nav-left cat-right
cat-right

Penelitian UISU

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2017, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on Sep 12, 2017 in Wahana Inovasi, Warta LPPM | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2017, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

ANALISIS RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN MOBIL STUDI KASUS (HONDA : PT. ISTANA DELI KENCANA)

Anita Christine Sembiring

Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer,

Universitas Prima Indonesia

Jln. Sekip Simpang Sikambing, Medan 20111 

ABSTRAK

Pemasaran adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan bersaing yang ber-kesinambungan baik itu untuk perusahaan yang mem-produksi barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Pelaku pemasaran perlu mengetahui apa saja bahan pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian sebuah produk, pengambilan keputusan oleh konsumen berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh veriabel mix marketing seperti: produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bentuk fisik, pengaruhnya baik secara bersama maupun parsial terhadap kepuasan konsumen yang menggunakan produk Honda dikarenakan terjadinya penurunan penjualan produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi pengaruh menurunnya penjualan mobil hondadan mengetahui bagaimana promosi yang dilakukan perusahaan kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pasar dengan melakukan survey pasar dan membagikan kuesioner yang dihitung validitas dan realibitasnya. hasil penelitian ini kita akan mendapatkan data berupa persentase dari hasil kuesioner yang dapat membantu kita untuk mengambil kesimpulan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk membeli mobil Honda.

Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Harga, Tempat, Promosi, Produk

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

UJI LIMBAH UDANG DAN EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Cristm.) Swingle

Fenty Maimunah Simbolon*, Rahmawati* dan Ahmad Galang Sumantri**

Dosen Program Studi Agroteknologi dan Alumni

Fakultas Pertanian UISU, Medan

ABSTRAK 

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh limbah udang dan EM-4 terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis. Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Percobaan UISU Pertanian yang bertempat di gedung Johor Jln Karyawisata Medan, penelitian ini telah dimulai dari bulan  Januari sampai bulan Mei 2016. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga (3) ulangan yakni Pemberian Limbah Udang U0 = 0 (Kontrol); U1 = 50 g/polybag ; U2 = 100 g/polybag; U3 = 150 g/polybag dan Pemberian EM-4 M0 =                       0 (Kontrol); M1 = 5 ml/polybag; M2 = 10 ml/polybag. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Pertambahan Diameter Batang (cm), Pertambahan Jumlah Cabang Berat Basah dan berat kering Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah udang berpengaruh  nyata terhadap diameter bibit jeruk nipis, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, berat kering dan berat basah tanaman. Diameter yang lebih baik diperoleh pada perlakuan U3 (150 g/polybag) yaitu 0,97 mm. Aplikasi larutan EM-4 berpengaruh tidak  nyata terhadap semua parameter yang diamati. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.

Kata Kunci : Limbah Udang, EM4, Bibit Jeruk Nipis

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANTARA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI DAERAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN DENVER II

Saiful Batubara, M.Joesoef Simbolon, Mahdalena

Dosen Fakultas Kedokteran UISU Medan

Fakultas Kedokteran UISU Medan, Jl.Karya Bakti No.34 Pangkalan Masyhur Medan

 ABSTRAK

Perkembangan motorik merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda, tetapi akan tetap mengikuti patokan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pada aspek motorik anak prasekolah yaitu anak di taman kanak-kanak yang berada di perkotaan dan perdesaan menggunakan instrumen Denver II. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional komparatif dengan sampel diambil berdasarkan metode purposive sampling dimana sampel untuk masing-masing populasi ditetapkan sebanyak 50 anak. Sehingga total sampel adalah sebanyak 100 anak dari TK daerah perkotaan dan TK daerah perdesaan. Hasil penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney, dimana hasil analisis uji Mann-Whitney perkembangan motorik halus diperoleh nilai p = 0,393, karena signifikansi p = 0,393 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik halus antara anak taman kanak-kanak di daerah perdesaan dan perkotaan. Dan hasil analisis uji Mann-Whitney perkembangan motorik kasar diperoleh nilai p = 0,648, karena signifikansi p = 0,648 > p 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik kasar antara anak taman kanak-kanak di daerah perdesaan dan perkotaan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan masukan dalam bidang kesehatan serta diharapkan kepada orangtua dan para guru taman kanak-kanak selalu memperhatikan perkembangan motorik anak dengan memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhinya.

 Kata Kunci : Perkembangan Motorik, Anak TK, Denver II

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN DOSIS RAGI TERHADAP KADAR BIOETANOL PADA FERMENTASI  LIMBAH TAPIOKA PADAT KERING

Mahyu Danil

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Industri tapioka merupakan salah satu industri pangan yang terdapat di Indonesia. Bahan baku industri ini adalah umbi ketela pohon (Manihot utilissima) yang diolah menjadi tepung tapioka. Limbah padat (onggok) telah banyak dimanfaatkan, yaitu sebagai pakan ternak, pembuatan kompos dan sebagainya. Upaya minimalisasi limbah dari proses pembuatan tepung ubi kayu salah satunya dengan memanfaatkan kembali limbah. Etanol dapat diperoleh melalui konversi biomasa seperti serealia, umbi akar dan molase dengan menggunakan teknologi fermentasi dan oleh aktivitas mikroba. Limbah onggok ketela pohon sebagai sisa pembuatan tepung topioka dianggap kurang berguna bagi masyarakat, karena nilai ekonomisnya yang masih rendah dan pemanfaatannya belum optimal. Masih adanya beberapa kandungan nutrisi di dalam limbah onggok, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai bahan alternatif pembuatan alkohol. Metode Penelitian : Model rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri atas dua faktor utama yaitu : Faktor  I :  Waktu Fermentasi (W) yang terdiri dari 3 taraf yaitu W1  =   5 hari,   W2 =   7 hari, W3  =   9 hari. Faktor II  : Dosis Ragi (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu :   D0  =     0g/500g, D1 =   10g/500g, D2 =   20g/500g, D3 =   30g/500g,  dengan penelitian menggunakan 3 ulangan. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan dosis ragi terhadap kadar alkohol pada fermentasi limbah tapioka padat kering berpengaruh terhadap parameter yang diamati. Kadar air terbaik 10,79% (700C) dan 10,30% (3 jam).  Kadar etanol terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 9 jam sebesar 25,017% dan dosis ragi 30/150gr sebesar 27,433%. Rendemen  terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama  9 jam sebesar 0,634% dan dosis ragi 30/150gr sebesar 0,687%.

Kata kunci : Fermentasi, Ragi, Bioetanol, Limbah, Tapioka

Full Text Here :PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 TINGKAT STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG RETARDASI MENTAL

 Bania Maulina

Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. STM, SukaMaju, Medan, Telp 061-4572733, 4143491

 ABSTRACT

Stress appraisals could include harm/loss, such as loss of a loved or valued person. The others one will appear related birth of physically or mentally handicapped children. Mental retardation is one of them.This research was a descriptive study with used self report method, included scale to find out mothers’ level of stress that have mentally retarded child. Scaled included some statements that was arranged accordingindividual psychological reactions to stressful situations (Atkinson, 2000). This research was done to 40 mothers that had child with mild or moderate mentally retarded, aged between 2-12 years old. The result found that 55 percentage mothers experienced stress in high category.

 Keywords: Level of Stress, Mental Retardation

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM BERAS MISKIN (STUDI KASUS KENAGARIAN TANJUNG BETUNG)

 Siti Zulfah Lubis

NIP. 196004161986122001

Dosen Fisip UISU Program Studi Ilmu administrasi Negara

 ABSTRAK

Raskin adalah Program Pemerintah untuk membantu masyarakat yang miskin dan rawan pangan agar mereka mendapat beras yang murah untuk kebutuhan rumah tangganya. Namun pada saat upaya tersebut di jalankan, tidak dapat berjalan seperti apa yang di harapkan, dikarenakan ada beberapa factor ekonomi masyarakat miskin di kenagarian Tanjung Betung,  Kecamatan Ratu Selatan ini masih rendah. Sistem kolektif yang belum maksimal, Pembentukan tim yang belum berkompeten belum bekerja sesuai harapan, biaya operasional raskin belum maksimal, masih di temukannya beras dengan berkualitas rendah. Sumber daya aparatur masih rendah, lemah dalam melaksanakan fungsi control terhadap pelaksanaan program raskin di wilayahnya. Beras Kenagarian Tanjung Betung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program raskin di kenagarian tanjung betung pada tahun 2016. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah upaya penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Beras Miskin di Kelurahan Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan. Tujuan penelitian Adalah memperjelas dan menghindari terjadinya kesimpangsiuran. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: bagaimana upaya penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Beras Miskin di kelurahan Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman.jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini ialah masyarakat miskin yang terdaftar untuk mendapatkan raskin yang berjumlah 640 KK (Kepala Keluarga, jika populasi lebih dari 100 orang maka sampel yang di ambil sebesar 10-15% atau lebih. Maka teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah mengambil 10% dari populasi yang berjumlah 640 KK, jadi sampelnya sebanyak 39 KK. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menyebarkan angket (quetioner) kepada responden serta melakukan kepada pihak-pihak terkait. Kesimpulan penelitian ini menunjukan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan melalui program beras miskin di kenagarian tanjung betung dengan hasil nilai rata-rata dalam kategori sangat baik 48 orang responden, sedangkan yang menyatakan baik 16 orang responden. dalam program penanggulungan kemiskinan melalui beras miskin pengawasan sangat perlu di tingkatkan, agar mencapai tujuan yang maksimal

Kata Kunci : Kemiskinan, Beras Miskin

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERANGKAP NYAMUK GULA MERAH RAGI DENGAN EKSTRAK CABAI MERAH 

DALAM PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN PB. SELAYANG II

KECAMATAN MEDAN SELAYANG

TAHUN 2017

Henny Arwina Bangun

Dosen STIKES Sumatera Utara

Henny_wina@yahoo.co.id

ABSTRAK

Nyamuk aedes aegypti merupakan vector penularan demam berdarah dengue. Sampai saat ini belum ada cara yang efektif untuk mengatasi penyakit DBD karena belum ditemukan obat anti virus dengue. Penanggulangan penyakit DBD saat ini yaitu dengan menurunkan kepadatan populasi nyamuk aedesa egypti salah satunya dengan alat penjebak  nyamuk (trapping) dengan media atraktan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, penelitian yang berusaha mencari perbedaan variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol. Penelitian ini memanfaatkan CO2 sebagai atraktan untuk nyamuk. Produksi etanol dan CO2 dapat dihasilkan dari fermentasi gula anaerob proccess (tanpa O2) oleh kegiatan khamir saccharomyces cerevisiae, air rendaman ekstrak cabai merah mengandung ammonia 0,86 mg/l, CO2 total 12,4 mg/l, asam laktat 13,2 mg/l, octenol 0,7 mg/l dan asam lemak 22,8 mg/l. Efektivitas perangkap gula merah dan  ragi dalam menangkap nyamuk sebanyak 26 ekor dan ekstrak cabai merah sebanyak 13 ekor. Nyamuk yang terperangkap diamati selama 14 hari dengan kontrol waktu jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Perangkap gula merah dan ragi lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak cabai merah dalam menangkap nyamuk aedes aegypti.

Kata Kunci : Atraktan, Trapping, Aedes Aegypti

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH SUHU DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP MUTU PEKTIN KULIT PISANG KEPOK

 Mhd. Nuh

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Tanaman pisang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, bahkan beberapa literatur memastikan bahwa tanaman pisang tersebut berasal dari Indonesia. Tanaman pisang ini tersebar hampir di seluruh pelosok kepulauan nusantara, sehingga menempati luas pertanaman dan produksi yang tertinggi komoditas buah-buahan di Indonesia. Pektin secara umum terdapat di dalam dinding sel primer tanaman, khususnya disela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa-senyawa pektin berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu dengan yang lain. Pektin kulit buah pisang merupakan salah produk kulit buah pisang yang belum dikenal di masyarakat Indonesia. Pektin mempunyai kemampuan membentuk gel dengan mencampurkannya pada gula dan asam pada kondisi yang sesuai. Pektin secara luas digunakan dalam pengolahan makanan khususnya untuk mengubah buah-buahan yg memiliki nilai yang rendah menjadi produk-produk berkualitas baik seperti selai, jelly,  dan permen. Pektin juga  memiliki banyak aplikasi dalam produk makanan dan obat-obatan sebagai agen pembentuk gel dan agen penstabil. Metode Penelitian : Model  rancangan  yang digunakan  pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  faktorial, yang  terdiri  atas  dua faktor  utama yaitu : Faktor  I : Suhu ekstraksi  (S) yang  terdiri atas 4 taraf : S1  =  70 0C, S2  =  80 0C, S3  =  90 0C, S4  =  100 0C. Faktor  II : Lama ekstraksi  (E) yang  terdiri atas 4 taraf : E1  =  1,5 jam, E2  =  2,0 jam, E3  =  2,5 jam, E4  =  3,0 jam, dengan ulangan penelitian dilakukan 2  ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Rendemen terbaik 31,71% (1000C) dan 30,21% (3 jam).  Kadar air terbaik 10,79% (700C) dan 10,30% (3 jam).  Kadar abu terbaik 4,52% (1000C) dan 4,70% (3 jam).  kadar metoksil terbaik 5,41% (900C) dan 5,38% (3 jam),  Jelly grade terbaik 297,55 (900C) dan 297,90 (3 jam).

Kata Kunci : Pektin, suhu, ekstraksi,kulit pisang, rendemen, metoksil

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI      VOLUME 6 No.2        JULI-DES 2017           ISSN : 2089-8592

 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM H. ABDUL MANAN SIMATUPANG TAHUN 2016

Fifi Ria Ningsih Safari

Dosen Akbid Ibtisam Aulia

 ABSTRAK

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling sering ditemui. Insiden ketuban pecah dini adalah 2,7%-17%, bergantung pada lama periode fase laten yang digunakan untuk menegakkan diagnosis KPD. Faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan ketuban pecah dini yaitu umur, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, trauma, dan jarak kehamilan. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 96 orang, seluruhnya dijadikan sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini yaitu umur (p=0,000), paritas (p=0,000) riwayat kehamilan sebelumnya (p=0,000), trauma (p=0,000) dan jarak kehamilan (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini bahwa umur, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, trauma, jarak kehamilan berhubungan signifikan dengan kejadian ketuban pecah dini. Disarankan kepada ibu hamil/ibu bersalin bertanya kepada tenaga kesehatan tentang penyebab terjadinya  ketuban pecah dini dan cara melakukan pencegahannya sehingga ibu dapat menghindari hal-hal yang berisiko terhadap kejadian ketuban pecah dini.

 Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN URINE KAMBING TERHADAP TANAMAN TERUNG (Solanum melongena. L) PADA FASE PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN DI POLYBAG

Arif Anwar*, Rahmi Dwi Handayani Rambe* dan Mukhlis Bahar**

Dosen Program studi Agroteknologi dan Alumni FP UISU

 ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan dikebun Terung Namurambe, Desa Namu mbelin, Kecamatan Namurambe, Provinsi Sumatera Utara dengan ktinggian tempat ± 18 meter diatas permukaan laut dengan tapografi datar. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh kombinasi dari pupuk NPK dan organik terhadap tanaman terung (Solanum melongena L.), pada fase pertumbuhan dan hasil tanaman di polybagRancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak terpisah faktorial yang terdiri dari dua faktor. yaitufaktor  pertama  yaitu pupuk NPK  (K) terdiri dari 4 taraf  yaitu : Ko = (kontrol),  K1 = (0,5 g/polibek), K2 = (0,75 g/polibek)  dan K3 (1 g/polibek).  Faktor kedua yaitu pupuk organik yang terdiri dari 3taraf yaitu : P1 = (0,35 g/polibek), P2 = (0,5 g/polibek) dan P3=(0,65 g/polibek). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap berat buah persampel, berat total buah pertanaman sampel dan berat produksi total perplot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, luas kanopi jumlah buah persampel, jumlah buah perplot,  dan berat buah perplot. Perlakuan pemberian pupuk organik tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (0,65 cc/polibek). Pemberian pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat produksi total, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah persampel, jumlah cabang, umur berbunga, luas kanopi jumlah buah dan berat buah perplot. Perlakuan pemberian pupuk anorganik tertinggi  diperoleh pada perlakuan K3 (1 g/polibek). Pengaruh interaksi perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,  luas kanopi, berat total tanaman persampel dan berat produksi total perplot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang, jumlah buah berat buah persampel dan berat buah perplot.

Kata Kunci : Pupuk urine kambing, NPK dan Terung

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT

 (Study Kasus : Petani Perkebunan Inti Rakyat Desa Meranti Paham Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu)

 Gustami Harahap*, Abdul Rahman*, Erwin Pane*, Muhammad Romadon**

*Staf Pengajar Universitas Medan Area

**Mahasiswa Universitas Medan Area

 ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penelitian, menganalisis biaya tataniaga yang di terima oleh masing-masing saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan efisiensi tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu yang dilakukan secara purpossive dengan pertimbangan bahwa Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu adalah Desa yang matapencahariannya sebagai Petani kelapa sawit. Sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling (acak) dengan menggunakan metode Slovin yaitu dengan tingkat kesalahan 15 % dengan jumlah sampel sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian di Desa Meranti Paham ini menunjukkan terdapat 2 saluran pemasaran untuk TBS kelapa sawit. Dimana biaya tataniaga tandan buah segar (TBS) saluran tataniaga I lebih tinggi dibandingkan dengan saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) saluran II yaitu disebabkan karena saluran tataniaga I lebih panjang dibandingkan saluran tataniaga II dan nilai efisiensi saluran saluran I lebih besar yaitu sebesar 14,85% sedangkan nilai efisiensi saluran II lebih kecil atau sebesar 7,63%. Artinya semakin kecil nilai efisiensi tataniaga tersebut maka semakin efisien tataniaga tersebut. Sehingga saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saluran II lebih efisien di samping itu juga bahwa biaya tataniaga saluran II lebih kecil dan saiuran tataniaganya lebih pendek.

Kata Kunci : Biaya Tataniaga, Saluran Tataniaga, Margin, Efisiensi Tataniaga

Full Text Here : PDF

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PELAYANAN PENYEHAT TRADISIONAL DAN TANGGAPAN PASIEN DIKABUPATEN KARO

Sri Agustina Sembiring*, R. Hamdani Harahap**, Amri Amir**

*Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU

**Dosen Fakultas Teknik Lingkungan USU

ABSTRAK

Pengetahuan lokal dikembangkan berdasarkan pengalaman, telah diuji penggunaanya selama berabad-abad dan telah diadaptasikan dengan budaya dan lingkungan setempat. Berkaitan dengan pemanfaatan obat tradisional, pengetahuan tersebut telah melalui tahapan yang panjang dan telah teruji secara turun temurun oleh masyarakat seperti halnya di Kabupaten Karo, Masyarakat Karo sejak dulu telah mengenal obat-obatan tradisional yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Karo mengenal beberapa jenis penyakit dan juga cara-cara mengobatinya. Pengetahuan ini dikatakan sebagai salah satu kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling yaitu mengumpulkan data sedikit demi sedikit namun terus menggelinding seperti bola salju yang pada akhirnya mendapatkan informasi yang cukup banyak, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis kemudian disajikan secara naratif dan mengutip hasil wawancara mendalam dengan informan, lalu di persentasekan dan disajikan dalam gambar/grafik. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari 101 orang Penyehat Tradisional di 17 kecamatan dalam Kabupaten Karo diambil sampel secara purposive sampling sehingga didapatkan sampel/responden Hattra sebanyak 17 orang dari 7 kecamatan. Bentuk pelayanan kesehatan tradisional di kabupaten Karo adalah keterampilan 67%, ramuan 27%, dan kombinasi (keterampilan dan ramuan)  6%, usia Hattra yang memiliki persentase kecil (20-30 tahun) sebanyak 5,58%, yang terbesar adalah 51 tahun keatas dengan persentase 70%, cara memperoleh keahlian yang terbanyak adalah turun temurun (empiris) sebanyak 71%, pekerjaan selain Hattra yang terbanyak adalah petani (59%) dan tidak memiliki izin/STPT sebanyak 82%.. Tanaman obat yang paling sering digunakan adalah gagatan harimau, lempuyang, lada, bawang putih, bawang merah, bahing, tinggeren keruk bunga, dan jeruk kecil.

Kata Kunci : Hattra, ramuan/keterampilan, tanaman obat, pasien

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PERSEPSI WARGA SEKOLAH DAN INSTANSI TERKAIT TERHADAP SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN TINGKAT SMA NEGERI DI KABUPATEN NIAS BARAT

(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe)

 Eksaudi Bakti Hia*, R. Hamdani Harahap**, Delvian**

*Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU

**Dosen Fakultas Teknik Lingkungan USU

ABSTRAK

 Sekolah yang berwawasan lingkungan tidak hanya dalam arti fisik tetapi juga pola pikir serta kepedulian dan tindakan warga sekolah terhadap lingkungannya. Program sekolah ber-wawasan lingkungan adalah pemahaman dan kesadaran warga sekolah akan lingkungan sehingga apa yang dilakukan disekolah terbawa sampai akhir hayat. Lingkungan  sekolah yang bersih dan sehat juga mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada mulai dari siswa, guru, staf, karyawan, unsur pimpinan sekolah bahkan sampai orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi warga sekolah terhadap sekolah berwawasan lingkungan dan menganalisis upaya yang telah dilakukan oleh stakeholder Dinas terkait di Nias Barat dalam meng-implementasikan sekolah berwawasan lingkungan. Dengan metodologi deskriptif, penelitian ini dilakukan di SMA yang terdapat di Kabupaten Nias Barat yaitu SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe. Interpretasi dilakukan dengan uji statistikuji bedaMann-Whitney U guna mencari perbedaan persepsi SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa persepsi warga sekolah antara SMA Negeri 1 Sirombu cenderung lebih baik dibandingkan dengan SMA Negeri 2 Mandrehe terhadap sekolah berwawasan lingkugan dan belum ada upaya/tindakan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup terkait dengan sekolah berwawasan lingkungan.

 Kata Kunci :  Persepsi, Sekolah Berwawasan Lingkungan, Sekolah Adiwiyata, Pendidikan Lingkungan Hidup

 Full Text Here : PDF

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 1 Edisi Januari – Juni 2017, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on Sep 8, 2017 in Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 1 Edisi Januari – Juni 2017, ISSN : 2089 – 8592

  WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.1             JAN-JUNI 2017               ISSN : 2089-8592

MENINGKATKAN HASIL  BELAJAR  FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA SEDERHANA PADA MATERI GERAK MELINGKAR DI KELAS X-5 SMA  NEGERI 3 GUNUNGSITOLI SEMESTER GANJIL 

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Murnilah Gulo

Guru SMA Negeri 3 Gunungsitoli, Kelas X-MIA 5

Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Fisika tentang Gerak Melingkar dengan alat peraga sederhana pada siswa Kelas X-5 SMA Negeri 3 Gunungsitoli pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskripsi dengan pendekatan action research. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas  X-5 SMA N 3 Gunungsitoli. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-5  SMA Negeri 3 Gunungsitoli T.P. 2014/2015, dengan jumlah siswa 28 orang. Penentuan subjek diperoleh berdasarkan hasil investigasi terhadap kelas yang akan diteliti dan berdasarkan hasil rujukan dari Kepala Sekolah. Hasil analisis deskripsi mengungkapkan, bahwa dengan data sebagai berikut: Siklus I, rata-rata  hasil belajar Fisika adalah 69 dengan prosentase ketuntasan 89%, dan pada siklus II, rata-rata hasil belajar Matematika mengalami kenaikan menjadi 77 dengan prosentase 100%, prosentase keaktifan siswa di kelas adalah sebagai berikut: Siklus I rata-rata prosentase keaktifan belajar siswa dari 56,2%  menjadi 84,2%.  Dengan demikian,   dapat disimpulkan bahwa  Hasil  Belajar  Fisika tentang Gerak Melingkardapat ditingkatkan dengan menggunakan alat peraga sederhana pada    Siswa Kelas  X -5 SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Untuk itu penulis sarankan kepada guru-guru agar menggunakan alat peraga sederhana pada mata pelajaran Fisika, khususnya materi Gerak Melingkar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

 Kata Kunci : Fisika, Alat Peraga, Gerak Melingkar

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.1               JAN-JUNI 2017               ISSN : 2089-8592 

PENGARUH PERBEDAAN SUHU AWAL DAN SUHU AKHIR PENGERINGAN TERHADAP MUTU

TEPUNG BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)

Susan Novrini

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Penggunaan bawang putih sebagai bahan pangan pada umumnya masih terbatas dalam bentuknya yang asli atau umbi segar sebagai bumbu atau rempah-rempah. Dalam bentuk tersebut jika tertunda penggunannya atau disimpan terlalu lama, maka bawang putih akan mengalami kerusakan antara lain akan ditumbuhi oleh jamur. Hal ini banyak terjadi pada petani-petani yang menghasilkan bawang putih dalam jumlah yang besarTujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah bahan pengembang terhadap mutu kerupuk ampas tahu. Usaha-usaha pemanfaatan bawang putih dalam bentuk lain telah dilakukan misalnya dalam bentuk bubuk atau tepung yang dapat dikonsumsi langsung sebagai bumbu penyedap dan bumbu masakan, selain akan memberi nilai tambah, juga keawetan produk dapat dipertahankan lebih lama sehingga keberadaannya setiap saat dapat dijamin. Selain dikonsumsi dalam bentuk umbi atau siung, bawang putih juga dapat dikonsumsi dalam bentuk lain. Misalnya diolah menjadi bubuk kering (flake), acar (pickle), minyak bawang putih dan minuman segar (garlic juice). Penelitian : Model  rancangan  yang digunakan  pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL)  faktorial, yang  terdiri  atas  dua faktor  utama yaitu : Faktor  I : suhu awal pengeringan (A) yang terdiri atas tiga taraf : A1  =  65 0C, A2  = 75 0C, A3  =  85 0C.  Faktor  II : suhu akhir pengeringan (R) yang terdiri atas empat taraf : R1  =  30 0C, R2  = 40 0C, R3  =  50 0C,  R4  =  60 0C. Dengan ulangan penelitian dilakukan  2  ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu awal dan suhu akhir pengeringan maka kadar protein, kadar pati, dan nilai warna semakin tinggi dan  diperoleh pada perlakuan A3 (85 0C) dan R4 (60 0C). Sedangkan kadar air tertinggi diperleh pada perlakuan A1 (65 0C) dan  R1 (30 0C). Untuk membuat tepung bawang putih untuk sementara suhu yang terbaik disarankan menggunakan suhu awal pengeringan 75 0C dan suhu akhir pengeringan 50 0C.

Kata Kunci : Bawang Putih, Tepung, Suhu Pengeringan

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.1                            JAN-JUNI 2017               ISSN : 2089-8592

 USING JIGSAW TECHNIQUE IN READING COMPREHENSION CLASS OF FIRST SEMESTER STUDENTS BY THE YEAR 2015-2016 FACULTY OF LITERATURE ISLAMIC UNIVERSITY OF NORTH SUMATRA

Asnani, Safitri Hariani, Azmir Pasaribu

Faculty of Literature

Islamic University of North Sumatera

Email: dhiearypardi@gmail.com

ABSTRACT

Jigsaw is a cooperative learning technique that has been studied in various ways by some researchers and teachers in classes of different levels and subjects (Aronson: 2008). The research aimed to find out whether the jigsaw technique could be successfully used to fulfill the intended task in the college English class, particularly in a reading comprehension class. The research takes place in the second semester students by the year 2015-2016, Faculty of Literature, Islamic University of North Sumatra, Medan, involved twenty five students that divided in 5 groups. Some questions are taken from the book Practice and Progress written by L.G Alexander (1967) as the students’ text book. The design employed in this research was classroom action research developed by Mertler and Charles (2010).  Findings were analyzed and the reflections on jigsaw were offered. The implementation of jigsaw in reading comprehension class made it possible for the teachers to focus on students and thereby language learning became interdependent.  A conclusion was drawn that jigsaw technique is an effective way to promote student participation as well as a useful technique for the students to accomplish learning tasks in the reading comprehension class.

Keywords: Jigsaw Technique, Students, Reading Comprehension

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.1                     JAN-JUNI 2017               ISSN : 2089-8592

PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG, AKTIVITAS FISIK DAN OBESITAS SENTRAL PESERTA SENAM AEROBIK

DI TAMA GYM  KOMPLEK RIVIERA MEDAN

Novriani Tarigan

Dosen Program Studi Diploma IV Jurusan Gizi

Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

E-mail: tarigannovriani@gmail.com

ABSTRAK

Masalah gizi di Indonesia padasat ini adalah masalah gizi ganda, disamping masalah gizi kurang, disisi lain pada golongan masyarakat tertentu mulai muncul permasalahn obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi seimbang, aktifitas fisik dan obesitas sentral peserta senam aerobik di Tama Gym Komplek Riviera Medan.. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh peserta senam aerobik, dan sampel adalah seluruh populasi. Pengumpulan data dilakukan pada tahun 2015. Data yang dikumpulkan yaitu pengetahuan gizi seimbang, aktifitas fisik dengan cara wawancara, sedangkan lingkar perut dengan melakukan pengukuran. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Pengetahun gizi sembang peserta senam aerobik sebanyak 70% kurang, aktifitas fisk sebanyak 52,5% mempunyai aktifitas ringan, dan sebanyak 75% masuk kategori obesitas sentral. Aktifitas fisik berhubungan dengan kejadian obesitas sentral sebesar 9,75 kali.

Kata Kunci : Pengetahuan Gizi, Aktifitas Fisik, Obesitas Sentral, Senam Aerobik

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI VOLUME 6 No.1                       JAN-JUNI 2017 ISSN : 2089-8592

PENGARUH EFISISENSI PENGELOLAAN MODAL KERJA TERHADAP PENCAPAIAN LABA

PADA PT. GALATTA LESTARINDO PANCUR BATU MEDAN

Ilham

Dosen Fakultas Ekonomi Al-Ahzar Medan

ABSTRACT

This study investigated the effect of beta and price to book value toward portfolio securities return. The expected returns were measured by Capital Asset Pricing Model. The Single Index-Model was developed to aid portfolio analysis and The Single Index Model called for estimating the beta of each stock that was a potential candidate for inclusion of portfolio. Price to book value indicated that the prospect of a success company was correlated with return. The research used 39 manufacturer companies in Jakarta Stock Exchange with purposive sampling during the year 1994-2000. The data were collected from secondary data and the collected data processed by SPSS and tested by multiple regression analysis. The result of the analysis showed that price to book value was significantly affected toward portfolio securities return at significant level 0.0210, but its effect was negative. Beta was not significantly affected toward portfolio securities return at 0.5080. The negative effect was meant at anomaly because Capital Asset Pricing Model was not realistic for counting expected return.

Key Words: Capital Asset Pricing Model, Single Index Model, Price to Book Value, Beta, Portfolio Securities Return, and Anomaly

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI    VOLUME 6 No.1        JAN-JUNI 2017   ISSN : 2089-8592

UJI MUTU FISIK DAN MUTU KIMIA KUE NAGASARI DARI TEPUNG UBI JALAR UNGU SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL

Tiar Lince Bakara

Program Studi D-IV Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Medan, Sumatera Utara, Medan

ABSTRAK

Perubahan gaya hidup masyarakat yang mengarah kembali pada alam menyebabkan timbulnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuhnya dengan penggunaan produk pangan fungsional. Ubi jalar ungu potensial dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena memiliki antosianin, pigmen yang menyebabkan daging umbi berwarna ungu, yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji mutu fisik dan mutu kimia kue nagasari dari tepung ubi jalar ungu sebagai pangan fungsional. Manfaat penelitian untuk memberikan informasi bagi masyarakat tentang manfaat pengunaan ubi jalar ungu sebagai tepung yang di gunakan sebagai pangan fungsional. Jenis penelitian ini bersifat eksperimental yaitu dengan rancangan percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan, dengan uji mutu fisik meliputi warna, tekstur, rasa dan aroma. Uji mutu kimia meliputi energi, karbohidrat, serat, dan antosianin. Hasil penelitian kue nagasari dari tepung ubi jalar yang paling disukai penelis berdasarkan uji mutu fisik yaitu pada perlakuan C yang menghasilkan warna ungu, tekstur padat, rasa manis dan aromanya khas tepung ubi jalar ungu. Kue nagasari yang dihasilkan pada perlakuan C memiliki karbohidrat 91,9 %, serat 1,30 %, antosianin 25,9 mg/100 gr, dan energi 398,6 kkal. Kue nagasari dari tepung ubi jalar ungu dapat dijadikan pangan fungsional yang memiliki fungsi primer sebagai asupan zat gizi esensial, fungsi sekunder sebagai pemuasan sensori, dan fungsi tersier sebagai nilai biologis terhadap imunitas.

Kata Kunci : Ubi Jalar Ungu, Pangan Fungsional

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI              VOLUME 6 No.1               JAN-JUNI 2017               ISSN : 2089-8592

PENGARUH INDEPENDENSI DAN INTEGRITAS TERHADAP EFEKTIVITAS PERANAN KOMITE AUDIT PT. BANK MASPION TBK

Suparwassesa

Dosen Fakultas Ekonomi UISU

ABSTRACT

The objective of this study is to find out the effect of independency and integrity on the effectiveness of audior committee roles. The research variables are independency and integrity as independent variable and effectiveness of auditor committe roles as dependent variable. The study was conducted at PT. Bank Maspion Ltd consisting of all auditor committee amounting to 54 auditors around 11 cities in Indonesia. There were 48 samples of this study which were taken by Slovin sampling technique. The research data were derived by questionaires. The research method is quantitative with classical assumption testing which used statistical analysis, multiple linear regression analysis. The result of the study was to test whether or not variables of independence and integrity had a significant effect on auditor committee roles at PT. Bank Maspion Ltd. The result of the variable testing stated that the value of determination coefficient was 24,40%, while variable of independecy value was t-count (1.812) > t-table (1.679), while the value of integrity variable was t-count (1.523) < t-table (2.015). In conclusion, both variables (X) partially do not have any effect on variable of Y.

Keywords : Independency, Integrity, Effectiveness of Auditor Committee Roles

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI           VOLUME 6 No.1     JAN-JUNI 2017                   ISSN : 2089-8592

THE EFFECT OF RECRUITMENT AND MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE EMPLOYEES IN MARKETING DIVISION AT AJB BUMIPUTERA 1912 IN MEDAN OFFICE BRANCH

Payung Harahap

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Al Azhar Medan

ABSTRACT

Life Insurance of Bumiputera 1912 Medan Branch Office is a national insurance company that is the largest and oldest in Indonesia in the form of joint venture entities / mutual. This study uses a Likert scale, the type of the research is quantitative descriptive, and the nature of this research is descriptive explanatory. Data were collected through interviews, questionnaires and documentation study. Data analysis method used is multiple linear regression analysis. The study populations were 160 employees as respondents, where 30 respondents used to test the validity and the remaining 130 respondents used as samples. Results of the study as shown in the hypothesis stated that 0.452 units of recruitment and 0.436 units of motivation partially show a significant effect on employee performance and simultaneously recruitment and motivation have a significant effect on employee performance that shows the R2 value of 30,3% variable performance can be explained by variable recruitment and motivation and the remaining 69,7% described by other factors not examined in this study such as discipline, competence and so on. And the study results partially showed the distribution channel is the most dominant factor affecting the performance of employees. In conclusion, partially and simultaneously recruitment and motivation have a significant effect on employee performance at marketing division at AJB Bumiputera 1912 at Medan Branch.

Keywords : Recruitment, Motivation Employee Performance

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI      VOLUME 6 No.1          JAN-JUNI 2017              ISSN : 2089-8592

PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP (Studi Pada Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2017)

Hendra Nazmi

Dosen Fakultas Ekonomi UNPRI

ABSTRACT

This research aims is to know the influence of employee empowerment (task, task allocation, power, commitment and culture) to employee motivation at Rumah Sakit Haji Medan. In this research, there are two variables, which are employee empowerment as independent variable (X) and employee motivation as dependent variable (Y). Yammane used to measured the sample with proportional allocation technique. The population are 390, which 80 are chosen as sample of this research. Data collecting by questionnaire and analysed by Path Analysis Method. Result of statistical analysis indicate that there are positive effect between the five empowerment dimensions (task, task allocation, power, commitment and culture) to employee motivation (52,73 %) where task dimension proved as dominant factor. As a recommendation, it is suggested that Rumah Sakit Haji Medan implement employee empowerment in order to increase employee motivation.

Keywords : Employee Empowerment, Task, Task Allocation, Power, Commitment, Culture And Employee Motivation

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI          VOLUME 6 No.1               JAN-JUNI 2017        ISSN : 2089-8592

PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG TANJUNG MORAWA

Andre Fitriano

Dosen Fakultas Ekonomi UNPRI

ABSTRAK

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) adalah badan hukum publik yang bertanggung jawab kepada presiden dan berfungsi menyelenggarakan program jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi seluruh pekerja di Indonesia termasuk orang asing yang bekerja minimal 6 bulan di Indonesia. Atau juga dapat dikatakan sebagai program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial. Penulis merumuskan permasalahan yang ada yaitu seberapa besar pengaruh pengembangan karir terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan cabang tanjung morawa, seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan cabang tanjung morawa, seberapa besar pengaruh pengembangan karir dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan cabang tanjung morawa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa yang berjumlah 40 orang dan yang dijadikan sampel sebanyak 40 orang responden (100% dari populasi). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan uji F dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa. Hal ini terbukti dari hasil uji t dimana thitung X1 = 3,119 dengan taraf signifikansi 0,004, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa. Hal ini terbukti dari hasil uji t dimana thitung X2 = 4,641 dengan taraf signifikansi 0,000 dan pengembangan karir dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa. Hal ini terbukti dari hasil uji F dimana Fhitung sebesar 40,543 dengan taraf signifikansi 0,000.

Kata Kunci : Pengembangan Karir, Motivasi Kerja, Kinerja

Full Text Here : PDF

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2016, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on May 16, 2017 in Publikasi, Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2016, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

ANALISIS USAHATANI BELIMBING (Averhoa carambola) (STUDI KASUS : DESA  NAMORIAM KECAMATAN PANCUR BATU, KABUPATEN DELI SERDANG) 

Nursaimatussaddiyah

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah

Jl. SM Raja No. 10 Km 5,5 Medan

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penentuan lokasi penelitian ini ditetapkan secara purposive (disengaja) karena di daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil belimbing di Sumatera Utara yang dikenal dengan Belimbing Sembiringnya, dimana belimbing ini merupakan salah satu varietas unggul yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian adalah 1) untuk menguji faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi belimbing di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. 2) Untuk menguji tingkat kelayakan usahatani belimbing di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Faktor yang mempengaruhi produksi adalah  luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk dan peptisida berpengaruh nyata terhadap produksi belimbing didaerah penelitian dengan tingkat efesiens sebesar 93,3%. Usahatani belimbing didaerah penelitian masih layak untuk diusahan karena nilai R/C – nya sebesar 4,68.

Kata Kunci : Faktor Produksi, Tingkat Kelayakan, Usahatani Belimbing

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGUASAAN RELASI MAKNA DENGAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KALIMAT KELAS IX SMP NEGERI 3 BARUSJAHE 

Ernawati Br. Bangun

Dosen Tetap Yayasan Arta Kabanjahe

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menggambarkan penguasaan relasi makna dan kemampuan menggunakan kalimat pada aspek penggunaan sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf, hiponim, dan polisemi. Selain itu juga bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara penguasaan relasi makna dengan kemampuan meng-gunakan kalimat siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe. Data diperoleh dari 84 orang siswa kelas IX, dengan instrumen tes objektif. Melalui metode deskriptif, data diolah menggunakan rumus korelasi Product Moment :

Berdasarkan rumus di atas, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :

1.    Penguasaan relasi makna siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe dikategorikan B (baik) dengan nilai rata-rata 71,19.

2.    Kemampuan menggunakan kalimat siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe dikategorikan B (baik) dengan nilai rata-rata 70,77.

3.    Hubungan antara penguasaan relasi makna dengan kemampuan menggunakan kalimat bersifat positif dan hubunan antara kedua variabel tersebut cukup/ sedang dengan indeks korelasi 0,454.

4.    Semakin tinggi penguasaan relasi makna siswa, maka semakin baik kemampuan siswa menggunakan kalimat.

Kata Kunci :     Bahasa Indonesia, Penguasaan Relasi, Instrumen Tes Objektif

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PERTUMBUHAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN KARYAWAN DI HOTEL MEGA PERMATA KOTA PADANGSIDIMPUAN

Sulhana Lely Lubis¹ dan Adi Gunawan Ashari²

¹Dosen Dpk FE Universitas Graha Nusantara

²Alumni FE Universitas Graha Nusantara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan pelanggan terhadap pelayanan karyawan di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang menginap di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan pada akhir bulan Oktober 2014 berjumlah 1204 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling atau teknik penarikan sampel secara kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian atau Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan. Kuesioner dibagikan kepada pelanggan yang sudah menginap melalui wawancara awal yang dilakukan penulis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan pelanggan adalah keunggulan, dan penambahan tingkat pelayanan yang efektif dan berbagai jenis fasilitas, yang keseluruhannya ber-pengaruh terhadap tingkat pertumbuhan pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan uji F-statistik yang menunjukkan bahwa variabel Keunggulan (X1), Pelayanan (X2) dan Fasilitas (X3) secara bersama–sama berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pertumbuhan Pelanggan di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan.

Kata Kunci :     Tingkat Pertumbuhan Pelanggan, Pelayanan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS X MA SWASTA NUR IBRAHIMY  RANTAUPRAPAT TAHUN AJARAN 2015/2016

Rahma Muti’ah

Program Studi Pendidikan Matematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Labuhanbatu

Jln. Sisingamangaraja No. 126A, KM, 3.5 Aek Tapa Rantauprapat Kampus ULB

E-mail : r.muthea@yahoo.co.id

ABSTRAK

Persepsi siswa tentang kompetensi guru ini sangat diperlukan dalam pengajaran matematika dewasa ini, agar dapat semakin meningkatkan pemahaman siswa tentang makna matematika yang nantinya akan berpengaruh terhadap minat belajar matematika dan pada baiknya prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan penjabaran masalah diatas maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Kelas X MA Swasta Nur Ibrahimy Rantauprapat Tahun Ajaran 2015/2016”. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Berdasarkan hasil persamaan koefesien regresi linier berganda diperoleh Y = 6.223 + 1.541X1 + 1.233X2 + e. 2) F tabel = 1.84 sedangkan F  hitung 2.135  jadi F tabel lebih kecil dari F hitung, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru  dan prestasi belajar siswa  pada taraf kepercayaan 95% dan Alpha 5% dapat diterima. Selain itu untuk tingkat minat belajar siswa  F tabel = 1.84 sedangkan F hitung 15.331  jadi F tabel lebih kecil dari F hitung, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa  pada taraf kepercayaan 95% dan Alpha 5% dapat diterima. 3) Dari  hitung diatas dapat diketahui  sebesar 3.130  dengan t tabel sebesar 2.75, maka t tabel lebih kecil dari t hitung. Hipotesis ada pengaruh positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa dapat DITERIMA pada taraf signifikansi 0.05 atau kepercayaan H1 diterima 95%. Sedangkan  hitung diatas dapat diketahui  sebesar 10.913 dengan t tabel sebesar 2.75, maka t tabel lebih kecil dari t hitung. Hipotesis ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar  terhadap prestasi belajar siswa dapat DITERIMA pada taraf signifikansi 0.05 atau kepercayaan H2 diterima 95%. 4) Hasil output SPSS model Summary besarnya Adjusted R Square adalah 0.900. Hal ini berarti hanya 90% variabel persepsi siswa terhadap kompetensi guru dan minat belajar  dalam memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa  di kelas X MA Swasta Nur Ibrahimy Rantauprapat pada tahun ajaran 2015/2016 sedangkan sisanya  (100% – 90% = 10%) dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, persepsi siswa terhadap kompetensi guru, fasilitas belajar, dukungan orangtua dan lain-lain.

Kata Kunci : Kompetensi Guru dan Sikap Terhadap Matematika

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

ANALISIS KESULITAN BELAJAR PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI SMP ABDI

NEGARA ASAM JAWA

Nurhakima Ritonga

Dosen STKIP Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan mengetahui kesulitan belajar pada materi pokok sistem pernapasan manusia di SMP Abdi Negara Kelas VIII Tahun Pembelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juni s/d 8 Juni 2016 SMP Abdi Negara Asam Jawa kec Torgamba Kab. Labuhanbatu Selatan. Populasi adalah kelas VIII yang terdiri dari 2 lokal dan yang di jadikan sampel adalah seluruh kelas VIII  sebanyak 70 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket sebanyak 20 soal dan tes diagnostik sebanyak 20 soal. Data dari menggunakan tes diagnostik mengenai tingkat kesulitan belajar siswa di SMP Abdi Negara yaitu niali siswa bervariasi ada yang tingkat kesulitannya rendah dan ada yang tingkat kesuliatannya sedang yaitu 100-60 dengan kategori rendah dan sedang. Sedangkan dengan menggunakan angket nilai rata-rata siswa yaitu 76.82 artinya selalu terdapat kesulitan belajar dalam pembelajaran biologi di SMP Abdi Negara kelas VIII

Kata Kunci : Analisis Kesulitan Belajar, Kesulitan Belajar

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

PEMBERDAYAAN  SUMBERDAYA MANUSIA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA 

Yanhar Jamaluddin

yanharja-ii@uisu.ac.id

 Dosen tetap FISIP Universitas Islam Sumatera Utara – Medan, dan sedang menempuh studi program Doktor pada bidang Ilmu Administrasi Publik Universitas Padjadjaran – Bandung

ABSTRAK

BPD merupakan lembaga perwakilan dari penduduk desa, yang akan menentukan keberlangsungan dan keberwujudan pemerintahan Desa yang demokratis, partisipatif, transparan dan akuntabel. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berfungsi Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa ; Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan ; Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.  BPD dalam melaksanakan fungsinya BPD belum menunjukkan peran yang optimal, disebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia BPD. Oleh karena-nya pemberdayaan atau penguatan aspek sumberdaya manusia BPD sangat diperlukan. Strategi pemberdayaan aspek sumberdaya manusia Badan Permusyawaratan Desa, dapat dilakukan dengan cara Mengembangkan kompetensi, Meningkatkan pengetahuan, Pengembangan sikap / prilaku, Menumbuhkan motivasi, dan Menerapkan penilaian kinerja. Untuk menjamin berhasilnya pelaksanaan strategi tersebut harus diperhatikan faktor kepemimpinan,  organisasi, dan  sumberdaya manusia serta  keterlibatan  pihak luar.

Kata Kunci :     Pemberdayaan, Sumberdaya Manusia, Badan Permusyawaratan Desa

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

MOTIVASI HIJRAHNYA RASULULLAH MUHAMMAD SAW DARI MAKKAH KE MADINAH 

Abdul Hakim

NIP. 195512111984031002

Staf pengajar Kopertis Wil.I dpk FKIP-UISU Medan

ABSTRAK

Secara etimologi hijrah, bermakna berpindah tempat atau suasana yang tidak baik kepada yang lebih baik. Sedangkan secara terminology adalah; Perpindahan Rasulullah Muhammad saw. bersama pengikutnya dari Kota Mekkah ke Kota Yasrib yang sekarang Kota Medinah yang di laksanakannya pada tahun 622 M yaitu tiga belas tahun selepas Rasulullah Muhammad saw. diutus Allah menjadi Rasul-Nya. Hijrahnya Rasulullah Muhammad saw. akibat ketidak senangan kaum Quraisy Mekkah terhadap dakwah yang dilakukan Rasulullah saw. yaitu; mengajak masyarakat untuk merubah sikap mental penyembahan dari menyembah berhala kepada menyembah Allah swt. mentauhidkan Allah, yaitu satu-satunya Tuhan yang patut disembah yang lainnya tidak pantas. Program mentauhidkan Allah (monoteisma) ini merupakan sikap hidup (tauhid) para nabi-nabi terdahulu sejak nabi Adam as, sampai nabi Isa as. Artinya bahwa Muhammad Rasulullah saw. berjuang untuk melanjutkan atau melestarikan sikap tauhid para rasul sebelumnya. Oleh sebagian masyarakat Quraisy Mekkah tidak menerima dan menentang dakwah Rasulullah saw. ini, karena mereka adalah penyembah berhala. Berbagai cara pendekatan kaum Quraisy untuk menghadang dakwah Rasulullah saw. agar meninggalkan dakwahnya, namun Rasulullah saw. menyatakan dalam perjuangannya, bahwa menyembah berhala itu tidak sesuai dengan sembahan yang diperintahkan Allah dan para nabi yang mendahuluinya. Akibatnya muncul berbagai tindakan yang mengancam kehidupan Rasulullah saw. beserta sahabatnya, mulai dari teror mental (fitnah, caci-maki, pelemparan kotoran) embargo ekonomi (makanan  minuman, jual beli dll) politik (adanya putusan kaum musyrik untuk membunuh Rasulullah saw.) dan banyak hal yang membuat Rasulullah saw. tidak nyaman hidup di Negeri Makkah saat itu. Dari sekian banyak teror tersebut, Rasulullah saw. tidak pernah berucap  dari dirinya untuk membumi hangaskan masyarakat Makkah, ia hanya bersikap sabar. Dari kondisi yang demikian konflik yang dihadapi Rasulullah saw. akhirnya turun perintah Allah agar beliau dan para sahabatnya supaya berhijrah ke Medinah al-Munawwarah. Perintah Allah ini mereka laksanakan dengan penuh yakin dan sabar sampai pada tujuan. Masyarakat Madinah ternyata sudah menanti kedatangan beliau beserta sahabatnya, mereka menyambut Rasulullah dengan ungkapan syair: Telah datang pemimpin yang kami dambakan, yang dapat memberikan kenyamanan dan kemakmuran bagi kami  dst. Maka oleh Rasulullah Muhammad saw. sampailah ia dengan para sahabatnya di Kota Madinah. Dan dari Madinah ini Rasulullah saw. memulai kembali dakwahnya mengajak manusia menyembah Allah swt. mentauhidkan Allah, tidak ada Tuhan selain Allah. Oleh masyarakat Madinah dengan senang hati semua menerimanya. Rasulullah Muhammad saw.pun merubah nama dari Kota Yasrib menjadi Kota Madinah al-Munawwarah, sampai sekarang, dan dari Kota Madinah inilah Islam terpancar ke seantero dunia ini. Subhanallah.

Kata Kunci : Hijrah, Berjuang

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

THE SIGNIFICANCE OF LITERATURE IN ENGLISH LEARNING PROCESS 

Sri Wulan

Faculty of Literature Islamic University of North Sumatra

swulan@gmail.com 

ABSTRAK

Bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang. Mereka tidak dapat dipisahkan. Belajar bahasa berarti bersandar sastra secara otomatis. Jadi, bahasa Inggris sebaiknya dipelajari tidak hanya sebagai bahasa tetapi juga sebagai bagian dari sastra. Dalam belajar satra, ada banyak keuntungan baik bagi siswa ataupun bagi proses belajar itu sendiri. Menurut Collie and Slater (1990) dan Maley (1989), ada beberapa alasan pentingnya belajar sastra. Melalui karya sastra, siswa tidak hanya belajar membaca tetapi juga belajar menafsirkan dan ketrampilan menggunakan bahasa. Ini berarti belajar sastra pada proses belajar bahasa Inggris membuat siswa tidak hanya mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, tetapi juga terampil untuk menafsirkannya sebagai elemen estetika dalam interaksi sosial. Kesimpulannya, belajar sastra dalam proses belajar – mengajar bahasa Inggris sangat penting mengingat betapa banyaknya manfaat yang diperoleh..

Kata Kunci :     Sastra Inggris, Belajar Bahasa, Manfaat, Belajar Bahasa Inggris

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN HANDOUT DAN JOB SHEET PADA PEMBELAJARAN MATERI SADARI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2014 

Eliya Wardayani

Staf Pengajar Akademi Kebidanan Sentral Padangsidimpuan

ABSTRACT

To find out the the effective usage of Handout and jobsheet in learning subject SADARI towards students’ learning result at AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN. This study were using pre experiment design with one group  pre test post test. The sample of population in this study is all   the students of D-3 midwifery program at AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN and the data gained by purposive sampling technique 40 students in the 2nd semester. Data were collected from the pre test and post test then analyzed by one way different test and Duncan test. This study shown that there was a significant improvement of learning result by using handout and job sheet 198.90% (56.97), job sheet 135.51% (47,43), hand out 116,60% (34,98) while without handout and job sheet 136,4% (33.83). The use of handout and job sheet (p,0.05) was significantly increase the students’ learning result. In teach subject which put stress on Psychomotoric such as SADARI lesson, the use of job sheet is more effective than hand out on increasing students learning result.

Keyword: Effectivity, Hand Out,  Job Sheet, Learning Result

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 LAHEWA KECAMATAN LAHEWA KABUPATEN NIAS UTARA 

Agusman Zebua

SMP Negeri 1 Lahewa

Kecamatan  Lahewa Kabupaten Nias Utara

ABSTRAK

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kehadiran dan Kinerja Guru di Smp Negeri 1 Lahewa Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara. Penelitian di-laksnakan di SMP Negeri 1 Lahewa Kabupaten Nias Utara. Pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dengan jumlah 30 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kehadiran dan kinerja guru adalah mencapai angka 82,55%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: kepemimpinan kepala sekolah ber-pengaruh signifikan terhadap kehadiran dan kinerja guru hal ini dibuktikan dengan mencapai angka 82,55%.

Kata Kunci :     Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kehadiran, Kinerja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS DI DESA PERTUMBUKEN KECAMATAN BARUSJAHE KABUPATEN KARO TAHUN 2015

Harry Dito Meliala

Dosen tetap Yayasan Arta Kabanjahe

ABSTRAK

Pada masa remaja terjadi proses pertumbuhan jasmani, dengan cara memberikannya masukan kehidupan yang suram dan terang, suasana yang lebih menantang dan memberontak suasana yang membawakannya pada kepatuhan dan kedisplinan serta suasana yang membawanya pada pengakuan ekstensi dan kemandirian. Masa remaja dikenal dengan masa perkembangan menuju kematangan jasmani, seksualitas, pikiran, dan emosiaonal, begitu juga masa remaja sering disebut sebagai masa dimana terjadinya berbagai perubahan pada manusia, baik perubahan jasmani, seksualitas, pikiran, kedewasaan, maupun sosial. Kesiapan adalah  keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban didalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi remaja dengan kesiapan menghadapi masa pubertas. Desain yang digunakan cross sectional dimana populasi adalah remaja putri yang pubertas di Desa Pertumbuken Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo sejumlah 30 responden. Besar sampel adalah 30 responden melalui accedental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari responden menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diambil dari kepala desa. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi- Square . Hasil analisa didapatkan bahwa remaja putri yang memiliki pengetahuan baik 2 (6,7%) yang berpengetahuan cukup 15 (50%) dan  yang ber-pengetahuan kurang 13 (43,3%) hasil uji statistik Chi- Square diperoleh  yang berarti ada hubungan kesehatan reproduksi remaja dengan kesiapan menghadapi masa pubertas. Melihat hasil penelitian tersebut sebaiknya Petugas Kesehatan di Desa Pertumbuken, diharapkan untuk lebih berperan aktif memberikan informasi, masukan,penyuluhan dan serta saran dalam meningkatkan pemahaman perubahan fisik yang dialami anak pada pada masa  pubertas, sehingga remaja putri dapat memahami perubahan fisiknya ketika memasuki masa pubertas.

Kata Kunci    :  Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Kesiapan, Pubertas

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

PENGARUH JUMLAH PENGUSAHA KENA PAJAK DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN KOTA

Farida Khairani Lubis

Dosen Fakultas Ekonomi UISU, Medan

ABSTRAK

Setiap kantor pelyanan pajak selalu berupaya untuk meningkatkan penerimaan pajak pertambahan nilainya, tidak terkecuali kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota. Salah satu caranya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada para pengusaha kena pajak yang sudah terdaftar dan menjelaskan pentingnya surat pemberitahuan masa untuk pengusaha kena pajak sebagai sara pertanggungjawaban pelaporan dan pembayaran pajaknya. Dan dalam data tiga tahun yang didapat, penerimaan pajak pertambahan nilai di Kantor Pelayanan Pajak Prtama Medan Kota cenderung meningkat tiap tahunnya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linier berganda dengen penerimaan pajak pertambahan nilai sebagai variabel dependennya dan variabel independennya yaitu jumlah pengusaha kena pajak dan surat pemberitahuan masa. Setelah diuji dengan asumsi klasik, hasilnya menunjukkan data terdistribusi secara normal dan tidak ada penyimpangan. Dan dari hasil uji simultan (uji-f), variabel jumlah pengusaha kena pajak dan surat pemberitahuan masa secara bersama – sama berpengaruh secara positif terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai. Dan dari uji parsial (uji-t), variabel jumlah pengusaha kena pajak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai sedangkan variabel surat pemberitahuan masa berpengaruh sevara signifikan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai.

 Kata Kunci : Jumlah Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan Masa, Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) 

Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Medan

ABSTRAK

Gapoktan adalah gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usahatani bagi anggotanya dan petani lainnya. Pengembangan Gapotan dilatar belakangi oleh kenyataan kelemahan aksesibilitas petani terhadap berbagai kelembagaan layanan usaha, misalnay lemah terhadap lembaga keuangan, terhadap lembaga pemasaran, terhadap lembaga penyedia produksi pertanian serta terhadap sumber informasi. Seiring dengan perkembangan dan perubahan kepemimpinan di pemerintahan, maka kebijakan penguatan modal di bidang pertanian pun berubah untuk lebih baik. Tahun 2008, pemerintah melalui Departemen Pertanian RI mencanangkan program baru yang diberi nama Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), PUAP merupakan program kementrian pertanian bagi petani di pedesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup.

Kata Kunci : Agribisnis, Gapoktan, PUAP

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

KAJIAN KONDISI, POTENSI DAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Burhanuddin

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Email : Burhanmaga@gmail.com 

ABSTRAK

Ekosistem mangrove adalah tipe ekosistem yang khas terdapat disepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pantai-pantai yang datar, biasanya disepanjang sisi pulau yang terlindung dari angin atau dibelakang terumbu karang di lepas pantai yang terlindung. Masyarakat sekitar mangrove di sepanjang pantai timur Kabupaten Serdang Bedagai sejak lama telah memanfaatkan berbagai potensi mangrove yang ada di sekitar mereka. Pada umumnya mereka memanfaatkan mangrove untuk mendapatkan potensi ekonominya. Pemanfaatan tersebut umumnya berupa mencari kayu bakar dari hutan mangrove, tambak, kerajinan makanan dari mangrove, berupa kerupuk jeruju, dodol api-api, selai serepat dan sirup. Mangrove juga menjadi ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrient bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan (nursery ground) berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angin topan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah interusi air laut. Akibat kerusakan kawasan mangrove yang tinggi di wilayah pesisir pantai timur Kabupaten Serdang Bedagai ini dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain membuat hilangnya keanekaragaman hayati, berkurangnya produktivitas ekosistem sumber daya alam secara biologi, meningkatnya polusi, dan paling dirugikan adalah masayarakat sekitar pinggiran pantai (nelayan) dimana mata pencaharian mereka semakin menurun akibat ikan tangkapan sudah langka.

Kata Kunci :    Potensi, Pengembangan, Hutan Mangrove

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016              ISSN : 2089-8592

ANALISIS KEUANGAN INDUSTRI KERUPUK ALEN-ALEN

(Studi Kasus : Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kotamadya Medan)

Gustami Harahap1), Mitra Musika Lubis2), Fatmawati3), Harjono4)

1,2,3)Dosen Program Studi Agribisnis Fak. Pertanian Universitas Medan Area

4) Mahasiswa Agribisnis Fak. Pertanian Universitas Medan Area

 ABSTRAK

 Sebagai tanaman pangan, ubi kayu merupakan sumber karbohidrat bagi sekitar 500 juta manusia di dunia. Indonesia adalah penghasil ubi kayu urutan keempat di dunia setelah Nigeria, Brasil dan Thailand. Namun pasaran ubi kayu dunia masih di dominasi oleh Thailand dan Vietnam. Di Indonesia, tanaman ini menempati urutan ketiga setelah padi dan jagung. Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana dengan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang dibuat, yang dalam hal ini proses produksi kerupuk alen-alen dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari kerupuk alen-alen tersebut. Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan kerupuk alen-alen. Berdasarkan analisa keuangan, diperoleh rasio profitabilitas yang meliputi rasio pendapatan sebesar 0,24 dan rasio laba ekuitas sebesar 78%; rasio likuiditas yang meliputi rasio lancar sebesar 1,57 dan rasio cepat sebesar 1,57; rasio solvensi yang meliputi NCR (Net Capital Ratio) sebesar 1,83 dan D/E (Dept/Equity Ratio) sebesar 1,20; rasio efisiensi yang meliputi rasio perputaran sebesar 1,47, rasio piutang usaha sebesar 180 hari dan rasio efisiensi upah sebesar 30,77%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa keuangan pada usaha kerupuk alen- alen ini baik. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh R/C ratio sebesar 1,32. Angka ini menunjukkan bahwa R/C ratio > 1. Dengan demikian usaha kerupuk alen-alen ini layak untuk dikembangkan. Hipotesis yang menyatakan usaha kerupuk alen-alen layak untuk dikembangkan, dapat diterima.

 Kata Kunci : Analisis Keuangan, Kerupuk Alen-alen

Full Text : PDF

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 4 No. 2, Edisi Juli – Desember 2015, ISSN : 2089 – 8592

Posted by on May 12, 2017 in Publikasi, Wahana Inovasi | 0 comments

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 4 No. 2, Edisi Juli – Desember 2015, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PENEREPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII-4 SMP NEGERI 1 PANGKATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Maidun Saragih

SMP Negeri 1 Pangkatan

Jalan Pendidikan No. 34 Kampung Padang Pangkatan, Labuhan Batu

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan ketuntasan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial pada pembelajaran IPS Terpadu materi pokok kegiatan ekonomi masyarakat di kelas VII-4 SMP Negeri 1 Pangkatan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan dua pertemuan pembelajaran setiap siklusnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-4 SMP Negeri 1 Pangkatan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) ketuntasan hasil belajar IPS Terpadu siswa meningkat  dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pem-belajaran naik sebesar 51%. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 66 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 36% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 85 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi  87%, dan berhasil memberikan ke-tuntasan hasil belajar secara klasikal; 2) aktivitas belajar IPS terpadu siswa meningkat  dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial pada Siklus I aktivitas menulis danmembaca 39%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 19%, bertanya kepada guru 6%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Pada Siklus II antara lain  menulis dan membaca 32%, mengerjakan LKS 41%, bertanya sesama teman 18%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 4%.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Inkuiri Sosial

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA SIANTAR HOTEL PARAPAT

Ester Mawar Siagian

Dosen Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen,

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli.

Email: estermawar@yahoo.co.id.

 ABSTRAK

Kompensasi yang rendah menye-babkan berbagai permasalahan dalam perusahaan diantaranya rendahnya loyalitas karyawan. Loyalitas karyawan yang rendah ditunjukkan oleh tingginya tingkat absensi, moral dan disiplin kerja yang rendah serta rendahnya semangat dan kegairahan kerja. Kompensasi yang tepat dapat menciptakan prestasi kerja dan kepuasan kerja sehingga pada akhirnya akan dapat menimbulkan loyalitas pada karyawan. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh Kompensasi tidak langsung terhadap Loyalitas karyawan pada Siantar Hotel Parapat ?” penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana “Pengaruh Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Loyalitas Karyawan Pada Siantar Hotel Parapat. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik sampling jenuh, yaitu jumlah populasi sama dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil pengujian hipotesis diketahui melalui uji t sebesar 2,379 (thitung)>2,069 (ttabel)  diambil kesimpulan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompensasi tidak langsung (X) terhadap loyalitas karyawan (Y) pada Siantar Hotel Parapat.

Kata Kunci : Kompensasi, Loyalitas Karyawan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 

PERBAIKAN KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn PADA MATERI POKOK GLOBALISASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS IX  SMP NEGERI 4 SATU ATAP BILAH BARAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Junaidi

SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat

Desa Sibargot Kecamatan Bilah Barat, Labuhan Batu

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir siswa dengan menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah dalam pembelajaran PKn pada materi pokok globalisasi di kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) penerapan model pembelajaran berdasar-kan masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa dalam pem-belajaran PKn pada materi pokok globalosasi di kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat terbukti pada  Formatif I menunjukkan rata-rata 74 dengan ketuntasan 45% dan  pada Formatif II menunjukkan rata-rata 87 dengan ketuntasan klasikal 90% sehingga terjadi peningkatan 45%; 2) penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa pada materi pokok globalosasi di kelas IX SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Barat. Hal ini digambarkan melalui aktivitas belajarnya menurut pengamatan pada Siklus I antara lain menulis dan membaca 39%, mengerjakan LKS 33%, bertanya sesama teman 8%,   bertanya kepada guru 17% dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%. Sedangkan pada Siklus II antara lain menulis dan membaca 33%, mengerjakan LKS 40%, bertanya sesama teman 16%, bertanya kepada guru 11%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 2%.

Kata Kunci   :  Keterampilan Berpikir, Pembelajaran Berdasar-kan Masalah

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PERBANDINGAN  PENDAPATAN PETANI IKAN MAS (CYPRINUS CAPRIO) ANTARA PAKAN PABRIKAN DENGAN PAKAN CAMPURAN JAGUNG

 Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor

 ABSTRAK

Ikan dapat memenuhi kebutuhan makannya dengan pakan yang tersedia di alam, dalam hal ini ikan mempunyai kesempatan untuk memilih, oleh karena itu pakan yang berasal dari alam selalu sesuai dengan selera ikan. Dalam lingkungan budidaya, ikan lebih ter-gantung pada pakan buatan. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan formasi tertentu berdasarkan pertim-bangan kebutuhannya. Pembuatan pakan sebaknya didasarkanpada pertimbangan kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku dan nilai ekonomis. Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada hewan ternak (baik berupa bahan organik maupun anorganik). Pakan campuran/jagung adalah pakan yang diberikan kepada hewan ternak khususnya ikan mas, yang dapat membuat efesiensi terhadap budidaya ikan mas, khususnya dalam permodalan karena jagung dapat dicampurkan dengan pakan lainnya. Kendala-kendala yang didapat para petani ikan mas terhadap sumber pakan adalah pakan pabrikan yang sulit di dapat di desa Tanjung Mulia, harga pakan yang naik dari harga RP 6000 hingga Rp 7000,- sampai ke desa Tanjung Mulia, Transportasi yang jauh terhadap simpangan jalan, dan juga pengetahuan petani ikan mas tentang pakan minim.

Kata Kunci : Pakan, Ikan Mas, Nilai Ekonomis

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU MELALUI MODEL QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS VIII-D SMP NEGERI 1 BILAH BARAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Jonny Nababan

SMP Negeri 1 Bilah Barat

Jalan Gunung Raya Desa Tebing Linggahara Baru, Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep IPA Terpadu dan aktivitas belajar siswa pada materi pokok cahaya dengan menerapkan model quantum teaching di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Penelitian di-laksanakan di SMP Negeri 1 Bilah Barat pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII-D tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) penguasaan konsep cahaya siswa meningkat dengan menerapkan model quantum teaching pada formatif I menunjukkan rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 50% dan formatif II menunjukkan rata-rata 81 dengan ketuntasan klasikal 88% atau mencapai ketuntasan secara kalsikal dan terjadi peningkatan 38%; 2) aktivitas belajar siswa meningkat dengan me-nerapkan model quantum teaching pada Siklus I aktivitas  menulis dan membaca 18%, mengerjakan LKS 66%, bertanya sesama teman 14%, bertanya kepada guru 3%, dan kegiatan yang tidak relevan 0%. Pada siklus II aktivitas  menulis dan membaca 10%, mengerjakan LKS 74%, bertanya sesama teman 3%, bertanya kepada guru 13%, dan kegiatan yang tidak relevan 0%.

Kata Kunci       :           Penguasaan Konsep, Quantum Teaching

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA

SISWA PADA MATERI POKOK GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII-1 SMP NEGERI 2

PANAI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Indera Yuda Sungkowo

SMP Negeri 2 Panai Tengah

Jalan Sei Jambu, Desa Selat Beting Panai Tengah, Labuhan Batu

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pem-belajaran inkuiri di kelas VII-1 SMP Negeri 2 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Panai Tengah pada bulan Februari sampai Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-1 SMP negeri 2 Panai Tengan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) aktivitas belajar matematika siswa meningkat dengan menggunakan model pem-belajaran inkuiri di kelas VII-1 SMP Negeri 2 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015; 2) ketuntasan hasil belajar matematika siswa meningkat dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri di kelas VII-1 SMP Negeri 2 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015.

Kata Kunci       : Aktivitas Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn SISWA PADA MATERI POKOK HAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DI KELAS VII-9 SMP NEGERI 1 RANTAU UTARA

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Amri

SMP Negeri 1 Rantau Utara

Jalan Majapahit No. 19, Rantauprapat

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar PKn siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division pada materi pokok HAM di kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini ber-bentuk penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang setiap siklusnya terdiri  dari dua pertemuan pembelajaran. penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Rantau Utara mulai bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan;              1) aktivitas belajar PKn siswa kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015 meningkat dengan penerapan model pembelajaran ko-operatif tipe student team achievement division; 2) ketuntasan hasil belajar PKn siswa kelas VII-9 SMP Negeri 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2014/2015 me-ningkat dengan  menerapkan model  pem-belajaran  kooperatif tipe student team achievement division.

Kata Kunci :     Aktivitas Belajar, Student Team Achievement Division

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) TERHADAP 

APLIKASI PUPUK P DAN B

Adriani S. A. Siahaan

Mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Ilmu Pertanian

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk menge-tahui pengaruh pemberian aplikasi pupuk P dan B terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan, masing-masing 6 taraf pemberian pupuk P yaitu : P0 = 0 kg/ha (kontrol), P1 = 937 kg NPK/ha, P2 = 750 kg SS/ha, P3 = 577 kg RP/ha, P4 = 420 kg SP-36/ha, P5 = 326 kg TSP/ha serta 2 taraf pemberian B yaitu : B1 = 1 ppm B (18 kg borak/ha = 5 g borak/plot), B2 = 2 ppm B (36 kg borak/ha = 10 g borak/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai macam pupuk P dengan taraf 326 kg TSP/ha (P5), menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST; diameter batang umur 2, 4 dan 6 MST; luas daun; produksi jagung berkelobot tanaman sampel; produksi jagung tanpa kelobot perplot sebesar 4,86 kg/plot(setara 40,86 ton/ha). Pemberian pupuk B pada tanaman dengan konsentrasi 2 ppm yang di-aplikasikan 3 kali, menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman, namun produksi jagung tanpa kelobot perplot sebesar 4,40 kg/plot (setara 44,00 ton/ha). Interaksi pemberian berbagai macam pupuk P dan B menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap semua peubah amatan yang dipelajari, baik pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis.

Kata Kunci : Jagung Manis, Pupuk P, Pupuk B

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP INDUKSI ELEKTROMAGNETIK SISWA KELAS XII IPA-2 SMA NEGERI 1

KUALUH HILIR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Dedi Prayana

SMA Negeri 1 Kualuh Hilir

Jalan Pasar Bilah Kampung Mesjid, Labuhanbatu Utara

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk me-ningkatkan penguasaan konsep dan aktivitas belajar fisika siswa pada materi pokok induksi elektroomagnetik meng-gunakan model pembelajaran kooperatif tipe goup investigation di kelas XII IPA-2 semester ganjil SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015. Berdasarkan pada tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini yang ditempuh dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA-2 SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 32 siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kualuh Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat mening-katkan penguasaan konsep induksi elektromagnetik siswa kelas XII IPA-2 semester ganjil SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015; 2) model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XII IPA-2 semester ganjil SMA Negeri 1 Kualuh Hilir tahun pelajaran 2014/2015.

Kata Kunci :     Penguasaan Konsep, Goup Investigation

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) INDOLEBUTYRIC ACID (IBA) TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN JERUK

 Arta Junita Hutahayan

Dosen Tetap Yayasan, Fakultas Pertanian

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli,

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui pengaruh konsentrasi dan Lama perendaman zat pengatur tumbuh (ZPT) indolebutyric  acid (IBA) terhadap per-tumbuhan stek tanaman jeruk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama Konsentrasi ZPT IBA terdiri dari 4 taraf yakni B0= 0 ml/liter air, B1= 0,1 ml/liter air, B2 = 0,2 ml/liter air, B3= 0,3 ml/liter air dan faktor kedua Lama Perendaman ZPT IBA terdiri dari 4 taraf yakni P0= 0 jam,  P1= 10 jam,   P2= 17 jam, P3 = 24 jam sehingga diperoleh kombinasi perlakuan berjumlah 16 dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  konsentrasi ZPT IBA berpengaruh sangat  nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas, panjang akar, berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan. Lama perendaman ZPT IBA berpengaruh sangat  nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas, panjang akar, berpengaruh tidak nyata terhadap persentase pertumbuhan. Interaksi perlakuan konsentrasi ZPT IBA  dan lama perendaman ZPT IBA berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas dan persentase pertumbuhan dan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar.

Kata Kunci : Jeruk,  ZPT Indole Butyric Acid (IBA)

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SEGI EMPAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATU ATAP PANAI HILIR

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Rusdin Tumanggor

SMP Negeri 3 Satu Atap Panai Hilir

Jalan Besar Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui peningkatan penguasaan konsep segi empat siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Panai Hilir tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Panai Hilir tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan penguasaan konsep segi empat siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran naik sebesar 61%. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 68 dengan ketuntasan pem-belajaran sebesar 27% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 75 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi 88%, sehingga berhasil memberikan ketuntasan penguasaan konsep secara klasikal; 2) pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan aktivitas belajar segi empat siswa, terbukti pada Siklus I aktivitas menulis dan membaca 39%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 19%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan pada Siklus II aktivitas  menulis dan membaca 33%, mengerjakan LKS 37%, bertanya sesama teman 19%, bertanya kepada guru 7%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 4%.

Kata Kunci :     Penguasaan Konsep, Pembelajaran Matematika Realistik

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI POKOK NORMA DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS VII-B SMP NEGERI 3 SATU ATAP BILAH BARAT

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Sejahtera Tarigan

SMP Negeri 3 Satu Atap Bilah Barat

Jalan Besar Padang Laut Km.12 Desa Batu Bujur Bilah Barat, Labuhan Batu

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang norma dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn setelah menerapkan model pembelajaran debat selama kegiatan belajar mengajar di kelas VII-B SMP Negeri 3 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan Mei 2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-B SMP Negeri 3 Satu Atap Bilah Barat tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian me-nunjukkan; 1) pemahaman siswa tentang norma dalam pembelajaran PKn me-ningkat dengan menerapkan model pembelajaran debat pada Formatif I me-nunjukkan rata-rata 75 dengan ketuntasan kalsikal 68% dan pada Formatif II me-nunjukkan rata-rata 89 dengan ketuntasan klasikal 88% atau terjadi peningkatan 20%, data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKM Pendidikan Kewarganegaraan; 2) aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn me-ningkat dengan menerapkan model pem-belajaran debat pada Siklus I aktivitas membaca dan menulis 38%, mengerjakan LKS 31%, bertanya sesama teman 21%,   bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan pada Siklus II aktivitas  membaca dan menulis 31%, mengerjakan LKS 36%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%.

Kata Kunci    :  Model Pembelajaran Debat, Pemahaman Norma

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN DI KELAS IX-5 SMP NEGERI 9 TANJUNGBALAI 

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Umi Kalsum

SMP Negeri 9 Tanjungbalai

Jalan Sei Agul Kelurahan Sei Raja Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui peningkatan keterampilan berbicara dan aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token di kelas IX-5 SMP Negeri 9 Tanjungbalai tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung selama dua siklus dengan dua kegiatan belajar mengajar setiap siklusnya. Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari 2015 sampai dengan Mei 2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IX-5 SMP Negeri 9 Tanjungbalai yang berjumlah 28 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris siswa meningkat dengan  menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan rata-rata 68 dan 85, dari data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKM dengan ketuntasan klasikal 50% dan 85% atau ketuntasan klasukal tercapai pada Siklus II dengan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 35%; 2) aktivitas belajar bahasa Inggris siswa meningkat dengan me-nerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token dengan aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus I antara lain menulis dan membaca 36%, mengerjakan LKS 34%, bertanya sesama teman 18%, bertanya kepada guru 6%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 6%. Sedangkan data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain menulis dan membaca 35%, bekerja 36%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 4%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 4%.

Kata Kunci       : Keterampilan Berbicara, Time Token

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

SELF-DEVELOPMENT THROUGH SELF-OBSERVATION FOR TEACHER OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE

Susi Eka Lestari

Faculty of Literature

Islamic University of North Sumatra, Medan

lestarie20@yahoo.com

ABSTRACT

This research is a literature research discussing self-development through self-observation for teacher of English as foreign language. Karaaslan (2003: 30-33) said that self-development is very important if we want to be professional teachers. Richards (2007: 12) said that observation is done by visiting a class to observe different aspects of teaching. This research is aimed to find a new paradigm for teachers of English as foreign language. Hopefully, the finding of this research will give significant contribution to those whose profession is English teacher. There is a new paradigm found by this research. It is cycling process of self-development through self-observation.

Key words     : Teacher, Development, Observation, Cycling

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

 PERBAIKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI POKOK HIMPUNAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DI KELAS VII-5 SMP NEGERI 1 RANTAU SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Sugiarto

SMP Negeri 1 Rantau Selatan

Jalan Ki Hajar Dewantara No. 127, Rantauprapat

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar matematika siswa pada materi pokok himpunan selama mengikuti pembelajaran dengan me-nerapkan model pembelajaran problem posing di kelas VII-5 SMP Negeri 1 Rantau Selatan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua kegiatan belajar mengajar setiap siklusnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-5 SMP Negeri 1 Rantau Selatan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 42 siswa. Hasil penelitian menunjukkan; 1) model pem-belajaran problem posing dapat me-ningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pokok himpunan dengan aktivitas siswa menurut pengamatan pengamat pada Siklus I antara lain  menulis dan membaca 38%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 20%,   bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain  menulis dan membaca 32%, mengerjakan LKS 40%, bertanya sesama teman 18%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%; 2) model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan ketuntasan pembelajaran siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran naik sebesar 38%. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 68 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 52% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 83 dengan ketuntasan pem-belajaran naik menjadi  90%, dan berhasil memberikan ketuntasan hasil belajar secara klasikal.

Kata Kunci   : Aktivitas Belajar, Problem Posing

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENINGKATAN KETERAMPILAN EKPRESI SENI MEMATUNG SISWA MELALUI METODE EKSPRESI BEBAS DI KELAS IX-4 SMP NEGERI 1 PANAI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

   Darmina Br Perangin-Angin

SMP Negeri 1 Panai Tengah

Jalan K.H. Agus Salim Labuhan Bilik, Labuhan Batu

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ekspresi seni mematung dan aktivitas belajar siswa kelas IX-4 SMP Negeri 1 Panai Tengah tahun pelajaran 2013/2014 melalui metode ekspresi bebas. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Tempat penelitian adalah SMP Negeri 1 Panai Tengah dengan subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IX-4 SMP Negeri 1 Panai Tengah tahun pelajaran 2014/2015 yang ber-jumlah 38 siswa. Dalam penelitian ini aktivitas belajar siswa diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa diperoleh melalui tes keterampilan me-matung setiap akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) keterampilan siswa dalam ekpresi seni mematung meningkat dengan menerapkan metode  pembe-lajaran ekspresi bebas dengan nilai pada Siklus I dan Siklus II menunjukkan rata-rata 77 dan 85, dari data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKM dengan ketuntasan klasikal 68% dan 87% atau ketuntasan klasikal tercapai pada Siklus II dengan peningkatan 19%;             2) aktivitas belajar siswa meningkat metode pembelajaran ekspresi bebas menurut pengamatan pada Siklus I antara lain mengerjakan 42%, bertanya sesama teman 31%,  bertanya kepada guru 13%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 14%, sendangkan aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara mengerjakan 55%, bertanya sesama teman 33%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan kegiatan belajar mengajar 3%.

Kata Kunci       : Ekspresi Seni Mematung, Metode Ekspresi Bebas

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PROMOSI DAN TINGKAT SUKU BUNGA  TERHADAP LAYANAN DEPOSITO, STUDI KASUS DI PT BANK RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA CABANG MEDAN

Takiyuddin1) dan Abdurrozzaq Hasibuan2)

1) Dosen STIE Nusa Bangsa Medan

2) Dosen Fakultas Teknik Prodi. Teknik Industri UISU Medan

ABSTRAK

Layanan Deposito Rabobank International Indonesia adalah produk simpanan di PT Bank Rabobank International Indonesia, penyetoran dan penarikana dapat dilakukan pada waktu tertentu Promosi merupakan alat bauran pemasaran, meliputi semua kegiatan yang dilakukan PT Bank Rabobank International Indonesia untuk mem-promosikan produk kepada nasabah meliputi  iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung sebagai biaya promosi setiap triwulan. Tingkat suku bunga adalah tingkat prosentase besarnya bunga deposito yang diberikan kepada nasabah, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  promosi dan besarnya tingkat suku bunga berpengaruh positif terhadap perolehan layanan deposito.

Kata Kunci :     Promosi, Tingkat Suku Bunga, Layanan Deposito

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

FAKTOR RISIKO PENYEBAB KEJADIAN GIZI LEBIH PADA MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN AGATHA YAYASAN VALA AGATHA PEMATANG SIANTAR TAHUN 2013

 Mostro Mijoyo Ambarita

Dosen Akademi Kebidanan Agatha Pematang Siantar

 ABSTRACT

The prevalence of overweight and over-nutrition has rapidly increased throughout the world in the last few decades so that it is considered as the important problem in public health. In Indonesia, the prevalence of over-nutritionis increasing. Based on Indonesia Health Survey data in 2009, the prevalence of over-nutritionin adults in Indonesia has reached to 24.6%, while at Pematangsiantar, over-nutritionhas reached to 25.5%. The prevalence of over-nutritionat Midwifery AcademyAgatha was that of 338 students, 68 of them (20.1%) was over-nutrition(March, 2014). Over-nutritionin young adults is correlated with the risk of the incidence of over-nutritionin the students of Akbid Agatha, Pematangsiantar, in 2014. The objective of the research was to find out the influence of nutrition intake (energy, fat, and fiber) and physical activity on the incidence of over-nutritionin the students of Midwifery Academy Agatha, Pematangsiantar. The research used case-control design. The population was 68 students at Midwifery AcademyAgatha in the academic year of 2011, 20123, and 2013 with the average age of 17 to 25; 44 of them were in the case samples and the other 44 students were in the control samples., taken by using systematic random sampling technique. The data were gathered by using an analytic survey with matched case-control approach. The gathered data were analyzed by using univatriate analysis, bivatriate analysis, and multivatriate analysis with chi square test and multiple logistic regression tests in order to determine the dominant factor which influenced the incidence of over-nutrition. The result of the research showed that the prevalence of over-nutritionin Midwifery AcademyAgatha was 20.1%. Energy intake, carbohydrate intake,fat intake, fiber intake, and physical activity influenced the incidence of over-nutrition, while the history of family and protein intake did not have any influence on over-nutrition. It is recommended that the management of Midwifery Academy Agatha, Pematangsiantar, provide sports facility and implement nutrition counseling in order to decrease the prevalence of over-nutrition. The students should increase their physical activity and improve their eating pattern.

Keywords         :           Over-nutrition, Nutrition Intake, Physical Activity, Students

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

OUKUP DALAM PERAWATAN KESEHATAN IBU NIFAS PADA SUKU KARO DI BERASTAGI KABUPATEN KARO 

TAHUN 2014

Lidya Natalia Br Sinuhaji

Dosen Akademi Kebidanan Palapa Husada

ABSTRAK

Oukup, pengobatan tradiosional suku Karo yang memanfaatkan keaneka-ragaman jenis tumbuhan sebagai ramuan untuk kesehatan pasca melahirkan dan pengobatan berbagai jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul pengobatan tradisional oukup pada masyarakat etnis Karo, ramuan oukup, khasiat oukup, dan pengetahuan masyarakat Karo akan oukup. Manfaat yang dimiliki bervariasi pada setiap orang  dan terkait dengan pemahaman subjektif, oleh karena itu penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian yang memungkinkan penulis memahami permasalahan individu secara lebih mendalam dan kompleks, memberikan gambaran secara holistik, disusun dari kata-kata, mendapatkan informasi rinci yang diperoleh dari informan dan berada dalam setting alamiah. Dari hasil penelitian lapangan bahwa asal-mula oukup muncul ditengah-tengah masyarakat Karo sejak lebih dari 100 tahun lalu yang dibawa oleh guru sibaso yang mengetahui ramuan-ramuan pengobatan pada masyarakat etnis Karo dan terus berkembang serta diminati masyarakat Karo dalam menyembuhkan penyakit. Ada berbagai macam-macam penyakit yang bisa disembuhkan dengan oukup, yang dahulunya oukup ini hanya diperuntukkan untuk ibu-ibu yang baru melahirkan untuk menambah kesegaran dan stamina buat ibu-ibu yang baru melahirkan tersebut. Dengan demikian ramuan oukup sangatlah penting untuk dikembangkan karena mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan, disarankan agar pemerintah dapat memberikan standarisasi untuk ramuan oukup.

Kata Kunci :     Oukup, Pengetahuan, Perawatan pada Ibu Nifas, Manfaat Oukup Lainnya

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 4 No.2              JULI-DES 2015               ISSN : 2089-8592

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BIDAN DALAM PEMBERIAN VITAMIN K1 PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG LIMUN MEDAN TAHUN 2013

Juliana Munthe

Dosen Akademi Kebidanan Palapa Husada

ABSTRACT

Vitamin K is one of the important nutrients that are soluble in fat and given to newborns routinely to prevent hemorrhagic disease. Vitamin K is a co-factor in the coagulation and is produced by bacteria in the gut. Until intestinal colonization perfect, infants are at risk of bleeding. This study aims to determine the factors that affect midwives and the most dominant factor in the provision of vitamin K1 in newborns. This type of research is a cross-sectional survey method. The population is all midwives in the Work Area Health Center Medan Simpang Lemonade in 2013 as many as 35 people, and the entire population sampled. The data obtained through questionnaires with measures of vitamin K is to give and not give. Data were analyzed by univariate tests to describe the frequency distribution of each dependent variable (vitamin K1), the independent variable (timework, knowledge, attitudes, availability of vitamin K1, and government programs), Chi Square test to see how far their relationship each timework, knowledge, attitudes, availability of vitamin K1, and government programs variable with the vitamin K1 variable and multiple logistic regression to see the influence of the timework, knowledge, attitudes, availability of vitamin K1, and government programs variable on the vitamin K1variable together. The results showed that the length of service and knowledge affect the administration of vitamin K. Variables that most influence is the knowledge of the value of Exp B = 2,583 means that if a midwife has a good knowledge likely to give vitamin K by 24 than if the midwife had poor knowledge. Giving vitamin K that is not influential, attitude, availability vitmin K and government programs. Years of service and knowledge affect the vitamin K1 in newbornswith good knowledge of the skills in performing duties at the higher activities so that participation in the activities of midwives clinic, the better. Provide important socialization of its benefits and the effect of vitamin K1 in the newborn againts pregnant woman and working with commnuties through community leaders, religious leaders and decision makers.

Keywords :       Vitamin K1 Administration, Newborn, Midwives

Full Text : PDF

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah