proses pertumbuhan jasmani, dengan cara memberikannya masukan kehidupan yang suram dan terang, suasana yang lebih menantang dan memberontak suasana yang membawakannya pada kepatuhan dan kedisplinan serta suasana yang membawanya pada pengakuan ekstensi dan kemandirian. Masa remaja dikenal dengan masa perkembangan menuju kematangan jasmani, seksualitas, pikiran, dan emosiaonal, begitu juga masa remaja sering disebut sebagai masa dimana terjadinya berbagai perubahan pada manusia, baik perubahan jasmani, seksualitas, pikiran, kedewasaan, maupun sosial. Kesiapan adalah  keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban didalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi remaja dengan kesiapan menghadapi masa pubertas. Desain yang digunakan cross sectional dimana populasi adalah remaja putri yang pubertas di Desa Pertumbuken Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo sejumlah 30 responden. Besar sampel adalah 30 responden melalui accedental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari responden menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diambil dari kepala desa. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi- Square . Hasil analisa didapatkan bahwa remaja putri yang memiliki pengetahuan baik 2 (6,7%) yang berpengetahuan cukup 15 (50%) dan  yang ber-pengetahuan kurang 13 (43,3%) hasil uji statistik Chi- Square diperoleh  yang berarti ada hubungan kesehatan reproduksi remaja dengan kesiapan menghadapi masa pubertas. Melihat hasil penelitian tersebut sebaiknya Petugas Kesehatan di Desa Pertumbuken, diharapkan untuk lebih berperan aktif memberikan informasi, masukan,penyuluhan dan serta saran dalam meningkatkan pemahaman perubahan fisik yang dialami anak pada pada masa  pubertas, sehingga remaja putri dapat memahami perubahan fisiknya ketika memasuki masa pubertas.

Kata Kunci    :  Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Kesiapan, Pubertas

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

PENGARUH JUMLAH PENGUSAHA KENA PAJAK DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN KOTA

Farida Khairani Lubis

Dosen Fakultas Ekonomi UISU, Medan

ABSTRAK

Setiap kantor pelyanan pajak selalu berupaya untuk meningkatkan penerimaan pajak pertambahan nilainya, tidak terkecuali kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota. Salah satu caranya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada para pengusaha kena pajak yang sudah terdaftar dan menjelaskan pentingnya surat pemberitahuan masa untuk pengusaha kena pajak sebagai sara pertanggungjawaban pelaporan dan pembayaran pajaknya. Dan dalam data tiga tahun yang didapat, penerimaan pajak pertambahan nilai di Kantor Pelayanan Pajak Prtama Medan Kota cenderung meningkat tiap tahunnya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linier berganda dengen penerimaan pajak pertambahan nilai sebagai variabel dependennya dan variabel independennya yaitu jumlah pengusaha kena pajak dan surat pemberitahuan masa. Setelah diuji dengan asumsi klasik, hasilnya menunjukkan data terdistribusi secara normal dan tidak ada penyimpangan. Dan dari hasil uji simultan (uji-f), variabel jumlah pengusaha kena pajak dan surat pemberitahuan masa secara bersama – sama berpengaruh secara positif terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai. Dan dari uji parsial (uji-t), variabel jumlah pengusaha kena pajak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai sedangkan variabel surat pemberitahuan masa berpengaruh sevara signifikan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai.

 Kata Kunci : Jumlah Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan Masa, Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) 

Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Medan

ABSTRAK

Gapoktan adalah gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usahatani bagi anggotanya dan petani lainnya. Pengembangan Gapotan dilatar belakangi oleh kenyataan kelemahan aksesibilitas petani terhadap berbagai kelembagaan layanan usaha, misalnay lemah terhadap lembaga keuangan, terhadap lembaga pemasaran, terhadap lembaga penyedia produksi pertanian serta terhadap sumber informasi. Seiring dengan perkembangan dan perubahan kepemimpinan di pemerintahan, maka kebijakan penguatan modal di bidang pertanian pun berubah untuk lebih baik. Tahun 2008, pemerintah melalui Departemen Pertanian RI mencanangkan program baru yang diberi nama Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), PUAP merupakan program kementrian pertanian bagi petani di pedesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup.

Kata Kunci : Agribisnis, Gapoktan, PUAP

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

KAJIAN KONDISI, POTENSI DAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Burhanuddin

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Email : Burhanmaga@gmail.com 

ABSTRAK

Ekosistem mangrove adalah tipe ekosistem yang khas terdapat disepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pantai-pantai yang datar, biasanya disepanjang sisi pulau yang terlindung dari angin atau dibelakang terumbu karang di lepas pantai yang terlindung. Masyarakat sekitar mangrove di sepanjang pantai timur Kabupaten Serdang Bedagai sejak lama telah memanfaatkan berbagai potensi mangrove yang ada di sekitar mereka. Pada umumnya mereka memanfaatkan mangrove untuk mendapatkan potensi ekonominya. Pemanfaatan tersebut umumnya berupa mencari kayu bakar dari hutan mangrove, tambak, kerajinan makanan dari mangrove, berupa kerupuk jeruju, dodol api-api, selai serepat dan sirup. Mangrove juga menjadi ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrient bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan (nursery ground) berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angin topan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah interusi air laut. Akibat kerusakan kawasan mangrove yang tinggi di wilayah pesisir pantai timur Kabupaten Serdang Bedagai ini dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain membuat hilangnya keanekaragaman hayati, berkurangnya produktivitas ekosistem sumber daya alam secara biologi, meningkatnya polusi, dan paling dirugikan adalah masayarakat sekitar pinggiran pantai (nelayan) dimana mata pencaharian mereka semakin menurun akibat ikan tangkapan sudah langka.

Kata Kunci :    Potensi, Pengembangan, Hutan Mangrove

Full Text : PDF

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 4 No. 2, Edisi Juli – Desember 2015, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on May 12, 2017 in Publikasi, Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 4 No. 2, Edisi Juli – Desember 2015, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PENEREPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII-4 SMP NEGERI 1 PANGKATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Maidun Saragih

SMP Negeri 1 Pangkatan

Jalan Pendidikan No. 34 Kampung Padang Pangkatan, Labuhan Batu

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan ketuntasan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial pada pembelajaran IPS Terpadu materi pokok kegiatan ekonomi masyarakat di kelas VII-4 SMP Negeri 1 Pangkatan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan dua pertemuan pembelajaran setiap siklusnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-4 SMP Negeri 1 Pangkatan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) ketuntasan hasil belajar IPS Terpadu siswa meningkat  dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pem-belajaran naik sebesar 51%. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 66 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 36% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 85 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi  87%, dan berhasil memberikan ke-tuntasan hasil belajar secara klasikal; 2) aktivitas belajar IPS terpadu siswa meningkat  dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial pada Siklus I aktivitas menulis danmembaca 39%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 19%, bertanya kepada guru 6%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Pada Siklus II antara lain  menulis dan membaca 32%, mengerjakan LKS 41%, bertanya sesama teman 18%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 4%.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Inkuiri Sosial

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA SIANTAR HOTEL PARAPAT

Ester Mawar Siagian

Dosen Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen,

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli.

Email: estermawar@yahoo.co.id.

 ABSTRAK

Kompensasi yang rendah menye-babkan berbagai permasalahan dalam perusahaan diantaranya rendahnya loyalitas karyawan. Loyalitas karyawan yang rendah ditunjukkan oleh tingginya tingkat absensi, moral dan disiplin kerja yang rendah serta rendahnya semangat dan kegairahan kerja. Kompensasi yang tepat dapat menciptakan prestasi kerja dan kepuasan kerja sehingga pada akhirnya akan dapat menimbulkan loyalitas pada karyawan. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh Kompensasi tidak langsung terhadap Loyalitas karyawan pada Siantar Hotel Parapat ?” penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana “Pengaruh Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Loyalitas Karyawan Pada Siantar Hotel Parapat. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik sampling jenuh, yaitu jumlah populasi sama dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil pengujian hipotesis diketahui melalui uji t sebesar 2,379 (thitung)>2,069 (ttabel)  diambil kesimpulan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompensasi tidak langsung (X) terhadap loyalitas karyawan (Y) pada Siantar Hotel Parapat.

Kata Kunci : Kompensasi, Loyalitas Karyawan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 

PERBAIKAN KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn PADA MATERI POKOK GLOBALISASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS IX  SMP NEGERI 4 SATU ATAP BILAH BARAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Junaidi

SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat

Desa Sibargot Kecamatan Bilah Barat, Labuhan Batu

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir siswa dengan menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah dalam pembelajaran PKn pada materi pokok globalisasi di kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) penerapan model pembelajaran berdasar-kan masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa dalam pem-belajaran PKn pada materi pokok globalosasi di kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat terbukti pada  Formatif I menunjukkan rata-rata 74 dengan ketuntasan 45% dan  pada Formatif II menunjukkan rata-rata 87 dengan ketuntasan klasikal 90% sehingga terjadi peningkatan 45%; 2) penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa pada materi pokok globalosasi di kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat. Hal ini digambarkan melalui aktivitas belajarnya menurut pengamatan pada Siklus I antara lain menulis dan membaca 39%, mengerjakan LKS 33%, bertanya sesama teman 8%,   bertanya kepada guru 17% dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%. Sedangkan pada Siklus II antara lain menulis dan membaca 33%, mengerjakan LKS 40%, bertanya sesama teman 16%, bertanya kepada guru 11%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 2%.

Kata Kunci   :  Keterampilan Berpikir, Pembelajaran Berdasar-kan Masalah

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PERBANDINGAN  PENDAPATAN PETANI IKAN MAS (CYPRINUS CAPRIO) ANTARA PAKAN PABRIKAN DENGAN PAKAN CAMPURAN JAGUNG

 Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor

 ABSTRAK

Ikan dapat memenuhi kebutuhan makannya dengan pakan yang tersedia di alam, dalam hal ini ikan mempunyai kesempatan untuk memilih, oleh karena itu pakan yang berasal dari alam selalu sesuai dengan selera ikan. Dalam lingkungan budidaya, ikan lebih ter-gantung pada pakan buatan. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan formasi tertentu berdasarkan pertim-bangan kebutuhannya. Pembuatan pakan sebaknya didasarkanpada pertimbangan kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku dan nilai ekonomis. Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada hewan ternak (baik berupa bahan organik maupun anorganik). Pakan campuran/jagung adalah pakan yang diberikan kepada hewan ternak khususnya ikan mas, yang dapat membuat efesiensi terhadap budidaya ikan mas, khususnya dalam permodalan karena jagung dapat dicampurkan dengan pakan lainnya. Kendala-kendala yang didapat para petani ikan mas terhadap sumber pakan adalah pakan pabrikan yang sulit di dapat di desa Tanjung Mulia, harga pakan yang naik dari harga RP 6000 hingga Rp 7000,- sampai ke desa Tanjung Mulia, Transportasi yang jauh terhadap simpangan jalan, dan juga pengetahuan petani ikan mas tentang pakan minim.

Kata Kunci : Pakan, Ikan Mas, Nilai Ekonomis

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU MELALUI MODEL QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS VIII-D SMP NEGERI 1 BILAH BARAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Jonny Nababan

SMP Negeri 1 Bilah Barat

Jalan Gunung Raya Desa Tebing Linggahara Baru, Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep IPA Terpadu dan aktivitas belajar siswa pada materi pokok cahaya dengan menerapkan model quantum teaching di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Penelitian di-laksanakan di SMP Negeri 1 Bilah Barat pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII-D tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) penguasaan konsep cahaya siswa meningkat dengan menerapkan model quantum teaching pada formatif I menunjukkan rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 50% dan formatif II menunjukkan rata-rata 81 dengan ketuntasan klasikal 88% atau mencapai ketuntasan secara kalsikal dan terjadi peningkatan 38%; 2) aktivitas belajar siswa meningkat dengan me-nerapkan model quantum teaching pada Siklus I aktivitas  menulis dan membaca 18%, mengerjakan LKS 66%, bertanya sesama teman 14%, bertanya kepada guru 3%, dan kegiatan yang tidak relevan 0%. Pada siklus II aktivitas  menulis dan membaca 10%, mengerjakan LKS 74%, bertanya sesama teman 3%, bertanya kepada guru 13%, dan kegiatan yang tidak relevan 0%.

Kata Kunci       :           Penguasaan Konsep, Quantum Teaching

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA

SISWA PADA MATERI POKOK GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII-1 SMP NEGERI 2

PANAI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Indera Yuda Sungkowo

SMP Negeri 2 Panai Tengah

Jalan Sei Jambu, Desa Selat Beting Panai Tengah, Labuhan Batu

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pem-belajaran inkuiri di kelas VII-1 SMP Negeri 2 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Panai Tengah pada bulan Februari sampai Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-1 SMP negeri 2 Panai Tengan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) aktivitas belajar matematika siswa meningkat dengan menggunakan model pem-belajaran inkuiri di kelas VII-1 SMP Negeri 2 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015; 2) ketuntasan hasil belajar matematika siswa meningkat dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri di kelas VII-1 SMP Negeri 2 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015.

Kata Kunci       : Aktivitas Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn SISWA PADA MATERI POKOK HAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DI KELAS VII-9 SMP NEGERI 1 RANTAU UTARA

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Amri

SMP Negeri 1 Rantau Utara

Jalan Majapahit No. 19, Rantauprapat

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar PKn siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division pada materi pokok HAM di kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini ber-bentuk penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang setiap siklusnya terdiri  dari dua pertemuan pembelajaran. penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Rantau Utara mulai bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan;              1) aktivitas belajar PKn siswa kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015 meningkat dengan penerapan model pembelajaran ko-operatif tipe student team achievement division; 2) ketuntasan hasil belajar PKn siswa kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015 me-ningkat dengan  menerapkan model  pem-belajaran  kooperatif tipe student team achievement division.

Kata Kunci :     Aktivitas Belajar, Student Team Achievement Division

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) TERHADAP 

APLIKASI PUPUK P DAN B

Adriani S. A. Siahaan

Mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Ilmu Pertanian

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk menge-tahui pengaruh pemberian aplikasi pupuk P dan B terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan, masing-masing 6 taraf pemberian pupuk P yaitu : P0 = 0 kg/ha (kontrol), P1 = 937 kg NPK/ha, P2 = 750 kg SS/ha, P3 = 577 kg RP/ha, P4 = 420 kg SP-36/ha, P5 = 326 kg TSP/ha serta 2 taraf pemberian B yaitu : B1 = 1 ppm B (18 kg borak/ha = 5 g borak/plot), B2 = 2 ppm B (36 kg borak/ha = 10 g borak/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai macam pupuk P dengan taraf 326 kg TSP/ha (P5), menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST; diameter batang umur 2, 4 dan 6 MST; luas daun; produksi jagung berkelobot tanaman sampel; produksi jagung tanpa kelobot perplot sebesar 4,86 kg/plot(setara 40,86 ton/ha). Pemberian pupuk B pada tanaman dengan konsentrasi 2 ppm yang di-aplikasikan 3 kali, menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman, namun produksi jagung tanpa kelobot perplot sebesar 4,40 kg/plot (setara 44,00 ton/ha). Interaksi pemberian berbagai macam pupuk P dan B menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap semua peubah amatan yang dipelajari, baik pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis.

Kata Kunci : Jagung Manis, Pupuk P, Pupuk B

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP INDUKSI ELEKTROMAGNETIK SISWA KELAS XII IPA-2 SMA NEGERI 1

KUALUH HILIR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Dedi Prayana

SMA Negeri 1 Kualuh Hilir

Jalan Pasar Bilah Kampung Mesjid, Labuhanbatu Utara

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk me-ningkatkan penguasaan konsep dan aktivitas belajar fisika siswa pada materi pokok induksi elektroomagnetik meng-gunakan model pembelajaran kooperatif tipe goup investigation di kelas XII IPA-2 semester ganjil SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015. Berdasarkan pada tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini yang ditempuh dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA-2 SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 32 siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kualuh Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat mening-katkan penguasaan konsep induksi elektromagnetik siswa kelas XII IPA-2 semester ganjil SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015; 2) model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XII IPA-2 semester ganjil SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015.

Kata Kunci :     Penguasaan Konsep, Goup Investigation

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) INDOLEBUTYRIC ACID (IBA) TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN JERUK

 Arta Junita Hutahayan

Dosen Tetap Yayasan, Fakultas Pertanian

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli,

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui pengaruh konsentrasi dan Lama perendaman zat pengatur tumbuh (ZPT) indolebutyric  acid (IBA) terhadap per-tumbuhan stek tanaman jeruk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama Konsentrasi ZPT IBA terdiri dari 4 taraf yakni B0= 0 ml/liter air, B1= 0,1 ml/liter air, B2 = 0,2 ml/liter air, B3= 0,3 ml/liter air dan faktor kedua Lama Perendaman ZPT IBA terdiri dari 4 taraf yakni P0= 0 jam,  P1= 10 jam,   P2= 17 jam, P3 = 24 jam sehingga diperoleh kombinasi perlakuan berjumlah 16 dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  konsentrasi ZPT IBA berpengaruh sangat  nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas, panjang akar, berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan. Lama perendaman ZPT IBA berpengaruh sangat  nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas, panjang akar, berpengaruh tidak nyata terhadap persentase pertumbuhan. Interaksi perlakuan konsentrasi ZPT IBA  dan lama perendaman ZPT IBA berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas dan persentase pertumbuhan dan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar.

Kata Kunci : Jeruk,  ZPT Indole Butyric Acid (IBA)

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SEGI EMPAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATU ATAP PANAI HILIR

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Rusdin Tumanggor

SMP Negeri 3 Satu Atap Panai Hilir

Jalan Besar Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui peningkatan penguasaan konsep segi empat siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Panai Hilir tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Panai Hilir tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan penguasaan konsep segi empat siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran naik sebesar 61%. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 68 dengan ketuntasan pem-belajaran sebesar 27% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 75 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi 88%, sehingga berhasil memberikan ketuntasan penguasaan konsep secara klasikal; 2) pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan aktivitas belajar segi empat siswa, terbukti pada Siklus I aktivitas menulis dan membaca 39%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 19%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan pada Siklus II aktivitas  menulis dan membaca 33%, mengerjakan LKS 37%, bertanya sesama teman 19%, bertanya kepada guru 7%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 4%.

Kata Kunci :     Penguasaan Konsep, Pembelajaran Matematika Realistik

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI POKOK NORMA DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS VII-B SMP NEGERI 3 SATU ATAP BILAH BARAT

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Sejahtera Tarigan

SMP Negeri 3 Satu Atap Bilah Barat

Jalan Besar Padang Laut Km.12 Desa Batu Bujur Bilah Barat, Labuhan Batu

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang norma dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn setelah menerapkan model pembelajaran debat selama kegiatan belajar mengajar di kelas VII-B SMP Negeri 3 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan Mei 2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-B SMP Negeri 3 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian me-nunjukkan; 1) pemahaman siswa tentang norma dalam pembelajaran PKn me-ningkat dengan menerapkan model pembelajaran debat pada Formatif I me-nunjukkan rata-rata 75 dengan ketuntasan kalsikal 68% dan pada Formatif II me-nunjukkan rata-rata 89 dengan ketuntasan klasikal 88% atau terjadi peningkatan 20%, data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKM Pendidikan Kewarganegaraan; 2) aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn me-ningkat dengan menerapkan model pem-belajaran debat pada Siklus I aktivitas membaca dan menulis 38%, mengerjakan LKS 31%, bertanya sesama teman 21%,   bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan pada Siklus II aktivitas  membaca dan menulis 31%, mengerjakan LKS 36%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%.

Kata Kunci    :  Model Pembelajaran Debat, Pemahaman Norma

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN DI KELAS IX-5 SMP NEGERI 9 TANJUNGBALAI 

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Umi Kalsum

SMP Negeri 9 Tanjungbalai

Jalan Sei Agul Kelurahan Sei Raja Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui peningkatan keterampilan berbicara dan aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token di kelas IX-5 SMP Negeri 9 Tanjungbalai tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung selama dua siklus dengan dua kegiatan belajar mengajar setiap siklusnya. Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari 2015 sampai dengan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IX-5 SMP Negeri 9 Tanjungbalai yang berjumlah 28 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris siswa meningkat dengan  menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan rata-rata 68 dan 85, dari data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKM dengan ketuntasan klasikal 50% dan 85% atau ketuntasan klasukal tercapai pada Siklus II dengan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 35%; 2) aktivitas belajar bahasa Inggris siswa meningkat dengan me-nerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token dengan aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus I antara lain menulis dan membaca 36%, mengerjakan LKS 34%, bertanya sesama teman 18%, bertanya kepada guru 6%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 6%. Sedangkan data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain menulis dan membaca 35%, bekerja 36%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 4%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 4%.

Kata Kunci       : Keterampilan Berbicara, Time Token

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

SELF-DEVELOPMENT THROUGH SELF-OBSERVATION FOR TEACHER OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE

Susi Eka Lestari

Faculty of Literature

Islamic University of North Sumatra, Medan

lestarie20@yahoo.com

ABSTRACT

This research is a literature research discussing self-development through self-observation for teacher of English as foreign language. Karaaslan (2003: 30-33) said that self-development is very important if we want to be professional teachers. Richards (2007: 12) said that observation is done by visiting a class to observe different aspects of teaching. This research is aimed to find a new paradigm for teachers of English as foreign language. Hopefully, the finding of this research will give significant contribution to those whose profession is English teacher. There is a new paradigm found by this research. It is cycling process of self-development through self-observation.

Key words     : Teacher, Development, Observation, Cycling

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PERBAIKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI POKOK HIMPUNAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DI KELAS VII-5 SMP NEGERI 1 RANTAU SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Sugiarto

SMP Negeri 1 Rantau Selatan

Jalan Ki Hajar Dewantara No. 127, Rantauprapat

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar matematika siswa pada materi pokok himpunan selama mengikuti pembelajaran dengan me-nerapkan model pembelajaran problem posing di kelas VII-5 SMP Negeri 1 Rantau Selatan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua kegiatan belajar mengajar setiap siklusnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-5 SMP Negeri 1 Rantau Selatan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 42 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) model pem-belajaran problem posing dapat me-ningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pokok himpunan dengan aktivitas siswa menurut pengamatan pengamat pada Siklus I antara lain  menulis dan membaca 38%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 20%,   bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain  menulis dan membaca 32%, mengerjakan LKS 40%, bertanya sesama teman 18%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%; 2) model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan ketuntasan pembelajaran siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran naik sebesar 38%. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 68 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 52% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 83 dengan ketuntasan pem-belajaran naik menjadi  90%, dan berhasil memberikan ketuntasan hasil belajar secara klasikal.

Kata Kunci   : Aktivitas Belajar, Problem Posing

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN KETERAMPILAN EKPRESI SENI MEMATUNG SISWA MELALUI METODE EKSPRESI BEBAS DI KELAS IX-4 SMP NEGERI 1 PANAI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

   Darmina Br Perangin-Angin

SMP Negeri 1 Panai Tengah

Jalan K.H. Agus Salim Labuhan Bilik, Labuhan Batu

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ekspresi seni mematung dan aktivitas belajar siswa kelas IX-4 SMP Negeri 1 Panai Tengah tahun pelajaran 2013/2014 melalui metode ekspresi bebas. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Tempat penelitian adalah SMP Negeri 1 Panai Tengah dengan subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IX-4 SMP Negeri 1 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015 yang ber-jumlah 38 siswa. Dalam penelitian ini aktivitas belajar siswa diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa diperoleh melalui tes keterampilan me-matung setiap akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) keterampilan siswa dalam ekpresi seni mematung meningkat dengan menerapkan metode  pembe-lajaran ekspresi bebas dengan nilai pada Siklus I dan Siklus II menunjukkan rata-rata 77 dan 85, dari data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKM dengan ketuntasan klasikal 68% dan 87% atau ketuntasan klasikal tercapai pada Siklus II dengan peningkatan 19%;             2) aktivitas belajar siswa meningkat metode pembelajaran ekspresi bebas menurut pengamatan pada Siklus I antara lain mengerjakan 42%, bertanya sesama teman 31%,  bertanya kepada guru 13%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 14%, sendangkan aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara mengerjakan 55%, bertanya sesama teman 33%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan kegiatan belajar mengajar 3%.

Kata Kunci       : Ekspresi Seni Mematung, Metode Ekspresi Bebas

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PROMOSI DAN TINGKAT SUKU BUNGA  TERHADAP LAYANAN DEPOSITO, STUDI KASUS DI PT BANK RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA CABANG MEDAN

Takiyuddin1) dan Abdurrozzaq Hasibuan2)

1) Dosen STIE Nusa Bangsa Medan

2) Dosen Fakultas Teknik Prodi. Teknik Industri UISU Medan

ABSTRAK

Layanan Deposito Rabobank International Indonesia adalah produk simpanan di PT Bank Rabobank International Indonesia, penyetoran dan penarikana dapat dilakukan pada waktu tertentu Promosi merupakan alat bauran pemasaran, meliputi semua kegiatan yang dilakukan PT Bank Rabobank International Indonesia untuk mem-promosikan produk kepada nasabah meliputi  iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung sebagai biaya promosi setiap triwulan. Tingkat suku bunga adalah tingkat prosentase besarnya bunga deposito yang diberikan kepada nasabah, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  promosi dan besarnya tingkat suku bunga berpengaruh positif terhadap perolehan layanan deposito.

Kata Kunci :     Promosi, Tingkat Suku Bunga, Layanan Deposito

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

FAKTOR RISIKO PENYEBAB KEJADIAN GIZI LEBIH PADA MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN AGATHA YAYASAN VALA AGATHA PEMATANG SIANTAR TAHUN 2013

 Mostro Mijoyo Ambarita

Dosen Akademi Kebidanan Agatha Pematang Siantar

 ABSTRACT

The prevalence of overweight and over-nutrition has rapidly increased throughout the world in the last few decades so that it is considered as the important problem in public health. In Indonesia, the prevalence of over-nutritionis increasing. Based on Indonesia Health Survey data in 2009, the prevalence of over-nutritionin adults in Indonesia has reached to 24.6%, while at Pematangsiantar, over-nutritionhas reached to 25.5%. The prevalence of over-nutritionat Midwifery AcademyAgatha was that of 338 students, 68 of them (20.1%) was over-nutrition(March, 2014). Over-nutritionin young adults is correlated with the risk of the incidence of over-nutritionin the students of Akbid Agatha, Pematangsiantar, in 2014. The objective of the research was to find out the influence of nutrition intake (energy, fat, and fiber) and physical activity on the incidence of over-nutritionin the students of Midwifery Academy Agatha, Pematangsiantar. The research used case-control design. The population was 68 students at Midwifery AcademyAgatha in the academic year of 2011, 20123, and 2013 with the average age of 17 to 25; 44 of them were in the case samples and the other 44 students were in the control samples., taken by using systematic random sampling technique. The data were gathered by using an analytic survey with matched case-control approach. The gathered data were analyzed by using univatriate analysis, bivatriate analysis, and multivatriate analysis with chi square test and multiple logistic regression tests in order to determine the dominant factor which influenced the incidence of over-nutrition. The result of the research showed that the prevalence of over-nutritionin Midwifery AcademyAgatha was 20.1%. Energy intake, carbohydrate intake,fat intake, fiber intake, and physical activity influenced the incidence of over-nutrition, while the history of family and protein intake did not have any influence on over-nutrition. It is recommended that the management of Midwifery Academy Agatha, Pematangsiantar, provide sports facility and implement nutrition counseling in order to decrease the prevalence of over-nutrition. The students should increase their physical activity and improve their eating pattern.

Keywords         :           Over-nutrition, Nutrition Intake, Physical Activity, Students

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

OUKUP DALAM PERAWATAN KESEHATAN IBU NIFAS PADA SUKU KARO DI BERASTAGI KABUPATEN KARO 

TAHUN 2014

Lidya Natalia Br Sinuhaji

Dosen Akademi Kebidanan Palapa Husada

ABSTRAK

Oukup, pengobatan tradiosional suku Karo yang memanfaatkan keaneka-ragaman jenis tumbuhan sebagai ramuan untuk kesehatan pasca melahirkan dan pengobatan berbagai jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul pengobatan tradisional oukup pada masyarakat etnis Karo, ramuan oukup, khasiat oukup, dan pengetahuan masyarakat Karo akan oukup. Manfaat yang dimiliki bervariasi pada setiap orang  dan terkait dengan pemahaman subjektif, oleh karena itu penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian yang memungkinkan penulis memahami permasalahan individu secara lebih mendalam dan kompleks, memberikan gambaran secara holistik, disusun dari kata-kata, mendapatkan informasi rinci yang diperoleh dari informan dan berada dalam setting alamiah. Dari hasil penelitian lapangan bahwa asal-mula oukup muncul ditengah-tengah masyarakat Karo sejak lebih dari 100 tahun lalu yang dibawa oleh guru sibaso yang mengetahui ramuan-ramuan pengobatan pada masyarakat etnis Karo dan terus berkembang serta diminati masyarakat Karo dalam menyembuhkan penyakit. Ada berbagai macam-macam penyakit yang bisa disembuhkan dengan oukup, yang dahulunya oukup ini hanya diperuntukkan untuk ibu-ibu yang baru melahirkan untuk menambah kesegaran dan stamina buat ibu-ibu yang baru melahirkan tersebut. Dengan demikian ramuan oukup sangatlah penting untuk dikembangkan karena mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan, disarankan agar pemerintah dapat memberikan standarisasi untuk ramuan oukup.

Kata Kunci :     Oukup, Pengetahuan, Perawatan pada Ibu Nifas, Manfaat Oukup Lainnya

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BIDAN DALAM PEMBERIAN VITAMIN K1 PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG LIMUN MEDAN TAHUN 2013

Juliana Munthe

Dosen Akademi Kebidanan Palapa Husada

ABSTRACT

Vitamin K is one of the important nutrients that are soluble in fat and given to newborns routinely to prevent hemorrhagic disease. Vitamin K is a co-factor in the coagulation and is produced by bacteria in the gut. Until intestinal colonization perfect, infants are at risk of bleeding. This study aims to determine the factors that affect midwives and the most dominant factor in the provision of vitamin K1 in newborns. This type of research is a cross-sectional survey method. The population is all midwives in the Work Area Health Center Medan Simpang Lemonade in 2013 as many as 35 people, and the entire population sampled. The data obtained through questionnaires with measures of vitamin K is to give and not give. Data were analyzed by univariate tests to describe the frequency distribution of each dependent variable (vitamin K1), the independent variable (timework, knowledge, attitudes, availability of vitamin K1, and government programs), Chi Square test to see how far their relationship each timework, knowledge, attitudes, availability of vitamin K1, and government programs variable with the vitamin K1 variable and multiple logistic regression to see the influence of the timework, knowledge, attitudes, availability of vitamin K1, and government programs variable on the vitamin K1variable together. The results showed that the length of service and knowledge affect the administration of vitamin K. Variables that most influence is the knowledge of the value of Exp B = 2,583 means that if a midwife has a good knowledge likely to give vitamin K by 24 than if the midwife had poor knowledge. Giving vitamin K that is not influential, attitude, availability vitmin K and government programs. Years of service and knowledge affect the vitamin K1 in newbornswith good knowledge of the skills in performing duties at the higher activities so that participation in the activities of midwives clinic, the better. Provide important socialization of its benefits and the effect of vitamin K1 in the newborn againts pregnant woman and working with commnuties through community leaders, religious leaders and decision makers.

Keywords :       Vitamin K1 Administration, Newborn, Midwives

Full Text : PDF

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 4 No. 1, Edisi Januari – Juni 2015, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on May 10, 2017 in Publikasi, Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 4 No. 1, Edisi Januari – Juni 2015, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PARTISIPASI IBU DENGAN KEJADIAN TBC PADA ANAK REMAJA DI TAPANULI TENGAH TAHUN 2014

 Benri Situmorang

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nauli Husada Sibolga (Stikes Nauli Husada)

ABSTRAK

Pada tahun 2006 cakupan imunisasi BCG di Kabupaten Lampung Selatan mencapai nilai absolut sebesar 27.600 (92%) dari target 100%. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan tahun 2005 yang mencapai 94%. Kemudian diketahui bahwa ber-dasarkan data yang ada di Profil Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2006 ditemukan sebanyak 819 anak <10 tahun menderita TBC, dari jumlah tersebut 703 orang diantaranya (86.56%) dapat diobati dan 573 orang (81.51%) dinyatakan sembuh (Dinkes Kabupaten Lampung Selatan, 2007). Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti tentang ” Hubungan Antara Status Gizi dan Partisipasi Ibu dengan Kejadian TBC pada Anak Remaja di Tapanuli Tengah Tahun 2014”. Jenis penelitian ini adalah bersifat korelatif dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi anak Sekolah Dasar yang terdapat di  Tapanuli Tengah berjumlah 158 orang. Hasil penelitian di atas diketahui bahwa karakteristik ibu berdasarkan usia mayoritas atau 46.8% adalah berusia 31-35 tahun, berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas atau 63.9% berpendidikan menegah (SMA sederajat) dan ber-dasarkan jenis pekerjaannya mayoritas atau 52.5% adalah sebagai wiraswasta. Berdasarkan hasil penelitian di atas diketahui bahwa sebagian besar status gizi Anak Remaja di Kabupaten Tapanuli Tengah atau 58.2% adalah dengan status gizi kurang. Berdasarkan hasil penelitian di atas diketahui bahwa 62% Anak Remaja tersebut mengalami TBC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan partisipasi ibu dengan kejadian TBC pada Anak Remaja di Kabupaten Tapanuli Tengah dimana hasil signifikansinya P < 0.05.

Kata kunci : TBC, Ibu, Remaja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI POKOK DEMOKRASI SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP SWASTA T.D PARDEDE FONDATION T.P  2014/2015

 Alimin Purba

Dosen Kopertis Wilayah I dpk pd. FKIP-UDA Medan

ABSTRACT

This study aims to determine the significant impact the use of cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) The subject matter of Learning Outcomes on Democracy Class VIII Private Junior Odd Semester TP TD Pardede Fondation 2014/2015 This study is a quasi-experimental study. The population in this study were all eighth grade students of SMP Private Odd Semester TP TD Pardede Fondation 2014/2015 consisting of two (2) classes. The study sample consisted of two classes (number of samples) is a class VIII-1 as an experimental class taught using Cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and VIII-2 as a control class taught using Direct learning model, each class consists of 25 students. The instrument used to determine student learning outcomes is the achievement test in the form of 20 multiple choice questions which consists of five options, the instrument has ujicobakan to students outside of the sample to determine the validity, reliability, distinguishing features and level of difficulty about. The average value of the pre-test for the experimental class is 6.48 with a standard deviation of 1.50 and a value – average pre-test for grade control 6:40 with a standard deviation of 1.58. From different test results to two classes pretest scores obtained t = 0.18 and table = 1.99. Because t <t table then this indicates that the ability of the two classes are the same initial. Furthermore, given the different treatment, after completion of learning held test and post-test results obtained scores – experimental class average was 15.40 with a standard deviation of 2.39 and the average score – average control group was 10.08 with a standard deviation of 2, 01. based on the statistical test (t test) obtained price t = 8.48 and t table = 1.71 at significance level a = 0.05 and df = 58 for t> t table (8.84> 1.71), then it shows that there is a significant effect of use of cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) the learning outcomes in class VIII Odd Semester in Topic Democracy Private school students TD Pardede Fondation TP 2014/2015

Keywords :  Effects of Learning Outcomes, Learning Model NHT

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGUKURAN STANDAR WAKTU KERJA UNTUK MENENTUKAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL

Miska Irani Tarigan

Manajemen Informatika

STMIK Kristen Neumann Indonesia di Medan

ABSTRAK 

Didalam pengukuran waktu kerja untuk menetapkan standar waktu kerja, dapat diketahui jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit produk, dengan demikian perusahaan akan dapat menentukan output optimal dan juga jumlah tenaga kerja, hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan efek-tivitas waktu kerja. Efektif dapat diartikan sebagai ke-mampuan suatu aktivitas untuk meng-hasilkan barang yang dibutuhkan. Efektivitas yang ingin dicapai oleh CV. JUDA PERDANA adalah dalam hal ketepatan waktu pengiriman pesanan, karena perusahaan melaksanakan ke-giatan produksinya berdasarkan pesanan (job order).

Kata Kunci :   Pengukuran Waktu, Efektivitas, Perkembangan Perekonomian.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN HASIL TANGKAPAN PADA BAGAN TANCAP DENGAN MENGGUNAKAN LAMPU CELUP BAWAH AIR DAN LAMPU PETROMAKS DI PERAIRAN PULAU BERAS BASAH KOTAMADYA BONTANG

Rosdianto

Dosen Program Studi Ilmu Kelautan,

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian, Kutai Timur

ABSTRAK

Terdapat perbedaan jumlah hasil tangkapan pada bagan tancap antara lampu celup bawah air dan lampu petromaks. Yakni 202,798kg untuk lampu petromaks, sedangkan untuk lampu celup 43,625kg. Penyebab perbedaan jenis dan jumlah ikan hasil tangkapan pada bagan tancap antara lampu celup bawah air dan lampu petromaks terletak pada perbedaan warna lampu yang digunakan dan intensitas cahaya yang masuk kedalam air. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan per-samaan regresi maka ditemukan hubungan hasil tangkapan pada kedua stasiun bagan yang berbeda dan pada lampu yang berbeda dengan hasil uji korelasi (r) = -0,035 untuk lampu celup bawah air dan -0,955 untuk lampu petromaks. Berdasarkan nilai tersebut menunjukkan Hubungan tidak erat.

Kata kunci :      Bagan tancap, Lampu celup, Lampu petromaks, Intensitas cahaya.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP KEPUTUSAN  PEMILIHAN MEREK PRODUK

Charles M Sianturi

Dosen Fisipol, Universitas HKBP Nommensen

E-mail :charlesm_sianturi@yahoo.com

 ABSTRACT

 The main purpuse of this study is to investigate the effects of  social factors on consumers decision to buy certain brands of tooth paste. Social factors are define as references group, family members, social class, and values. With 160 of respondents, and by using multi regression analysis, the results of data analysis shown that references (0.299);(t* 4.430 >t tabel 2.01), family members (0.376) ;  (t*5.342>t tabel 2.01), social class (0.190); (t* 3.162 >t tabel 2.01), and values (0.241); (t*4.017 >t tabel 2.01) have positively and significant effects on decision of buying tooth paste. Coeficients of regression indicated the family members has more significant effects on buying  decision of tooth paste. This study concluded that social factors partially or  whole (F*=218.252 > Ft=2.60; α=0.05; R=0.970) effects buying decision of product brands significantly.

Keywords : Social factors, Respondents, Regression

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH PERAN KADER DESA BERKUALITAS TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) Study Kasus di Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie

Muhammad Jamil

Dosen Yayasan Universitas Jabal Ghafur

Prodi Manajemen

 ABSTRAK

Peranan manajemen sumber daya manusia berhubungan dengan sistem rancangan formal dalam kegiatan PNPM untuk menentukan keefektifitas dan efesiensi dari bakat seseorang untuk mewujudkan sasarannya, manajemen sumber daya manusia disini adalah men-cakup perekrutan, pelatihan dan pengem-bangan. Fokus utama dari semua tersebut di atas adalah memberikan kontribusi pada suksesnya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mengambarkan kunci untuk me-ningkatkan kinerja organisasi adalah dengan memastikan aktivitas untuk men-dukung usaha organisasi yang berfokus pada produktivitas, pelayanan dan kualitas.

Kata Kunci : Manajemen, Sumber Daya Manusia, Desa Berkualitas

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

 HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 081234 KOTA SIBOLGA TAHUN 2014

Herlina

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nauli Husada Sibolga (Stikes Nauli Husada)

 ABSTRAK

Pengaruh makanan terhadap per-kembangan otak, apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan per-tumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil, dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi dengan prestasi Siswa Sekolah Dasar Negeri 081234 Kota Sibolga Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah bersifat korelatif dengan jenis rancangan cross-sectional dengan sampel 63 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan mendata seluruh siswa sekolah dasar kelas 1 dan 2 yang diambil masing-masing kelas 50% untuk kelas i dan 50% untuk kelas 2. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa Mayoritas siswa SD Negeri 081234 Kota Sibolga berstatus gizi berstatus gizi baik sebanyak 56 orang (89%) dan Mayoritas siswa SD Negeri 081234 Kota Sibolga berprestasi belajar baik sebanyak 56 orang (89 %). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan signifikan < 0.05 maka disimpul-kan bahwa dari 63 orang diperoleh menunjukkan Ada hubungan yang signifikan antara Hubungan Status Gizi dengan prestasi Siswa Sekolah Dasar Negeri 081234 Kota Sibolga Tahun 2014 dimana p <0,05 (p = 0,000). Dengan saran adalah program pemantauan gizi anak sekolah melalui UKS, sehingga dapat memberikan informasi dini kepada sekolah dan dapat segera mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya masalah gizi buruk. Apabila masyarakat setempat tidak mampu maka segera diteruskan ke kabupaten dan selanjutnya ke Propinsi.

Kata kunci :  Status Gizi, Prestasi Belajar, Anak Sekolah

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

 PENGGUNAAN MODEL VIGNETTE DALAM PENYUSUNAN MULTIPLE CHOICE QUESTION (MCQ) MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

Irpan Apandi Batubara1) dan Saiful Batubara2)

1) Dosen FKIP Universitas Muslim Nusantara Medan Jl. SM. Raja Km. 5,5 Medan

2) DosenFakultas Kedokteran UISU Jl. Karya Bakti Medan

ABSTRAK

Model Vignette test adalah salah satu bentuk pengembangan soal MCQ yang dipergunakan untuk berbagai penilaian yang bersifat konteks atau tingkat kompetensi seseorang. Soal MCQ yang disusun harus sesuai dengan sasaran kompetensi yang ingin diukur oleh pembuat test. Model soal vignette  sebagai pengembangan dari model soal MCQ, dalam soal tersebut terlebih dahulu diberikan suatu skenario singkat tentang konsep riil yang mungkin atau umum dijumpai di lapangan. Penilaian atas sejauh mana siswa memahami aturan-aturan yang ada dapat diukur melalui suatu  test dengan model Vignette.

Kata kunci : MCQ, Model Vignette Test

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY UNTUK MENGUKUR STATUS KESEHATAN MASYARAKAT

BERDASARKAN KECUKUPAN GIZI

 Nurwati

Dosen Tetap AMIK ROYAL Kisaran

Jl. Tuanku lmam Bonjol No. 179 Kisaran

www.royal.ac.id// Email :Stmik Royal@yahoo.co.id

ABSTRAK

Menentukan status kesehatan masyarakat bukan suatu hal yang mudah, perlu ketelitian Untuk mengetahui status kesehatan masyarakat harus pergi ke Rumah Sakit, bahkan Dokter Spesialis ahli gizi. Hal ini juga membutuhkan biaya yang cukup besar dan waktu yang lama dalam penanganannya. Untuk itu perlu dibangun sebuah aplikasi yang dapat memberikan inforrnasi kesehatan yang tepat dan akurat, dan dapat menyimpan data kesehatan masyarakat secara berkala agar dapat dipantau setiap saat.

Kata Kunci :     Logika Fuzy, Status Kesehatan Masyarakat, Gizi

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA PALUH KEMIRI KECAMATAN LUBUK PAKAM

Dini Lestrina1), Ida Nurhayati1), Oslida Martony1)

1)Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan

ABSTRAK

 Anemia menimbulkan dampak pada Wanita Usia Subur (WUS) seperti cepat lelah, menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas dan jika hamil akan melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR memerlukan perhatian dan pola asuh yang baik padahal ibu masih lemah. Pengetahuan mempengaruhi perilaku kesehatan, pengetahuan yang baik mempengaruhi peran WUS dalam penyelenggaraan makanan keluarga terutama pemilihan makanan yang mem-pengaruhi peningkatan kadar hemoglobin. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan kadar hemoglobin  pada WUS di Desa Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam, dilakukan pada Mei – Oktober 2013. Jenis penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan sebelum dan setelah perlakuan pada satu kelompok penelitian. Populasi adalah WUS berusia 20-35 tahun, sampel ditentukan dengan kriteria inklusi, sampel sebanyak 50 WUS. Pelaksanaan penelitian dengan mem-berikan promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan dan konseling serta pem-berian makanan yang mengandung protein dan vitamin C. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner,  pemeriksaan kadar Hb dengan metode Cyanmethemoglobin, uji statistik yang digunakan uji t dependentHasil penelitian menunjukkan sebelum pelaksanaan promosi kesehatan diketahui kurangnya nilai pengetahuan dan besar-nya prevalensi anemia tingkat sedang. Setelah pelaksanaan promosi kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan menjadi baik seluruhnya dan peningkatan kadar Hb menjadi normal pada sebagian WUS dan anemia tingkat ringan selebihnya. Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan dapat meningkatkan penge-tahuan tentang anemia, peningkatan pengetahuan dibarengi dengan pemberian makanan dapat meningkatkan kadar Hb WUS. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan WUS yang menderita anemia mengkonsumsi makanan yang me-ngandung vitamin C dan penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dilakukan dengan mendalam.

Kata Kunci :     Promosi Kesehatan, Pengetahuan gizi, Kadar Hemoglobin, WUS

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

ANALISIS USAHATANI  BUNGA POTONG KRISAN DI KABUPATEN TANAH KARO

 Dedi Kusbiantoro

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karyawisata Gedung Johor Medan/ Jl. SM Raja Medan Teladan Medan

ABSTRAK

Krisan atau seruni (Chrysanthemum sp.) merupakan komoditas andalan dalam industri hortikultura yang memiliki prospek pasar sangat cerah. Bunga yang dikenal sebagai salah satu” Raja Bunga Potong” ini semakin banyak penggemarnya. Selain bentuk dan tipe yang beragam, warna bunganya pun sangat bervariasi, dengan kombinasi warna- warna yang begitu indah. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama, bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari, peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Dalam setiap usaha pasti ada kendalanya, dalam usahatani krisan pun juga ada kendala dalam kaitannya produksi, biaya usaha tani yang relatif besar khususnya untuk pembelian bibit, penggunaan tenaga kerja, biaya perawatan. Perencanaan usaha tani dapat dilakukan pada usaha tani sebagai satu kesatuan (terpadu)atau sebahagian saja ( parsial). Dalam macam perencaan yang pertama semua tanaman dan ternak ditinjau dan dipertimbangkan berdasarkan keseluruhan kegiatan.

Kata Kunci : Bunga Krisan, Kendala, Pendapatan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH BRAND IMAGE MINUMAN COCA-COLA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN (Studi pada Konsumen di Medan)

Tri Kartika Yudha

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi UISU

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh brand image serta bagaimana variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian minuman Coca-Cola yang terdapat di Medan. Dengan variabelnya adalah corporate image, user image dan product image. Adapun penelitian ini dilaksanakan di Coca-Cola Amatil Indonesia Medan. Model penelitian yang digunakan dengan metode observasi, wawancara, kusioner dan studi kepustakaan yang dilakukan secara sistematik berdasarkan tujuan penelitian. Adapun metode analisis yang diguna-kan adalah metode regresi. Dengan menggunakan uji F untuk mengetahui variabel brand image (corporate image, user image dan product image) yang secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian minuman Coca-Cola,  dan uji t untuk mengetahui variabel brand image (corporate image, user image dan product image) yang lebih dominan berpengaruh terhadap ke-putusan pembelian minuman Coca-Cola di Kota Medan. Hasil dari pengolahan data dan analisa data menunjukkan bahwa variabel brand image (corporate image, user image dan product image) secara simultan berpengaruh terhadap ke-putusan pembelian minuman Coca-Cola. Bahwa secara analisis regresi linear variabel corporate image (X1), user image (X2), dan Product image (X3) ber-pengaruh  signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), dimana nilai pengaruh (R Square) diperoleh sebesar 0,142  atau 14.2%  dengan tingkat signifikansi pada tabel Anova sebesar 0,002 < 0,05 pada taraf kepercayaan (α 95% dan df : n-1), maka hipotesis yang diajukan : corporate image, user image, dan product image berpengaruh signifikan terhadap ke-putusan pembelian diterima (H1 terima dan menolak H0). Dari variabel brand image (corporate image, user image dan product image), ternyata variabel product image yang lebih dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian minuman Coca-Cola. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dapat diterima.

Kata kunci :  Brand Image, Corporate  Image,  User Image, Product Image

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KEMAMPUAN LAYANAN KARYAWAN PADA HOTEL MADANI

Nursaimatussaddiya

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah

Jl. SM Raja No. 10 Km 5,5 Medan

 ABSTRAK

Kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau tidak senang karyawan atas segala sesuatu yang dihadapi ditempat kerja jika karyawan belum puas atas gaji/upah yang mereka terima maka kemampuan layanannya akan menurun dan mengakibatkan penurunan tingkat hunian kamar. Berkenaan dengan pernyataan diatas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian seperti judul yang tercantum diatas. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kemampuan layanan karyawan dan seberapa besar pengaruhnya pada Hotel Madani Di Medan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kemampuan layanan karyawan pada Hotel Madani Di Medan. Hipotesis pada penelitian ini adalah kepuasan kerja karyawan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kemampuan layan karyawan pada Hotel Madani Di Medan. Lokasi tempat dilakukannya penelitian ini adalah di Hotel Madani Medan yang beralamat di Jl. SM. Raja/Amalium No. I. subjek  penelitiannya adalah karyawan yang bekerja di Hotel Madani Medan. Objek penelitiannya adalah variabel ke-puasan kerja karyawan dan kemampuan layanan. Waktu penelitiannya dilakuakan dari bulan April sampai dengan bulan Agustus 2014. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di Hotel Madani Medan sebanyak 58 orang. Dan sampel nya berjumlah  sebanyak 58 orang. Teknis analisis data yang di gunakan adalah dengan menggunakan uji regresi sederhana,hasil uji T, dan uji determinasi. Hasil uji T hitung > T table (1.631>2,003).  Hasil untuk R kuadrat sebesar 0,06 atau signifikan sebesar 0.331. Berdasarkan hasil penelitian me-nunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel X (kepuasan kerja karyawan) terhadap variabel Y(kemampuan layanan) pada Hotel Madani Medan pada tingkat keyakinan 95% dengan determinasi R kuadrat sebesar 6% dari variasi dependen variabel. Dan Independent variabel sebesar 94% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model estimasi. Dan sebagai saran Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan hak – hak karyawan.

Kata Kunci :     Kepuasan Kerja dan Kemampuan Layanan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

ANALISIS DAN PERANCANGAN WIRELESS APLICATION PROTOCOL UNTUK MEMBANTU DIAGNOSA PENYAKIT THT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Rika Nofitri

Dosen Tetap AMIK ROYAL Kisaran

Jl. Tuanku lmam Bonjol No. 179 Kisaran

www.royal.ac.id// Email :Stmik Royal@yahoo.co.id

ABSTRAK

Teknologi ponsel sampai saat ini telah berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertambahnya fitur-fitur seperti: multimedia mobile. Adapun aplikasi yang dimuat didalamnya bermacam-macam dan salah satunya memiliki fasilitas akses WAP sehingga informasi dapat dilihat di ponsel. WAP merupan protokol aplikasi nirkabel yang mampu mengakses internet melelui ponsel maupun perangkat wireless lainnya. WAP membawa informasi secara online melalui internet, seperti mobile banking, email, melihat kurs, cuaca, reservasi hotel dan masih banyak lagi yang disediakan provider informasi secara langsung menuju telepon seluler. Sementara pesatnya perkembangan dunia internet akhir-akhir ini, memicu berkembangnya teknologi baru yang memanfaatkan teknologi internet tersebut sebagai media untuk mewujudkan impian manusia akan sebuah aplikasi peng-operasian peralatan dari tempat lain yang sangat jauh tanpa harus berada di tempat tersebut. Penelitian ini menjelaskan bagaimana sistem informasi Diagnosa Penyakit THT dengan menggunakan fasilitas ponsel. Aplikasi ini menggunakan perangkat lunak M3Gate Emulator dan menggunakan bahasa WML sebagai kode program.

Kata Kunci: WAP, WML, Penyakit THT, Forward Chaining

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Lisa Ariyanti Pohan1), Nurhasnah Manurung2)

1,2)Dosen FKIP UISU, Medan, Indonesia

Jl. Paduan Tenaga, Medan

E-mail : ariyanti_1977@yahoo.com

ABSTRAK

 Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui bagaimana :  perbedaan hasil belajar siswa pada materi pokok sifat koligatif larutan yang diajar menggunakan model pembelajaran Integratif  dan model pembelajaran kovensional. Metode pene-litian yang digunakan adalah metode kuasi experiment dengan pemberian perlakuan pada kelas sampel yakni satu kelas diberi perlakuan model pem-belajaran Integratif dan satu kelas lagi dengan model pembelajaran konven-sional. Instrumen penelitian yang diguna-kan dalam penelitian adalah tes hasil belajar kimia, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar pengamatan kemampuan guru mengelola pem-belajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penerapan model pembelajaran integratif memberikan hasil belajar kimia yang lebih baik pada pokok materi koligatif larutan dibandingkan dengan pe-nerapan model pembelajaran konven-sional dengan Fhitung = 6,57 > Ftabel (a = 0,05) = 3,92. Hal ini terlihat dari hasil belajar kimia yang diajar dengan menerapkan model integratif = 61,58 sedangkan dengan model konvensional  = 56,44.

Kata Kunci :     Model Pembelajaran Integratif,  Hasil Belajar Kimia Sifat Koligatif Larutan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PELATIHAN DAN INSENTIF TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI PT. HILON

SUMATERA UTARA MEDAN

 Mhd. Nelson Pinem

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

 ABSTRAK

Pelatihan dan insentif memegang peranan penting dalam usaha me-ningkatkan efektivitas kerja karyawan itu sendiri, dimana insentif yang diberikan akan dapat memacu karyawan untuk bekerja secara maksimal demi pe-ningkatan produktivitas kerja perusahaan, sedangkan pelatihan untuk memacu karyawan agar lebih giat lagi sehingga terpilih untuk mengikuti berbagai program pelatihan yang dilaksanakan oleh karyawan. Maka penulis telah melakukan penelitian dengan judul : “Pengaruh Pelatihan dan Insentif Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan di PT. Hilon Sumatera Utara Medan Jl.Let.Jen Jamin Ginting Km.11 Medan Tuntungan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Berapa besar pengaruh pelatihan dan insentif terhadap efektivitas kerja karyawan di PT. Hilon Sumatera Utara Medan Jl.Let.Jen Jamin Ginting Km.11 Medan Tuntungan”. Sedangkan hipotesanya adalah “Pelatihan dan insentif mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan di PT. Hilon Sumatera Utara Medan”. PT. Hilon Sumatera Utara Medan melakukan kegiatan perdagangan dan pemasaran peralatan dan perlengkapan rumah tangga serta perabotan dalam Produksi padding, quilting, bedding good. Dari uji ANOVA atau F test, didapat Fhitung sebesar 34.206 dengan tingkat signifikansi 0,000. Jadi Fhitung > Ftabel (34.206 > 3.10) atau sig F < 5 % (0,000 <0,05). Artinya bahwa secara bersama-sama variabel pelatihan dan insentif berpengaruh signifikan secara simultan terhadap efektivitas kerja karyawan (y). Dengan ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis dari penelitian ini dapat terbukti. R Square untuk y (efektivitas kerja karyawan) adalah 0.461. Hal ini berarti 46.1 % variabel efektivitas kerja karyawan (y) dipengaruhi oleh variabel x1 (pelatihan) dan variabel x2 (insentif) atau pengaruh tingkat pelatihan (x1) dan insentif (x2) secara bersama-sama atau serentak terhadap variabel y (efektivitas kerja karyawan) sebesar 46.1 % dan sisanya sebesar 53.9 % ditentukan oleh variabel lain. Dengan adanya pelatihan dan insentif yang diberikan kepada karyawan di-harapkan kreatifitas maupun kerjasama antar karyawan dengan karyawan, karyawan dengan top manajemen dapat tercapai. Dengan menerapkan pelatihan dan insentif yang disesuaikan dengan keahlian dan disiplin ilmu yang dimiliki karyawan akan lebih mudah untuk dikembangkan dan diberdayagunakan demi kepentingan dan kemajuan perusahaan di masa  yang akan datang.

Kata Kunci    :       Pengaruh, Insentif, Efektivitas Kerja, Karyawan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

DAMPAK PSIKOLOGIS PADA  IBU YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PADA MASA KEHAMILAN DI KOTA KISARAN TAHUN 2014

Fifi Ria Ningsih Safari

Akbid Ibtisam Aulia, Kisaran

Jl. Jend. Sudirman No. 190 – Bunut, Kisaran

ABSTRACT

The case of Domestic Violence keeps increasing from year to year. The data obtained from Asahan Resort Police also showed that the number of domestic violence cases  on the mothers for the past five years was 197 and on the pregnant mothers was 93 cases (47.2%). The domestic violence occured during pregnancy is suspected to have influence on pattern of mother-fetus interaction. The purpose of this qualitative study with case study approach conducted in the City of Kisaran was to explore the reality of the impact of domestic violence on the pregnant mothers. The subject of study was 3 pregnant mothers selected through snowballing sampling technique. The analysis of study was carried out through the processes of data collection in the field, data reduction, data presentation and drawing conclusion. The result of study showed that domestic violence experienced by the wives were physical violence, psychological violence, sexual violence and economic violence. The incident of this domestic violence was due to the effect of drunkenness, gambling loss, having an affair, inability to meet the needs of daily life. The impact of domestic violence on the reproductive health experienced by the wife was bleeding during pregnancy, postpartum vaginal discharge, and irregular periods. The psychological impact domestic violence experienced by the wives was crying in the room, feeling to be useless, lazy to eat, lazy to take a shower, lazy to beautify herself, feeling resigned, regretting the current condition, running away from home, feeling depressed and attempting to commit suicide. The health workers are suggested to provide education to the community members particularly the housewives about the kinds of domestic violence that can be reported to the authorities, also to provide the right information on how to prevent the case of domestic violence.

Keywords :    Psychological Impact, Domestic Violence, During Pregnancy

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

ANALISIS KURIKULUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

 Siska Anggraini Lubis

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

ABSTRAK

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan  peranan kurikulum sangat menentukan bagi proses pendidikan. Hal ini tidak terlepas dari fungsi kurikulum yang merupakan dasar  dan acuan dari semua program pendidikan dan pengajaran dilangsung-kan di setiap institusi pendidikan. Di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara sejak Tahun Akademik 2007-2008 telah mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia Tahun 2006. Dalam rangka penjaminan mutu setelah lima tahun implementasi  maka dilakukan evaluasi secara sistematik dalam rang menemukan kelemahan-kelemahan guna perbaikan dalam bentuk revisi yang dilaksanakan secara berkala.

Kata Kunci : Analisis Kurikulum, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Standar Kompetensi Dokter

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH RASIO LABA PER LEMBAR SAHAM (EARNING PER SHARE), LABA ATAS PENJUALAN (NET PROFIT MARGIN), DAN LABA ATAS MODAL SENDIRI (RETURN ON EQUITY) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI

 Suriana

Dosen Fakultas Ekonomi UNIVA, Medan

NIDN : 0124048305

Jl. Sisingamangaraja No. 10 Km. 5,5 Medan

E-­mail : suriana7771@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui pengaruh rasio laba per lembar saham (Earning Per Share), laba atas penjualan (Net Profit Margin), dan laba atas modal sendiri (Return On Equity) terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penarikan sampel purposive sampling pada perusahaan sektor per-tambangan dengan kriteria perusahaan yang tetap listing di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan dan mempublikasikan laporan keuangannya per 31 Desember. Jumlah perusahaan sampel adalah 14 perusahaan dengan periode pengamatan dari tahun 2006-2010. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda, dengan model persamaanya adalah Y= 4,770 + 0,639X1 + 0,050X2 + 0,220X3 + e. Hasil penelitian ini  menunjukkan kombinasi laba per lembar saham (Earning Per Share), laba atas penjualan (Net Profit Margin), dan laba atas modal sendiri (Return On Equity) memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan nilai R-square senilai 72,6%, sedangkan sisanya sebesar 27,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar variabel pene-litian. Laba per lembar saham (Earning Per share) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai thitung= 9,687 > ttabel = 1,668. Laba Atas Penjualan (Net Profit Margin) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham dengan thitung=1,856 > ttabel=1,668. Laba Atas Modal Sendiri (Return On Equity) juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai thitung=2,307 > ttabel=1,668. Berdasar-kan uji F yang digunakan diperoleh nilai Fhitung = 58,407 > Ftabel = 2,742 dan nilai signifikan (0,000 < (0,05), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Laba Per Lembar Saham (Earning Per Share), Laba Atas Penjualan (Net Profit Margin), dan Laba Atas Modal Sendiri (Return On Equity) secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif terhadap harga saham.

 Kata Kunci : Laba Per Lembar Saham, Laba Atas Penjualan, Laba Atas Modal Sendiri, Harga Saham

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

faktor-faktor yang mempengaruhi aliran modal swasta jangka pendek di indonesia 

Porkas Sojuangon Lubis

Dosen Fakultas Ekonomi UNIVA Medan

NIDN : 0101067903

Jl. Sisingamangaraja No. 10 Km. 5,5 Medan

E-mail : lubis.rahman@yahoo.com

 Abstrak

Dalam sistem keuangan internasional yang semakin terbuka ini, adanya mobilitas modal yang tinggi antar negara merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Aliran modal swasta jangka pendek merupakan jenis investasi yang lebih bebas bergerak dan bersifat jangka pendek. Bagi negara-negara yang sedang berkembang aliran modal swasta jangka pendek ini merupakan kesempatan guna memperoleh dana pembiayaan pem-bangunan ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penellitian yang berjudul “Faktor-faktor yang mem-pengaruhi modal swasta jangka pendek di Indonesia”. Data yang digunakan dalam pene-litian ini adalah data sekunder dengan kurun waktu tahun 1999 – 2000 yang bersumber dari Bank Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penanaman modal swasta jangka pendek sebagai variabel terikat dan nilai tukar, Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga dalam dan luar negeri serta neraca transaksi berjalan sebagai variabel bebas. Untuk  analisis data digunakan metode OLS (Ordinary Least Square) dengan model estimasi regresi linier berganda yang berdasarkan atas hasil pengolahan data dengan menggunakan program Software Shazam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Produk Domestik Bruto (PDB) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap arus penanaman modal swasta jangka pendek di Indonesia dan nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap arus penanaman modal swasta jangka pendek di Indonesia, sedangkan variabel suku bunga dalam dan luar negeri serta neraca transaksi berjalan tidak signifikan mempengaruhi arus penanaman modal swasta jangka pendek di Indonesia dengan R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,705 yang memiliki arti bahwa sebesar 70 % proporsi variabel-variabel bebas yang digunakan mampu menjelaskan variabel-variabel terikat dalam model tersebut, sedangkan sisanya sebesar 30 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam model penelitian ini. Pemerintah selaku pembuat kebijakan diharapkan dapat memberikan stimulus dan intensif kepada dunia usaha yang dapat mendorong terjadinya peningkatan arus penanaman modal swasta jangka pendek di Indonesia.

 Kata Kunci :     Penanaman Modal Swasta Jangka Pendek di Indonesia, Produk Domestik Bruto (PDB), Nilai Tukar, Neraca Transaksi Berjalan, Suku Bunga Dalam dan Luar Negeri.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI YAYASAN LEMBAGA PERS DAN PENDAPAT UMUM PANTAGON SUARA RAKYAT MEDAN

 Ismail Nasution

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

 ABSTRAK

 Pada dasarnya perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cakap dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau belajar dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Untuk mencapai suatu hasil kerja yang optimal, perusahaan juga harus meningkatkan sistem pengem-bangan karir dan kompensasi agar dapat menunjang kinerja karyawan dalam perusahaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Seberapa besar pengaruh pengembangan karir dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di Yayasan Lembaga Pers dan Pendapat Umum Pantagon Suara Rakyat Medan. Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di Yayasan Lembaga Pers dan Pendapat Umum Pantagon Suara Rakyat Medan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan mengguna-kan rumus korelasi product moment, uji F serta determinan. Dari hasil analisa data yang telah penulis kemukakan pada bab sebelum-nya, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan pengaruh pengembangan karir dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di Yayasan Lembaga Pers dan Pendapat Umum Pantagon Suara Rakyat Medan dapat dikatakan erat atau tinggi. Hal ini didukung oleh perhitungan korelasi yang penulis dapatkan rx1y (0,608) dan rx2y (0,684) serta rx1x2 (0,797) yang dapat dikatakan kuat yang mana nilai tersebut jika dibandingkan dengan r tabel untuk sampel N = 45 (0,294), dengan ketentuan r hitung 0,692 lebih besar dari pada r tabel maka hipotesis diterima karena diantara (0,60-0,79) berkorelasi kuat. Berdasarkan Uji F diperoleh F hitung (Fh) = 19,293 nilai ini selanjutnya dikonsultasikan dengan F tabel, dengan didasarkan pada dk pembilang = k dan dk penyebut = (n-k-1). Maka diperoleh F tabel = 3,13. Hasil tersebut menunjukkan bahwa F hitung lebih besar dari F tabel yaitu 19,293 > 3,13 maka koefisien korelasi ganda yang diuji tersebut adalah signifikan. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan di Yayasan Lembaga Pers dan Pendapat Umum Pantagon Suara Rakyat Medan dipengaruhi oleh variabel pengembangan karir dan kompensasi sebesar 47,9 % sedangkan sisanya 52,1 % dipengaruhi oleh faktor lain.

 Kata Kunci : Pengembangan Karir, Kompensasi, Kinerja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MEMENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES

Winda Sulastri

Dosen Tetap AMIK ROYAL Kisaran

Jl. Tuanku Imam Bonjol No. 179 Kisaran

www.Royal.ac.id// Email: stmik Royal@yahoo.co.id

 ABSTRAK

 Penjadwalan merupakan protokol atau ketentuan untuk menyelesaikan process berdasakan kinerja CPU. Sistem Operasi melakukan poling kepada setiap Program counter Process yang berada dalam antrian Ready (Ready Queue). Jika diketahui terdapat nilai alamat dalam program counter process maka process tersebut layak untuk dijalankan (Running). Running adlaah pengerjaan instruksi process berdasarkan waktu pelayanan (bursttime) pada CPUtime atau I/Otime. Salah satu penjadwalan yan digunakan untuk menyelesaikan process-process adalah algoritma penjadwalan Multilevel Feedback Queue (MLFQ). MLFQ me-nerapkan beberapa algoritma-algoritma yaitu algoritma First Come First Serve (FCFS), Round Robin (RR), Priority Scheduller (PS) dan Multilevel Queue (MLQ) dan aturan perpindahan kebawah level antrian persatu antrian. Pada tulisan ini akan membahas penyelesaian process-process dengan algoritma multilevel Feedback Queue (MFLQ) dan memberlakukan Running process per-quantum time antrian process sehingga dapat menentukan waktu tunggu (WaitingTime) dan waktu keseluruhan (TurnAroundTIme) yang dimiliki process.

Kata Kunci  : Multilevel Feedback Queue (MLFQ), Queue, Quantum Time, Sistem Operasi

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.1              JAN-JUNI 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA

KARYAWAN DI PT. PADASA ENAM UTAMA KEBUN KALIANTA DUA RIAU

 Syafrizal

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

 ABSTRAK

 Faktor penting yang menentukan kinerja karyawan yaitu dengan adanya rasa nyaman terhadap karyawan saat bekerja dengan adanya sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3)  yang baik serta dengan kesesuaian kompensasi yang diperoleh karyawan. Selanjutnya apabila kompensasi diberikan secara tepat dan benar, maka para karyawan akan memperoleh kepuasan kerja dan akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya agar menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini dilakukan di PT. Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua Riau dengan sampel sebanyak 75 orang karyawan. Adapun hipotesis sebelum dilakukan penelitian yaitu ada pengaruh yang positif dan signifikan antara ke-selamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan dalam pe-ngumpulan data yaitu melalui wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis secara parsial (uji t) dapat disimpulkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai koefisien sebesar 20.5%, artinya setiap 1% kenaikan keselamatan dan kesehatan kerja menghasilkan kenaikan kinerja karyawan sebesar 20.5%. Kompensasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai koefisien sebesar 59.3%, artinya setiap kenaikan 1% kompensasi menghasilkan kenaikan kinerja karyawan sebesar 59.3%. Dari hasil analisis secara simultan (uji F) dimana F hitung sebesar 78.988 dengan tingkat signifikan sebesar 0.000 < 0.05 artinya signifikan bahwa secara bersama – sama variable keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kompensasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian dapat dikatakan hipotesis dari penelitian ini terbukti.

Kata Kunci : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Kompensasi,  Kinerja

Full Text : PDF

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 3 No. 2, Edisi Juli – Desember 2014, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on May 10, 2017 in Publikasi, Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 3 No. 2, Edisi Juli – Desember 2014, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

ANALISA PERSOALAN PEMBEBANAN PADA BATANG DENGAN METODA ELEMEN  HINGGA MENGGUNAKAN 

MS-EXCEL DAN ANSYS

Abdul Haris Nasution

Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin UISU Medan

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan

e-mail: aharisnst@gmail.com

ABSTRAK

Metoda Elemen Hingga (Finite Element Method) merupakan ilmu yang banyak dipergunakan untuk memecahkan berbagai persoalan, antara lain untuk menghitung: kekuatan Struktur, pindahan panas, aliran fluida, dll. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan metoda ini, para pakar telah menciptakan beberapa software yang dapat mempermudah para pemakai untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan metoda elemen hingga. Adapun software-software yang sudah beredar dipasaran, antara lain: Nastran, Katia, Ansys. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan analisa persoalan  pem-bebanan pada batang dengan metoda elemen hingga menggunakan MS-Excel dan dengan menggunakan software ansys.

Kata Kunci : Metoda Elemen Hingga, MS-Excel, ANSYS, Batang Terhubung

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PSIKOLOGI KENABIAN DALAMMENGHIDUPKAN KEPRIBADIAN DIRI

Abdul Hakim Siregar

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP UISU Medan

Jl. Sisingamangaraja, Medan

 ABSTRAK

Kebutuhan hidup manusia (lahir-batin) sering berada dipersimpangan alias tidak sejalan, tidak memiliki keseim-bangan akibat dari pengaruh hedonisma hidup. Psikologi lahiriyah manusia tidak jarang mendapat tekanan kebutuhan tanpa pamrih untuk mengejarnya, tidak terkecuali melanggar hak-hak orang lain. Namun harus diingat bahwa untuk men-dapatkan kebutuhan hidup itu hendaklah dilakukan dengan cara terhormat, pro-sedural, proporsional dan jelas kehalalan-nya. Artinya dalam bingkai-bingkai yang telah diatur atau ditentukan Allah swt dan Rasul-Nya. Islam, sebagai agama rahmatan lil `alamin yang senantiasa memberika arahan, bimbingan kepada manusia dengan sejumlah aturan-aturan, kaedah-kaedah serta nilai yang dapat menjamin manusia terbebas dari beban psikologi mental spiritual. Terbebas dari penyakit mental spi-ritual merupakan idaman setiap manusia, ketenangan hidup, denyutan jantung yang stabil, tekanan darah yang normal dan pergaulan hidup serta keluarga yang harmanis. Untuk merealisasi hal ini  di-perlukan pedoman hidup (teks book) serta figur (uswah- ketauladaan). Dalam Islam teks book dumaksud adalah Alquran alkarim, serta menauladani Rasulullah Muhammad saw . Psikologi kenabiaan mengambil ranah untuk mengkaji, menganalisa eksistensi jiwa manusia yang meliputi; sifat, hakikat, martabat, jiwa serta maqam-maqam jiwa manusia. Demikian juga gejala jiwa manusia, meliputi; perilaku, sikap, tindakan, penampilan, dan gerak-herik diri manusia yang telah melaksana-kan evolusi dan transpormasi diri melalui pemahaman dan pengamalan agama secara totalitas berdasarkan wahyu dan ketauladanan Rasulullah Muhammad saw. dan harapan capaian dalam psi-kologi kenabian, antara lain adalah untuk menghidupkan jati diri insani yang se-benarnya, agar tanpak dipermukaan ke-pribadian dirinya, melaksanakan akhlakul karimah, mendapatkan kasih sayang serta keridhaan Allah dalam setiap per-buatan, tingkahlaku, karena dengan mengikuti Rasulullah Muhammad saw. ada jaminan akan mendapatkan kasih sayang dan keampunan Allah swt. yang merupakan dambaan setiap muslim. Hamdan Bakran, menyebutkan bahwa sasaran yang diharapkan adalah, untuk mengantarkan manusia agar dapat mencapai sehat secara holistik, yaitu; sehat fisik, mental, spiritual, finansial, dan sosial. Psikologi kenabiaan, dilakukan Rasulullah saw. dengan metoda intro-peksitif dan aplikatif (panggilan hati nurani dan harmonisasi) dengan kaedah” ibda` binafsi” (mengawali dari diri sendiri).

Kata Kunci : Psikologi, Kepribadian

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 KONTRIBUSI DAN PEMIKIRAN RAMLI ABDUL WAHID SEBAGAI TOKOH DALAM BIDANG HADIS DI

SUMATERA UTARA (2005-2010)

 Hemawati

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan

Jl. Sisingamangaraja, KM. 5,5 No. 10 Medan

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk me-ngetahui kontribusi pemikiran Ramli Abdul Wahid dalam bidang Hadis di Sumatera Utara, sebagaimana tokoh-tokoh Hadis yang lain. Baik itu hal yang berkaitan dengan pemikirannya tentang Hadis mau-pun tentang kajian Hadis di Sumatera Utara dan metode penulisan bukunya dalam bidang Hadis. Topik kajian dalam penelitian ini merupakan pemikiran dari seorang tokoh Hadis, sehingga kajian dalam penelitian ini menjadi studi tokoh. Dalam kajian studi tokoh ini, maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pemikiran atau gagasan dari tokoh yang sedang diteliti yaitu tokoh bidang Hadis yang bernama Ramli Abdul Wahid. Dalam tinjauan pustaka, penelitia ini hanya meninjau beberapa buku atau hasil karya tulis tokoh tersebut yaitu yang berjudul Studi Ilmu Hadis, Sejarah Perkembangan Hadis di Indonesia, dan Fikih Ramadan. Metode yang dipergunakan dalam pene-litian ini adalah metode kualitatif yaitu srudi tokoh. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapatlah diketahui  pemikiran Ramli Abdul wahid dalam bidang Hadis banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh hadis yang sebelumnya terutama dari buku-buku klasik yang menjadi literatur bahan bacaannya yang  berbahasa Arab dan menukil dari padanya. Walaupun demi-kian hasil karyanya yang berjudul Sejarah pengkajian Hadis di Indonesia merupakan karya monumental Ramli Abdul Wahid.

Kata Kunci: Ramli Abdul Wahid, Hadis, Sumatera Utara

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

ANALISIS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI KASUS DI SMP AL-WASHLIYAH 8 UNIVA MEDAN)

Samsul Rizal

Dosen Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan

Jl. Sisingamangaraja, KM. 5,5 N0. 10 Medan

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk me-ngetahui Implementasi Manajemen Ber-basis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan, kendala-kendala beserta solusinya implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya meng-adakan penelitian yang bersifat meng-gambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pem-belajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan telah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu adanya kerjasama yang baik antara pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah serta sarana prasarana yang lengkap sehingga memudahkan siswa dalam belajar sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, khusus-nya pada peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci :     Manajemen Berbasis Sekolah, Peningkatan, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 MUSEUM TERBUKA SEBAGAI TEMPAT MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK

Suratno

 Dosen FKIP UMN Al-Washliyah

Jl. Garu II Medan, Kelurahan Harjosari I,

Kecamatan Medan Amplas, Medan

ABSTRAK

Museum terbuka jika dikelola dengan baik akan memiliki multi fungsi, seperti sebagai tempat rekreasi, tempat pen-didikan, media pembelajaran, dan tempat penelitian. Museum jenis ini banyak terdapat di Indonesia dan khusus di Provinsi Sumatera Utara museum jenis ini tersebar di kabupaten dan kota. Dalam pemanfaatan museum terbuka sebagai tempat membentuk karakter peserta didik memiliki kelebihan dan kelemahannya.

 Kata kunci : Museum Terbuka, Tempat Pendidikan Peserta Didik, Karakter

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH SUPLEMENTASI Fe, ASAM FOLAT, DAN VITAMIN B12 TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PEKERJA WANITA DI PTPN-IV KEBUN AEK NAULI KABUPATEN SIMALUNGUN 2012

 Lusyana Gloria Doloksaribu

Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

ABSTRACT

The incident of anemia in female workers is still a serious health problem in Indonesia. The prevalence of anemia in female workers in Indonesia is 30% to 46.6%, and especially in PTPN IV, Kebun Aek Nauli, it is 66.8%. Therefore, this health problem should be paid more attention. The research was an experiment with randomized control trial design. The object of the research was to find out the influence iron, folic acid, and vitamin B12 supplementation on hemoglobin level in workers. Intervention was done within eight weeks by giving de-worming medicine of single dosage before taking  and giving the iron, folic acid and vitamin B12 supplementation. In accordance with the inclusive samples criteria, 49 Subjekts were divided into three groups: the control group which consisted of 25 Subjekts took placebo; the treatment group which consisted of 24 Subjekts took supplement containing Iron, folic acid and vitamin and vitamin B12. Hemoglobin was measured by using Cyanmethemoglobin. The consumption of energy, protein, iron, folic acid, vitamin A, vitamin B12, and vitamin C were obtained through the method of food recall. The data were analyzed by using Paired Sample T-test. The result of the research showed that before supplementation of iron, folic acid, and vitamin B12 was given, the average consumption of energy was adequate/good, protein and folic acid were adequate,  vitamin A and  vitamin B12 were inadequate, and vitamin C was deficit. However, after  supplementation was given, the average consumptions of iron, folic acid, and vitamin B12 gradually became good because there was additional intake from the supplements given to female workers. Statistic analysis showed that supplementation of iron,folic acid, and vitamin B12 can increase haemoglobin level of the female workers significantly (p < 0.05). The supplements of iron, folic acid, and vitamin B12  was effective and successful in increasing hemoglobin level of 1.85 g/dl.

Keywords: Iron, Folic Acid, and Vitamin B12 Supplementation, Hemo-globin Level, Female workers

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

MUTASI DAN PENGATURAN PENEMPATAN KARYAWAN

Sulhana Lely Lubis

Dosen DPK Fakultas Ekonomi

Universitas Graha Nusantara

Padangsidimpuan

 ABSTRAK

Mutasi diperuntukkan untuk penye-garan setiap tenaga kerja. Apabila meng-hadapi suatu pekerjaan rutin dapat menimbulkan kebosanan pada diri tenaga kerja. Sehingga akan semakin rendah aktivitas serta potensi yang ada pada tenaga kerja. Mutasi atau pemindahan adalah suatu kegiatan rutin dari perusa-haan agar menetapkan prinsip “The Right Man On The Right Place” atau orang yang tepat pada posisi yang  tepat.

Kata Kunci : Mutasi, Pengaturan, Perusahaan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 APLIKASI “ADULT LEARNING THEORY” DALAM  PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Budianto1) dan Atan Bestari2)

1)Dosen FKIP Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. Sisingamangaraja, Medan

2)Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

 ABSTRACT

One of the cornerstones of medical education is “lifelong learning” as part of efforts to develop the ability of the medical profession and their competence in providing services. Changes in the multi-sectors either directly or indirectly have an impact on the  healthcare system and includes educational institutions as producers of human resources in health services. “Adult Learning Theory” since its inception has been implemented in medical education, which is currently more apparent than in the implementation of competency based  curriculum (CBC) in medical education for the academic stage. As for non-formal academic prog-ram applied through  Continuing  Medical  Education  (CME) and Continuing Pro-fessional Development (CPD).

Keywords : Adult learning, CME, Longlife learning

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

Peningkatan Kreatifitas Anak Melalui Bermain Geometri di Kelompok B TK Rahmat Harapan

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Ardi Susanti

NIP. 19630727 198702 2 001

Guru Kelas B TK Rahmat Harapan

Jl. Sakti Lubis No. 17/74 Medan

 ABSTRAK

Masa kanak-kanak merupakan masa bermain sehingga pada pendidikan di Anak Usia Dini diberikan melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dalam mengem-bangkan kreativitas anak perlu digunakan cara-cara tertentu agar kreativitas ter-sebut dapat berkembang dalam diri anak. Setiap anak lahir dengan potensi kreatif, dan potensi ini dapat dikembangkan dan dipupuk. Hasil penelitian menunjukkan ber-main geometri pada pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Rahmat Harapan Medan. Peningkatan kreativitas anak pada siklus I diperoleh kreativitas anak masih rendah. Dari 20 anak, 15 orang anak  (75%) yang memiliki kreativitas pada kriteria kreatif, sementara 5 orang anak (25%) masih pada kriteria cukup kreatif. Nilai rata-rata kreativitas anak yaitu 58,67. Pada siklus ini kemampuan klasikal belum tercapai karena kemampuan klasikal anak pada kriteria sangat kreatif (76-100) lebih rendah dari 75% yaitu 0%. Pada siklus II terjadi perkembangan yang signifikan, anak yang memiliki kreativitas pada kriteria sangat kreatif ada 20 orang anak (100%). Nilai rata-rata kreativitas anak yaitu 90,04.  Pada siklus ini kemampuan klasikal anak sudah ter-capai yaitu sebesar 100%.

Kata Kunci : Kreatifitas Anak, Bermain Geometri

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN LKS DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA DI KELAS VII-4  SMPN 15 MEDAN

Irianna

NIP. 19620921 198501 2 001

Guru SMP Negeri 15 Medan

Jl. M. Nawi Harahap Gang Suka, Medan

 ABSTRAK

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui ke-giatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan ke-giatan belajar aktif dengan cara khusus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa itu rendah, antara lain : (1) Sistem pengajaran yang kurang efektif, kurang efisien, dan kurang mem-bangkitkan gairah siswa untuk belajar (2) Aktivitas siswa rendah, karena siswa kurang terlibat dalam pembelajaran. Siswa hanya mendengarkan informasi yang diberikan guru (3) Kualitas ran-cangan pengajaran yang kurang menarik minat siswa untuk belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat rendahnya hasil belajar disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran konven-sional. Salah satu alternatif yang dapat di-lakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar PKn siswa yaitu dengan mengubah suasana pembelajaran yang lebih menekankan siswa aktif dalam proses belajar mengajar bukan sekedar menghafal dan mengerjakan soal. Guru harus memilih model pembelajaran yang tepat dan inovatif yang dapat meng-aktifkan dan memberi semangat bagi siswa untuk belajar. Salah satunya adalah Model Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar PKn siswa. Hasil analisis menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas siswa dengan me-nerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS di Kelas VII-4 SMPN 15 Medan. Data aktivitas siswa menurut pengamatan pengamat pada Siklus I antara lain  menulis/membaca (47,0%), mengerjakan LKS (23,0%), bertanya sesama teman (17,0%), bertanya kepada guru (9,5%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (3,5%). Data aktivitas siswa menurut pengamatan  pada Siklus II antara lain  menulis/membaca (23,0%), mengerjakan LKS (53,0%), bertanya sesama teman (12,0%), bertanya kepada guru (11,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (1%). Dengan menerapkan model pem-belajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share hasil belajar siswa dari Siklus ke Siklus berikutnya mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 18 orang siswa tuntas secara individu, sedangkan kelas tidak tuntas. Pada Siklus II, tuntas secara individu sebanyak 34 orang siswa, se-dangkan kelas adalah tuntas dengan rata-rata siklus I dan siklus II adalah 73,4 dan 82,4.

Kata Kunci : Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer di Kelas IV-A SD Negeri 060825 KecAMATAN Medan Area

 Leniwati

NIP. 19630816 199007 2 002

Guru Kelas IV-A SD Negeri 060825

Jl. Ismailiyah No.83 Medan

 ABSTRAK

Pendidikan pada dasarnya adalah pengubahan sikap dan tingkah laku in-dividu dengan positif pada natural individu yang bersangkutan. Pendidikan juga me-rupakan salah satu ukuran kualitas ke-hidupan bangsa, karena tingkat pendidi-kan dapat menunjukkan kualitas sumber-daya yang dimiliki oleh bangsa yang ber-sangkutan. Dewasa ini, pendidikan telah mengalami perkembangan yang semakin pesat, dimana informasi dan komunikasi juga berkembang setiap saat. Pening-katan pemahaman konsep dan kemam-puan komunikasi siswa dapat dilakukan dengan mengadakan perubahan-perubahan dalam pembelajaran. Model pembelajaran yang sebaiknya diterapkan adalah model pembelajaran yang mem-berikan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga siswa lebih mudah untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan dengan meng-komunikasikan ide-idenya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Advance Organizer pada Siklus  I mencapai rata-rata 62,6 dengan ketuntasan klasikal 61,90% dan Siklus  II mencapai 88,8 dengan ketuntasan klasikal 90,47%. Dengan demikian terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia mengalami peningkatan dari 26% aktivitas dalam mengerjakan LKS aktif pada siklus I menjadi 45% aktivitas dalam mengerjakan LKS aktif pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa di kelas X IV-A SD Negeri 060825 Kec.Medan Area.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Advance Organizer, Bahasa Indonesia

Full Text PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING  UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-3 SMPN 15 MEDAN

 Rulina Silalahi

NIP. 19580827 198303 2 005

Guru SMP Negeri 15 Medan

Jl. M. Nawi Harahap, Gg Suka Medan

ABSTRAK

Hasil belajar dapat tercapai apabila guru dalam menyampaikan pelajaran tidak menjadikan siswa hanya sebagai obyek belajar, tetapi siswa dijadikan sebagai subyek, sehingga siswa bisa ter-libat langsung dalam proses pembe-lajaran. Model pembelajaran yang sebaiknya diterapkan adalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa, melibatkan siswa dalam proses belajar sehingga siswa lebih mudah untuk me-mahami materi yang diajarkan dengan mengkomunikasikan ide-idenya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sebagai alternatif yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model pembela-jaran dimana siswa / peserta didik belajar mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Data aktivitas siswa menurut peng-amatan pengamat pada Siklus I antara lain membaca/membaca (40,0%), bekerja (27,0%), bertanya sesama teman (17,0%), bertanya kepada guru (10,5%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (5,5%). Data aktivitas siswa menurut pengamatan  pada Siklus II antara lain membaca/membaca (30%), bekerja (40,0%), bertanya sesama teman (20,0%), bertanya kepada guru (8,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (2,00%). Hasil belajar siswa dengan me-nerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe student facilitator and explaining Pada Siklus I sebesar 73,4 dengan tuntas klasikal sebesar 65% dan Pada Siklus II sebesar 80,3 dengan tuntas klasikal sebesar 90%, ini menunjukkan tuntas secara individu dan kelas sesuai KKM IPS Terpadu.

Kata Kunci : Model Student Facilitator and Explaining, IPS Terpadu

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

Peningkatan MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DAN MEWARNAI DI KELOMPOK B TK RA MUSLIM T.P 2013/2014

 Yenni Hartati

NIP. 19600419 198203 2 00 3

Guru Kelas B TK RA Muslim

Jl. Kenari I Gg. Serasi No. 4 Simpang Limun, Medan

ABSTRAK

Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik per-ubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psiko-sosial yang terjadi dalam usia anak (infancy toddlerhood di usia 0­-3 tahun, early childhood usia 3-6 tahun, dan middle childhood usia 6-11 tahun). Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistic atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik. Perkembangan fisik sangat ber-kaitan erat dengan perkembangan mo-torik anak. Perkembangan motorik ber-beda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik. Salah satu upaya peningkatan mo-torik halus anak tersebut adalah melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Kegiatan menggambar dan mewarnai tersebut melibatkan unsur otot, syaraf, otak dan jari jemarinya. Setiap anak gemar menggambar dan mewarnai, ke-giatan tersebut bermanfaat untuk anak bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan dengan kegiatan menggambar dan mewarnai, motorik halus anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak mulai belajar menulis di usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan ke-giatan menggambar dan mewarnai pada pembelajaran dapat meningkatkan mo-torik halus anak usia 5-6 tahun di TK Ra Muslim Medan. Peningkatan motorik halus anak pada siklus I diperoleh motorik halus anak masih rendah. Dari 18 anak, semuanya (100%) memiliki motorik halus pada kriteria cukup baik. Nilai rata-rata motorik halus anak yaitu 48,62. Pada siklus ini kemampuan klasikal belum tercapai ka-rena kemampuan klasikal anak masih pada kriteria cukup baik. Pada siklus II terjadi perkembangan yang signifikan, anak yang memiliki motorik halus pada kriteria baik sekali ada 17 orang anak (94,4%). Nilai rata-rata motorik halus anak yaitu 87,04. Pada siklus ini kemampuan klasikal anak sudah tercapai yaitu sebesar 94,4%.

Kata Kunci : Peningkatan Motorik, Meng- gambar, Mewarnai

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM HAL PENGUTIPAN RETRIBUSI SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Raja Ahab Damanik

Fakultas Hukum Universitas Simalungun (FH- USI)

Jl. Sisingamangaraja, Pematangsiantar

 ABSTRAK

AD salah  satu  komponen  sumber  penerimaan  keuangan  daerah, disam-ping  penerimaan  lainnya  yang  berupa  bagi  hasil  pajak  dan  bukan  pajak, sum-bangan  dan  bantuan  dari  penerimaan  dari  pemerintah  diatasnya,  serta pin-jaman daerah. Guna menunjang pening-katan PAD, khususnya sektor retribusi daerah  perlu  adanya  kebijakan-kebijakan  tertentu  dari pemerintah daerah  yang mendukung  terhadap  pe-mungutan  retribusi  agar mampu mem-berikan  kontribusi yang  berarti. Retri-busi pelayanan persampahan/kebersihan sebagai salah satu jenis retribusi jasa umum dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  sehingga masyarakat akan merasakan manfaatnya dan  tentu-nya didukung dengan kesadaran yang tinggi maka akan mencapai visi, misi dan tujuan dari Kota Pematangsiantar.Untuk melengkapi data tulisan ini, maka penulis menggunakan metode Penelitian Kepus-takaan (Library research) Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca, mem-pelajari buku-buku atau referensi, literatur yang berhubungan dengan skripsi ini sesuai dengan kemampuan yang ada pada penulis dan Penelitian Lapangan (Field research) Yaitu penelitian yang dilakukan langsung ke lapangan dengan teknik komunikasi langsung melalui interview dan wawancara kepada pihak-pihak yang yang mempunyai hubungan dengan skripsi ini. Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara dengan pihak Dinas Kebersihan kota Pematangsiantar.

Kata Kunci : Retribusi, PAD

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.)

Rahmi Dwi Handayani Rambe

Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor Telp. (061) 69692531

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui pengaruh  pemberian pupuk organik dan pupuk an organik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata L). Penelitian ini akan dilaksanakan di kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 25 m diatas per-mukaan laut dengan topografi datar. Penelitian ini menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama pemberianpupuk organik cair terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: 2 cc/liter air/plot (M1), 4 cc/liter air/plot (M2), 6 cc/liter air/plot (M3). Faktor kedua adalah pem-berian NPK Nitrophoskaterdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : kontrol (Ko), 100 kg/ha (40 g/plot) (K1), 200 kg/ ha (80 g /plot) (K2), 300 kg/ha (120 g/plot) (K3).

 Kata Kunci :    Jagung Manis, Pupuk Organik, Pupuk Anorganik

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

POTENSI DAUN KASOMBI DALAM  MELUNAKAN TULANG IKAN

 Martos Havena

Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pancabudi

Jalan Jend. Gatot Subroto Km. 4,5 Telp (061) 8471983 PO. BOX 1099 Medan

Email : MartosHavena@Yahoo.com

ABSTRACT

This study tests the potential of leaf kasombi titled ad softeners fishbone. Research methods completely rando-mized design consisting of two factors, number of leaves kasombi one ons and two ons, two types of carp and bandeng. Sensory testing results show that the number of leaves kasombi two ounces to one kilogram of fish provide an acceptable tenderness all the testers for the two types of fish, while for the color, flavor and aroma all panelists unacceptable behavior by testing edonik.

Keywords: Kasombi, Soteners Fishbone, Carp, Tamba

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN KETIDAKPATUHAN PENGOBATAN DAN STIGMA PADA KELUARGA DENGAN PERAWATAN KEMBALI PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

 Joesoef Simbolon

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No. 34 Medan

 ABSTRACT

Schizophrenia is a chronic psychotic disorder which always relapses. The data obtained from the Medical Record of the Mental Hospital of North Sumatera Province showed that  in 2013, 65%  of the patients of schizophrenia treated experienced a relapse and caused their rehospitalization. The high rate of relapse in the patients of schizophrenia is predicted to be related to medication non-adherence and family stigma. The purpose of this explanatory survey study was to analyze the relationship between the medication non-adherence and family stigma and the rehospitalization of the patients of schizophrenia in the Mental Hospital of North Sumatera Province. The population of this study in 2013 were 956 families of the patients of schizophrenia having treatment in the Mental Hospital of North Sumatera Province and 87 of them were selected to be the samples for this study through the non probability sampling and consecutive techniques. The primary data were obtained through questionnaire-based interviews. The data obtained were analyzed through univariate and bivariate analysis by means of Chi-square test. The result of this study showed that medication non-adherence and family stigma had significant relationship with the rehospitalization of the patients of schizopherenia in the Mental Hospital of North Sumatera Province (p < 0.05). The management of the Mental Hospital of North Sumatera Province is suggested (1) to improve the extension program through family education focused on expression in the family, and (2) to make a policy focusing on the importance of community empowerment in the process of helping the recovery of the patients of schizophrenia.

Keywords : Non-adherence, Family Stigma, Rehospitalization

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN LIFE SKILL DALAM MATA PELAJARAN FIQIH

Sarudin

Dosen Sekolah Tinggi Teknik Harapan, Jurusan Teknik Informatika

Jl. H. M. Joni No. 70 C Medan

 ABSTRAK

Penelitian tentang “Implementasi Strategi Pembelajaran Life Skill Dalam Mata Pelajaran Fiqih, memiliki tujuan untuk meneliti sejauh mana implementasi strategi pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih yang meliputi: pertama,  implementasi strategi pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih. Kedua, orientasi pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah pendekatan kualitatif. Ciri khas pendekatan ini terletak pada tujuannya untuk mendeskripsikan suatu kasus dengan memahami makna dan gejala. Sedangkan pengumpulan datanya melalui metode kualitatif, dimana peneliti meng-gunakan studi kepustakaan (library research) dengan mempelajari buku-buku yang relevan dengan pembahasan, dan pendapat para pakar yang ada kaitannya dengan permasalahan yang penulis bahas. Dari data tersebut dapat diperoleh upaya implementasi strategi pembe-lajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat dikemukakan suatu pemikiran ten-tang pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih secara komprehensif dan efektif.

Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Life Skill, Fiqih

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

ANALYSIS OF THE THOUHGT OF MUSTHAFA KEMAL ATTATURK TOWARD ISLAMIC STUDIES

Nur Asyiah Siregar

Dosen Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro

Universitas Al Washliyah Medan

Jl. Sisingamangaraja, Km. 5,5 No. 10 Medan

 ABSTRACT

By the education, Daulah Islamiyah determine that all of it’s society member can dominate many kinds of skill sector, what necessary for society progress. Generally, adapt to Imam Ghazali said that knowledge is divided to be two parts, science and islamic thought. The state will educate the children to dominate islamic thought as tafsir, fiqih, ‘uluumul qur’an, etc. The high quality of education in the time of Khilafah can express the special personals, who can be leader of politics, government, and military. As Abu Bakar r.a, Khalid bin Walid r.a, and Shalahuddin al-Ayyubi. In the same time also born the special figure, as Imam Abu Hanifah, al-Khawrizmi, and many muslim religious teacher who competence in all various branch of islamic thought. Unfortunately, after annihilation of caliphate system in 1924 M by England’s henchman, Musthafa Kemal Attaturk, islamic studies being decreased at full speed. That because of annihilation of Islamic studies system from the government that being the world development road of science till today. Islamic studies system was changed be secular education system that proposed the separation between religion and life. The method in this research is the qualitative naturalistic method. By inspecting the documents that interrelated with the research object after collect the research datas. After that, analyzing the collected data to the valid data perfectly. From this research produced the research that has related to Musthafa Kemal Attaturk thought that brought the big destruction toward Islamic studies. So that, Islamic studies today can not build the great generation as like as generation in the past time.

Keywords : Musthafa Kemal Attaturk, Islamic Studies

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 ANALISIS BREAK EVENT POINT USAHA TANI JAGUNG

 Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor

ABSTRAK

Anaslisa break even point adalah suatu teknis analisa yang mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volume ke-giatan. oleh karena analisa tersebut mem-pelajari hubungan antara biaya, ke-untungan dan volume kegiatan, maka analisa tersebut sering pula disebut “cost-profit-volume analysis (CPV analysis)”. Dalam perencanaan keuntungan, analisa break event point merupakan “profit planning approach” yang mendasarkan pada hubungan biaya (cost) dan  peng-hasilan penjualan (revenue). Dengan analisa Break Even Point, suatu usaha dapat mengetahui pada jumlah produksi atau volume penjualan berapa keuntungan perusahaan sama dengan nol. Dengan demikian suatu usaha dapat menargetkan keuntungan yang akan diperoleh dari usahamya.

Kata Kunci : Break Even Point, Usaha Tani Jagung

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP KESEJAHTERAAN ANGGOTA PADA CU. MAJU TARUTUNG

Bonifasius Tambunan

Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi

Universitas HKBP Nommensen

ABSTRACT

Maju Credit Union is an integral part of the Indonesian Credit Cooperatives engaged in the savings and loan that aims to improve the welfare of its members that was founded January 23, 1977 which is located on Jl. DI. Panjaitan No. 39, Tarutung. Formulation of the problem in this research is “Is the income effect on the welfare of member cooperatives CU. Maju Tarutung High Cliff? “Hypothesis that being in this study are: Revenue cooperatives have a significant impact on the welfare of members. Based on the results of the test statistic t (partially), shows that the cooperative income CU. Maju Tarutung significant effect on the welfare of members.

Keywords : Income and Welfare for Cooperative Members

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 PENERAPAN  MODEL  PEMBELAJARAN  ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DI KELAS VII-1 SMPN 15 MEDAN

Rusmailina

NIP.  19571213 198103 2 002

Guru SMP Negeri 15 Medan

Jl. M. Nawi Harahap Gang Suka, Medan

ABSTRAK

Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyeleng-garaan pendidikan. Berhasil atau gagal-nya pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa, baik saat berada di sekolah, lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan keluarga sendiri. Model pembelajaran Advance Organizer dikembangkan oleh Ausubel yang merupakan penerapan konsepsi tentang struktur kognitif dalam merancang pengajaran. Sedangkan struktur  kognitif itu sendiri merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap proses belajar dan retensi materi baru. Hasil penelitian menunjukkan Data aktivitas siswa menurut kedua peng-amatan pengamat pada Siklus I antara lain: menulis/membaca (37,0%), me-ngerjakan (29,5% ), bertanya sesama teman (17,0%), bertanya kepada guru (10,5%), dan yang tidak relevan dengan KBM (6,0%). Dan Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain: menulis/membaca (30,5%), bekerja (41,5%), bertanya sesama teman (16,0%), bertanya kepada guru (9,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (3,0%). Terjadi peningkatan aktivitas siswa saat menerapkan model pem-belajaran advance organizer kelas VII-1 SMP Negeri 15 Medan. Dengan meningkatnya aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II, maka ber-dampak pada hasil belajar siswa dalam belajar IPS Terpadu juga meningkat. Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran advance organizer pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 23 orang siswa tuntas secara individu, sedangkan kelas tidak tuntas. Pada Siklus II, tuntas secara individu sebanyak  35 orang siswa, sedangkan kelas adalah tuntas dengan rata-rata siklus I dan siklus II adalah 71,0 dan 82,0 dengan ketuntasan klasikal sebesar 57,5% pada siklus I dan 87,5% pada Siklus II.

Kata Kunci :     Model pembelajaran Advance Organizer, Peningkatan Aktivitas Siswa

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 

ETOS KERJA DAN ETIKA PROFESI DALAM PANDANGAN ISLAM

Sahmiar Pulungan

Dosen IAIN Dpk Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Kerja adalah suatu aktivitas yang menggunakan daya yang dianugerahkan Allah swt. Kepada manusia, secara garis besar, dianugerahi empat daya pokok. Pertama, daya fisik yang menghasilkan kegiatan fisik dan keterampilan. Kedua, daya pikir yang mendorong pemiliknya berpikir dan menghasilkan ilmu penge-tahuan. Ketiga, daya kalbu yang men-jadikan manusia mampu berhayal, meng-ekspresikan keindahan, beriman dan merasa, serta berhubungan dengan Allah, Sang Pencipta. Dan keempat, daya hidup yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan dan menanggulangi kesulitan. Al-Qur’an mendorong manusia bekerja untuk memakmurkan dunia, menjadikan usaha sebagai asas untuk memperoleh rezeki dalam kehidupan, rezeki tidak akan muncul begitu saja, akan tetapi datang dengan buah kerja keras. Karenanya, kerja itu menuntut ada-nya pemberdayaan dengan fisik, seperti pertanian, perindustrian dan perdagang-an, ataupun kerja pikiran dan keilmuan, seperti kedokteran, guru, insinyur dan cendikiawan dalam berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi manusia. Semua itu termasuk kepentingan ke-hidupan, dan hukumnya termasuk fardhu kifayah, dimana dunia akan tegak, ke-bajikan dan peradaban dibangun, masya-rakat dibebaskan dan kemandirian di-wujudkan, agar tidak bergantung pada pihak lain. Instrumen kerja adalah tiang ekonomi bangsa dan ummat yang menginginkan kemerdekaan, keluhuran dan menuju masa depan cemerlang. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan infra struktur kerja dengan segala sarana-nya, menyiapkan peluang produksi dan pasar, sehingga tidak ada intervensi pihak luar dalam kehidupan internal ummat Islam. Jalan terburuk dalam etos kerja Islam, adalah saat kita bergantung pada usaha orang lain, meminta tanpa ada kebutuhan yang sifatnya mendesak (darurat). Sebab meminta bantuan seperti itu berarti bangkit tanpa usaha. Bagi sipemberi, memiliki keunggulan di mata Allah dibanding yang diberi. Setiap orang yang mampu berusaha, dituntut untuk bekerja dan berusaha secara sungguh-sungguh, berusaha di bumi merupakan wahana ibadah dan jihad di jalan Allah, karena yang maha pemberi rezeki adalah Allah maka wajiblah bagi orang mukmin untuk mencarinya dengan jiwa yang tinggi penuh kemuliaan. Seseorang tidak boleh merasa hina, selain dihadapan Allah swt., meskipun dituntut bersikap lemah lembut dan berbuat baik dalam menekuni pekerjaan. Implementasi dari bekerja perlu diikat dan dilandasi oleh ahlak/etika, yang sering disebut dengan etika profesi. Etika profesi tercermin dari kata sifat, yaitu, Istiqamah, Fathanah, Amanah dan Tablig.

Kata Kunci : Hukum Islam, Etos Kerja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PEMBERDAYAAN  SUMBERDAYA  MANUSIA MENENTUKAN MUTU ORGANISASI

Elwardi Hasibuan

NIDN: 0117056502

Dosen Fakultas Ekonomi UNIVA

Jl. Sisingamangaraja, KM. 5,5 No. 10 Meda

Email: elwardi.hasibuan@yahoo.co.id

 ABSTRAK

Pemberdayaan memiliki dua kecen-derungan jika dilihat dari sudut operasionalnya. Pertama kecenderungan primer, merupakan kecenderungan pro-ses yang memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan dan ke-mampuan (power) kepada individu untuk lebih berdaya. Kedua, kecenderungan sekunder, yaitu kecenderungan yang menekankan pada proses memberikan stimulasi, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya. Maka partisipasi se-bagai salah satu komponen penting pada proses pemberdayaan, maka dapat di-pahami bahwa proses pemberdayaan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok (kolektif).

Kata Kunci: Manajemen, Pemberdayaan, Sumberdaya Manusia, Partisipasi.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. SUMATRASARANA SEKAR SAKTI

Alwi Rianto dan Cut Fitri Rostina

Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia

ABSTRACT

The problem that occurs in the company is related to leadership. Most of the employees feel that the leadership in the company is not appropriate yet. Another problem that occurs is about the system of job promotion applied by company. This leads to a lack of job satisfaction perceived by employees and so it reduces morale and productivity of employees. Based on the brief description above, a problem can be formulated about how the leadership and promotion can affect job satisfaction of employees at PT. SumatraSarana Sekar Sakti. The method used is quantitative approach. This is a descriptive quantitative research with the characteristics of explanatory research. The collecting data method used is questionnaire and the analytical method used is multiple regression. The population is all employees of PT. SumatraSarana Sekar Sakti with a total number of 117. Sample size deter-mination in this research uses saturation sampling technique to obtain a total sample of 87 and the remaining 30 are used for validity and reliability test. The results of the study on the hypothesis suggests that leadership and promotion have  positive and significant effect on job satisfaction of employees, completely and partially.

Keywords: Leadership, Promotion, Job Satisfaction

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

FAKTOR PRODUK DAN HARGA DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI HANDPHONE SAMSUNG

Syafrizal

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen

Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor

 ABSTRAK

Perilaku konsumen untuk memutus-kan pembelian terhadap suatu produk yang dibutuhkannya dipengaruhi oleh banyak faktor, dua diantaranya adalah produk dan harga. Produk yang ber-kualitas dilihat dari karakterstiknya dan tingkat harga yang wajar akan mem-pengaruhi tingginya minat konsumen untuk membeli produk. Dari penelitian ini faktor produk yang paling mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian handphone Samsung adalah kelengkapan fitur, sedangkan dari faktor harga adalah karena dipengaruhi harga jual kembali yang tinggi.

Kata Kunci : Harga, Produk, Perilaku Konsumen, Keputusan Konsumen.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN VITAMIN C DENGAN STATUS ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI LINGKUNGAN AMPERA UTARA DESA SEKIP KECAMATAN LUBUK PAKAM

 Dini Lestrina

Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

 ABSTRAK

Anemia gizi  merupakan salah satu masalah gizi yang belum dapat ditang-gulangi sampai saat ini, dibuktikan de-ngan masih tingginya prevalensi anemia di beberapa daerah, seperti di sumatera Utara dengan prevalensi sebesar 78,4%, di Kecamatan Kintab, Kalimantan Selatan dengan prevalensi 65,3% dan di Desa Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam sebesar 82,2%. Anemia gizi adalah keadaan dimana kadar hemoglobin darah lebih rendah dari nilai normal. Tujuan penelitian adalah untuk me-ngetahui hubungan pengetahuan gizi dan asupan vitamin c dengan status anemia WUS di Lingkungan Ampera Utara Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan de-sain Cross Sectional. Populasi adalah semua WUS yang berusia 20-35 tahun, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi. Penentuan sampel dilakukan dengan kriteria inklusi sehingga diperoleh sampel sebesar 73 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, food recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut dan pemeriksaan kadar Hb dengan metode cyanmethe-moglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia sebesar 74% lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian Argana, dkk (2004) dan lebih rendah di-bandingkan dengan penelitian Nurhayati, dkk (2013). Faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi anemia ini adalah kurangnya pengetahuan gizi WUS ten-tang anemia dan rendahnya asupan vitamin C dari makanan yang dikomsumsi sehari-hari. Oleh karena itu perlu peningkatan pengetahuan WUS dengan meningkatkan penyuluhan melalui ke-giatan yang dinaungi oleh Puskesmas setempat.

Kata Kunci :     Pengetahuan gizi, asupan vitamin C, status anemia, WUS

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PERANAN PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI PERUBAHAN PRILAKU DI KALANGAN SISWA SMP NEGERI 1 PULAU RAJA KABUPATEN ASAHAN

 Asnawati Matondang

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP UISU Medan

Jl. Sisingamangaraja, Medan

 ABSTRAK

 Penelitian ini betujuan untuk menge-tahui Peranan Pendidikan Kewarga-negaraan Bagi Perubahan Prilaku Di Kalangan Siswa SMP Negeri 1 Pulau Raja Kabupaten Asahan. Penelitian di-laksnakan di SMP negeri 1 Pulau raja Kabupaten Asahan, dengan jumlah sampel 60 orang dan teknik pengumpulan data yang digunkan observasi, angket, studi documenter dan wawancara. Pen-didikan Kewarganegaraan dapat mem-berikan nilai moral kepada para siswa. Adanya rasa pengetahuan yang tinggi dan siswa akan belajar sungguh-sungguh karena kesukaan siswa pada pelajaran tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peranan pendidikan kewarga-negaraan bagi perubahan prilaku di kalangan siswa SMP Negeri 1 Pulau Raja Kabupaten Asahan adalah mencapai angka 83,33%. Dapat disimpulkan bahwa peranan pendidikan kewarganegaraan bagi perubahan prilaku di kalangan siswa SMP Negeri 1 Pulau Raja Kabupaten Asahan tergolong tinggi.

Kata Kunci : Pendidikan Kewarga-negaraan, Perubahan Prilaku

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGETAHUAN PENGOBAT TRADISIONAL TENTANG PENYAKIT DAN CARA PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL

Regina Marintan Sinaga

Staf Pengajar Akademi Kebidanan dan Keperawatan Swasta di Medan

ABSTRACT

The activities of traditional medicines treatment and supply have been applying since long time ago and until nowdays, their practices are still continuing. Its developing is quite fast and used in all level of society, which is not limited by administration borders as its existence is keeping broaden. Indonesian society, especially Medan citizen is still using traditional medicines services to cure sickness. Phenomenon in curing sickness in society by seeking for traditional medicines services is a reality in community health style. However in traditional medicines practices, traditional medicines man (whose expert in traditional medicines) has not been fulfill health procedure standard yet. This research examine traditional medicine’s knowledge about curing disease technique and ways of for-mulating good traditional medicines which include all aspect of making traditional medicines, starting from choosing raw materials and other activities such as cleansing. All equiments should be first clean and in formulating herbal medicines, hand should be washed. Weight and measurement of medicines are make in accuracy, ways of boiling herbal (jamu), direction and dosage as well as time of using is part of  ways of formulating good traditional medicines (Good Manufac-turing Traditional Medicines). This research is conducted on January 2008 until March 2009. The result from field showed that traditional medicine man’s knowledge about technique of curing disease is a combination of personal and natural medical system. Knowledge of ways formulating good tradional medicines (Good Manufacturing Traditional Medicines) that is only based upon indegenous knowledge has not yet adequate quality standard of maximize health services/procedures. For that reason, it is needed to have traning and education for traditional medicines man to increase their know-ledge in treating disease technique and ways of formulating good traditonal medicines (Good Manufacturing tradi-tional medicnes). These should be done, that community health services in overcoming health problems through tradional medicine techniques are able to be accountable (provide in maximize ways).

 Key words :   Medicine Man, Good Manufacturing Traditional Medicine, Personal Medical System, Natural Medical System, Activities Tradi-tional Medicine

Full Text : PDF

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah